
‘’Yon ... daime-sama?’’ tatap Naruto.
Minato memasang wajah sendu, begitu juga dengan Kushina.
"Apakah ini yang Anda ingin bicarakan denganku? Aku harus meninggalkan desa?" tanya Naruto.
‘’Maafkan aku Naruto, ini semua demi kebaikanmu,’’ jawab Minato.
‘’Tunggu, hehe, Anda sedang bercanda, kan? Apa yang sebenarnya terjadi di sini?’’ bingung Naruto.
‘’Daripada menyerahkanmu ke laboratorium, hanya ini pilihan yang tepat untukmu,’’ kata Minato.
‘’Tapi, kenapa aku harus meninggalkan desa ini untuk selamanya? A-Aku ... Aku tidak akan melakukan sesuatu yang bisa menimbulkan kehancuran. Percayalah, itu tidak akan terjadi,’’ kata Naruto.
Kushina yang tidak tega hanya memalingkan wajah, sedangkan Minato tidak berdaya.
‘’Ahahaha, padahal beberapa bulan terakhir, semuanya baik-baik saja. Kenapa tiba-tiba aku harus meninggalkan desa?’’ tanya Naruto.
Tidak. Kenapa malah berakhir seperti ini? Aku harus meninggalkan desa, hanya karena kakek mencurigaiku akan menyerang ayahku sendiri. Kakek juga menganggap ada sesuatu di dalam tubuhku yang bisa menyebabkan kehancuran. Meskipun, kenyataannya di masa lalu, Kurama memang menyebabkan kehancuran di desa ini, tapi semua sudah berubah. Dia tidak seperti itu lagi, kata Naruto dalam hati.
__ADS_1
Naruto kembali menatap Minato. ‘’Apakah karena Yondaime-sama membawaku kemari dari medan perang, sehingga membuat Sandaime-sama mencurigaiku?’’
‘’Sandaime-sama tidak mencurigai siapa pun. Beliau hanya ingin memastikan orang luar yang datang bukanlah penyusup,’’ kata Minato.
‘’Heh? Orang luar? Penyusup? Jadi seperti itu diriku di mata kalian semua,’’ kata Naruto menunduk.
‘’Tidak Naruto. Kau jangan salah paham. Aku dan Minato tidak pernah menganggapmu sebagai orang luar atau penyusup dattabane,’’ kata Kushina.
‘’Hanya Anda berdua, lalu bagaimana dengan semua orang di desa ini? Heh, sekali lagi aku diasingkan, ya?’’ kata Naruto.
‘’Itu tidak benar. Tidak ada yang tahu hal ini kecuali Sandaime-sama dan kami berdua. Kau tidak perlu khawatir dengan pandangan semua orang. Meskipun kau pergi dalam waktu yang lama, mereka hanya berpikir kau sedang menjalankan misi rahasia,’’ kata Minato.
Naruto mengepalkan tangan, lalu menatap kedua orang itu dengan alis berkerut. ‘’Sampai kapan? Sampai kapan mereka akan menganggapku seperti itu? Mereka akan berpikir kapan aku kembali, sedangkan kenyataannya aku tidak akan pernah kembali ke desa ini lagi.’’
‘’Heh? Hahaha, pada akhirnya keberadaanku tetap tidak diakui,’’ kekeh Naruto.
Butiran bening mulai mengalir dari sudut mata Naruto. ‘’Padahal, aku sangat bersyukur bisa bersama dengan Anda berdua. Membantu Kushina-sama di rumah, menjalankan misi dari Yondaime-sama, dan berlatih bersama yang lainnya. Hiks, kenapa aku kehilangan semua itu sekali lagi?’’
‘’Peraturan ke-25 dari perilaku ninja, mengatakan ninja tidak boleh memperlihatkan air mata. Dengan pencapaian yang kau dapat di usiamu sekarang ini, membuatku sangat kagum. Kau bahkan melebihi Kakashi, dan kemampuanmu setara dengan seorang Hokage. Bukankah itu adalah impianmu? Kalau begitu, buktikan kepada semua orang, agar mereka mengakuimu,’’ kata Minato.
__ADS_1
Naruto hanya diam dalam tangisannya. Rasanya sangat sulit antara ingin jujur dan tidak.
Saat itu juga, tangan Kushina terulur memegang pipi Naruto, membuat anak itu mendongakkan kepala.
‘’Kau mungkin akan meninggalkan desa untuk selamanya. Tapi, apakah kau lupa kalau Minato sedang memberimu misi?’’ tanya Kushina.
‘’Misi itu hanya untuk menutupi kepergianku,’’ kata Naruto.
‘’Aku bilang akan memberimu misi untuk meninggalkan desa, dan tidak akan kembali kecuali aku yang memanggilmu. Itu berarti, jika waktunya sudah tiba, ada saat kau akan kembali ke desa ini lagi,’’ kata Minato.
‘’Kau hanya perlu bersabar untuk berpisah dengan kami dalam waktu yang lama. Jika kau sudah kembali, aku dan Minato tidak akan pernah melepaskanmu lagi. Setelah itu, kita akan berkumpul kembali dengan keluarga yang lebih lengkap dengan hadirnya anggota baru di keluarga kita. Ya ... Adikmu Naruto,’’ kata Kushina.
Minato mengangguk. ‘’Benar. Eh? A-Adik? Eh? Heh?’’
"Meskipun kami belum memiliki anak, tapi kehadiranmu membuat aku dan Minato menyadari sesuatu. Kau sudah seperti anak kandung bagi kami. Arigatou Naruto. Selama ini kau memberikan kesempatan kepada kami berdua untuk merasakan bagaimana menjadi orangtua," kata Kushina.
Mata Naruto membulat setelah mendengar kata-kata itu. Butiran air matanya semakin mengalir.
__ADS_1
Wajah Minato menjadi merona karena baru tersadar dengan ucapan istrinya. Ia bersih keras menahan rasa malunya.
Apa yang dikatakan Kushina? A-Adik untuk Naruto? Pikiranku jadi tidak jalan, kata Minato dalam hati.