God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 117 Pernyataan


__ADS_3

Konan mengobati luka Yahiko, sedangkan dua yang lainnya keluar untuk membeli bahan makanan.



‘’Akh! Pelan-pelan Konan,’’ kata Yahiko.


‘’Kau tidak tahu kalau aku dan Nagato mencemaskan kalian? Aku pikir hiks, kau sudah tewas hiks,’’ isak Konan.


Yahiko tersenyum sendu sambil mengusap air mata gadis di depannya. ‘’Hei, aku baik-baik saja. Ini hanya luka ringan.’’


‘’Tapi, aku tidak bisa membayangkan kehilangan dirimu!’’ seru Konan membuat Yahiko terbelalak.


‘’Konan?’’ tatap Yahiko.


Konan mengigit bibir bawahnya sambil mengepalkan tangan. ‘’Aku … Aku sebenarnya menyukaimu! Kalau kau tiba-tiba meninggalkanku, aku tidak bisa menerima semua hal ini. Nagato juga menyayangimu, dan yang paling terpukul pasti adalah dia.’’


Yahiko memegang tangan Konan. ‘’Kalau Nagato yang paling terpukul, berarti dia yang paling menyukaiku.’’


Konan sedikit terkikik mendengar ucapan Yahiko. Keduanya bertatapan cukup lama sambil memajukan wajah.



Dari luar, Nagato yang memejamkan mata langsung meletakkan kedua tangannya ke mata dan mulut sosok berambut kuning yang ada bersamanya, lalu menariknya pergi.


‘’Argh! Nagato, kenapa kau menutup mataku? Padahal aku sedang menyaksikan adegan romantis dattebayo.’’


‘’Kau juga tahu tentang mereka berdua, kan? Jadi tidak usah ganggu mereka,’’ senyum Nagato.


‘’Hm~ kau terlalu memanjakan mereka berdua. Tapi, sebagai orang yang lebih tua dari kalian, aku tidak akan membiarkan hal yang lebih buruk terjadi!’’

__ADS_1


Sosok berambut kuning itu langsung membuka pintu dengan kasar. ‘’Kalian berdua hentikan segera sebelum aku me—‘’


Ucapannya terpotong saat melihat Yahiko menunduk dan Konan yang berada di meja dapur. Nagato muncul sambil menghela nafas.


‘’E-Eh? Apa yang terjadi, bukankah mereka berdua seharusnya … Eh?’’


‘’Y-Yo! Kalian berdua sudah pulang?’’ tanya Yahiko gugup.


‘’A-Arigatou sudah mau keluar membeli bahan makanan,’’ kata Konan.


Nagato tersenyum sambil menyerahkan belanjaan, sedangkan sosok berambut kuning memicingkan mata ke wajah Yahiko.


‘’Mm~ kalian sepertinya sudah melakukan sesuatu? Nee, Yahiko~ tidak baik melakukan hal seperti itu dattebayo.’’


‘’A-Apa maksudmu? Aha, ha, ha … Sejak tadi aku hanya duduk di kasur, iya, kan? Nagato?’’ tanya Yahiko.


Nagato mengangguk sambil tersenyum.


Apa yang aku lakukan? Kenapa aku malah hilang kendali? Aku tidak bisa menahannya, kata Yahiko dalam hati sambil menatap Konan.


Ciuman pertamaku bersama Yahiko? Hem! Haa, kata Konan dalam hati.


‘’Hem! Hem! Kenapa kau menatap Konan seperti itu? Aku mulai curiga dattebayo.’’


‘’Tidak terjadi apa pun!’’ seru Yahiko.


......................


Konoha

__ADS_1


Naruto dan Sasuke melemparkan kunai yang sibuk dengan pikiran masing-masing. Naruto yang pikirannya tidak lepas dari sosok berjubah merah yang merupakan bagian dari Tim Jiraiya, dan Sasuke yang pikirannya tidak lepas dengan sosok misterius di dalam tubuh ninja bertudung itu.


Dak! Dak!


Kedua kunai mereka bersamaan mendarat di titik tengah sasaran. Sakura yang melihat mereka berdua hanya memasang wajah sendu.


‘’Gomen, karena aku tidak berguna sama sekali. Aku seharusnya tidak menghambat misi. Kalian berdua bahkan harus menyelamatkan diriku. Aku … Aku minta maaf!’’ kata Sakura.


Naruto menoleh dengan cepat. ‘’Ahaha, tidak Sakura-chan. Ini bukan salahmu dattebayo.’’


Sakura menatap Sasuke yang sama sekali tidak peduli. Naruto yang melihat raut wajah sedih gadis itu langsung menoleh ke belakang.


‘’Oee Sasuke! Setidaknya katakan sesuatu untuk Sakura-chan,’’ kata Naruto.


Sasuke menoleh dengan wajah dinginnya. ‘’Omaewa uzai(Kau menyebalkan/berisik).’’


Deg!


Naruto dan Sakura tertegun karena ucapan Sasuke.


Butiran air mata Sakura terjatuh membuatnya berlari pergi. Naruto yang tidak terima langsung menarik kerah leher baju Sasuke.


‘’Kenapa kau mengatakan hal yang kasar kepadanya? Sakura-chan hanya merasa bersalah kepada kita,’’ kata Naruto.


‘’Kalau begitu, kenapa kau tidak pergi menghiburnya?’’ tanya Sasuke.


Naruto menggertak gigi dan melepaskan cengkeramannya dan menyusul Sakura.


Kehebatan Itachi membuat semua orang mengaguminya. Terutama ayahnya yang selalu membandingkan dirinya dengan Itachi. Sasuke berdecih dan kembali melemparkan kunai.

__ADS_1


‘’Aku akan melampauinya dan menjadi lebih kuat darinya. Lihat saja nanti.’’


Dak!


__ADS_2