God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 55 Berniat Memberi Hadiah


__ADS_3

Obito, Rin dan Kakashi menatap kediaman guru mereka tempat dimana Naruto tinggal. Mereka pun berjalan dan menaiki tangga, hingga tiba di depan pintu. Namun, sebelum mereka mengetuk pintu, Obito langsung menarik Kakashi dan Rin agar berdiri di hadapannya.


‘’Kalian harus melindungiku dari wanita itu,’’ kata Obito.


Kakashi memasang raut wajah bodoh, sedangkan Rin hanya tersenyum kaku karena tingkah Obito.


Bagi Obito, bertemu dengan Kushina adalah malapetaka baginya. Sebab, wanita itu selalu memeluknya dengan erat atau memukulnya setiap ia melakukan kesalahan di mata Kushina.


‘’Obito, kau tidak perlu seperti itu sampai membuat kami berdua melindungimu. Kushina-sama melakukan semua itu karena dia memfavoritkan dirimu,’’ kata Rin.


‘’Tidak ada yang memintanya memfavoritkan diriku. Lagi pula, kenapa dia tidak memilih Kakashi yang jenius dan hebat?’’ tanya Obito.


Obito menghela nafas panjang. ‘’Selera wanita galak itu memang aneh. Aku tidak mengerti kenapa Minato sensei menyukainya? Padahal dia adalah wanita yang menyeramkan.’’


Rin tersenyum kaku sambil menatap Obito. ‘’Ano, Obito.’’


‘’Haa, yang lebih aneh adalah Minato sensei. Kenapa dia menikahi wanita galak seperti dia, ya? Meskipun dia memang cantik. Tidak tahu bagaimana Minato sensei bertahan dengan wanita galak seperti itu?’’ ungkap Obito dengan polos.


Seseorang mengepalkan tangan sambil membunyikan jari. ‘’Obito~ kau sudah selesai bicara?’’


Deg!


Mendengar suara itu membuat Obito menoleh sedikit demi sedikit. Ia menelan saliva karena melihat Kushina sudah tersenyum dengan aura seperti biasa. ‘’E-Eh?’’

__ADS_1


Dia sudah ada di sini? Bagaimana mungkin? Ssttt, kata Obito dalam hati.


Ia pun menoleh dan melotot.


Hhah! Kakashi! Bakayarou, dia sudah mengetuk pintu tanpa memberitahuku, kata Obito dalam hati.


Kakashi yang melihatnya hanya memberi kode dengan tampang tidak merasa bersalah, dan malah mengejek Obito.


‘’Selera aneh dan wanita galak?’’ tanya Kushina dengan aura yang semakin mengintimidasi.


Obito hanya tersenyum kaku sambil melindungi kepalanya.


‘’Berani mengatakan hal seperti itu kepada orangtua, kau ingin menjadi anak durhaka dattebane!’’ seru Kushina.


Bugh! Bugh!


Ruang Tamu


Obito yang mengelus kepalanya sambil membuang wajah, duduk berhadapan dengan Kushina. Rin yang melihatnya hanya tersenyum kaku, sedangkan Kakashi tenang seperti biasa.


‘’Haa, padahal ini masih pagi, dan kau sudah membuatku kesal dattebane,’’ kata Kushina.


‘’Rin, kenapa kau menghianatiku dan berpihak kepada Kakashi?’’ tanya Obito cemberut.

__ADS_1


Rin terkekeh. ‘’Aku sudah memberitahumu, tapi kau saja yang tidak mau diam.’’


Ketiga anak itu menoleh karena menyadari tingkah Kushina, membuat mereka saling memandang satu sama lain.


Obito menghela nafas. ‘’Baiklah, aku minta maaf karena kejadian tadi, tapi tidak perlu memasang wajah sedih begitu juga. Uchiha Obito-sama ini tidak mau melihat wanita sedih karena ulahnya.’’


Kushina memasang wajah bodohnya.


Aku tidak sedih karena ucapanmu dattebane. Anak ini, rasa pedenya sampai setingkat apa sehingga dia berpikir seperti itu? Dasar, kata Kushina dalam hati.


‘’Kushina-sama, apakah Naruto ada di rumah?’’ tanya Rin.


Kushina kembali mengingat kejadian Naruto meninggalkan desa, membuat wajahnya semakin sedih. ‘’Tidak, dia tidak ada di rumah.’’


‘’Wah, kalau begitu ini kesempatan yang sangat pas,’’ kata Rin.


‘’Kesempatan yang sangat pas?’’ tanya Kushina yang mengerutkan dahi.


Obito mengerutkan dahi. ‘’Kau tidak tahu? Naruto berulang tahun hari ini.’’


Deg!


Kushina tersentak mendengar ucapan Obito, dan menatap anak itu tidak percaya.

__ADS_1


‘’Jadi, kami datang untuk memberikan hadiah ulang tahun untuknya. Tapi, kebetulan dia tidak ada di rumah, kita bisa memberinya kejutan saat pulang nanti,’’ kata Obito.


‘’Naruto … Ulang tahun?’’ tanya Kushina dengan wajah kaget.


__ADS_2