
Naruto membuka mata secara perlahan dan menatap ke sekitar.
Aku ketiduran, ya? Hm, kata Naruto dalam hati.
Bersandiwara dengan cara pingsan untuk menghindari pertanyaan mereka, dan malah ketiduran. Dasar payah!
Mendengar ucapan Kurama, membuat Naruto tersenyum kaku.
Aku juga tidak sadar kalau aku malah ketiduran dattebayo, kata Naruto dalam hati.
"Oh? Kau sudah sadar?" tanya Konan.
Yahiko dan Nagato bersamaan menoleh setelah mendengar hal itu.
"Ini di mana?" tanya Naruto.
"Ini tempat persembunyian kami," kata Yahiko.
Jangan-jangan ero sannin juga pernah tinggal di sini saat mengajari mereka bertiga ninjutsu, kata Naruto dalam hati.
Yahiko memukul meja meskipun tidak terlalu keras. "Jadi, kau ini siapa? Kenapa kau membawa tas dan mengenali kami bertiga?"
__ADS_1
Heh, dia masih belum menyerah. Padahal aku sudah sudah payah pura-pura pingsan untuk menghindari pertanyaannya, kata Naruto dalam hati.
Namun, karena melihat Naruto hanya diam membuat Yahiko mengerutkan dahi. Anak berambut orange itu pun mengambil tas milik Naruto karena mencurigai anak itu membawa sesuatu yang berbahaya.
"Aa jangan!" pekik Naruto.
Semua isi dalam tasnya langsung terjatuh ke bawah. Ketiga anak itu hanya melihat pakaian, beberapa bungkus roti dan ramen, serta botol air. Pandangan mereka menuju ke arah salah satu barang yang tidak lain adalah pelindung dahi milik Naruto.
Padahal aku melepas pelindung dahiku saat bersembunyi tadi agar mereka tidak mencurigaiku karena dari Konohagakure, kata Naruto dalam hati.
"Aku mengerti. Setelah melihat pelindung dahimu, kau adalah shinobi dari Desa Konoha. Apakah Jiraiya sensei yang memberitahumu soal kami?" tanya Yahiko.
Naruto tersadar dan terbantu berkat ucapan anak itu. Ia pun menggunakan alasan tersebut sebagai jawabannya, agar ketiga anak itu tidak curiga.
"Ero ... Sannin?" bingung Nagato.
"Siapa itu ero sannin? Bukankah hanya ada 3 Sannin Legendaris dari Konoha?" tanya Konan.
Naruto terkekeh dengan wajah bodohnya. "Sebenarnya, itu panggilan yang aku gunakan untuk Jiraiya sensei."
"Jiraiya sensei adalah ninja yang hebat, kenapa kau malah memanggilnya seperti itu?" tanya Nagato.
__ADS_1
Heh, kalian tidak tahu ero sannin itu semesum apa, sampai membuat diriku selalu menjadi korban pukulan Tsunade no Ba-chan karena ulahnya, kata Naruto dalam hati.
"Perang sudah berakhir, jadi aku berniat untuk keliling mencari anggota," jawab Naruto.
"Anggota?" tanya Nagato.
Naruto mengangguk. "Aku ingin mengumpulkan berbagai ninja yang hebat dalam satu organisasi yang akan menciptakan perdamaian."
"Perdamaian? Bukankah perang sudah berakhir? Kenapa masih mencari perdamaian?" tanya Yahiko.
"Aku tidak bilang perang akan terjadi lagi. Tapi, akan lebih baik menyebarkan perdamaian sebelum terjadi peperangan dattebayo," kata Naruto.
Ketiga anak itu terdiam dan mengangguk. Mereka lalu menatap Naruto yang juga memiliki tujuan yang sama.
"Kita sama-sama adalah murid Jiraiya sensei. Ngomong-ngomong, siapa namamu?" tanya Yahiko.
"Ore no nawa Uzumaki Naruto, ninja dattebayo! Suatu saat nanti aku akan menjadi Hokage," kata Naruto tersenyum menampilkan deretan gigi sambil menunjuk dirinya.
Ketiga anak tadi memasang raut wajah bodoh. "Um, ya, kalau itu kami juga tahu kalau kau adalah seorang ninja."
"Tidak perlu seperti itu juga memperkenalkan diri," kata Yahiko dengan alis berkerut.
__ADS_1
"Uzumaki Naruto, ka?" tanya Konan.