God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 35 Konbi Henge no Jutsu


__ADS_3

Push!


Namun, belum sempat ketiga anak itu melihat sosok hewan yang dipanggil Naruto, anak itu menggunakan segel tangan lagi.


‘’Konbi Henge no Jutsu!’’



Deg!


Obito, Rin dan Kakashi terbelalak melihat sosok yang menyerang ketiga ular raksasa itu. ‘’Kyu-Kyuubi?!’’


Ketiga anak itu menatap Naruto dengan tatapan tidak percaya.


‘’Heh~ apa yang terjadi di sini? Dia memanggil Kyuubi menggunakan jutsu Kuchiyose?!’’ pekik Obito.


‘’Kurasa itu tidak mungkin. Bukankah Kyuubi saat ini ada di dalam tubuh Kushina-sama? Beliau adalah seorang jinchuriki dari Kyuubi. Selain itu, mustahil Naruto bisa mengendalikan chakra Kyuubi,’’ kata Kakashi.


Obito mengepalkan tangan kanan, lalu memukul telapak tangan kirinya. ‘’Benar juga, dia bukan Kyuubi … Aku tahu! Dia pasti adalah … Saudara kembar siluman rubah sembilan ekor Kyuubi!’’


‘’Hentikan omong kosongmu Obito,’’ kata Kakashi.


‘’Kalau begitu apa yang kita lihat ini?! Kalau dia bukan saudara kembar Kyuubi, lalu siapa? Ayahnya? Ibunya?’’ tanya Obito.

__ADS_1


Kakashi menghela nafas kasar. ‘’Kenapa tidak tanya langsung ke hewan yang menyerupai Kyuubi itu?!’’


‘’Yosha! Ayo saudara kembar Kyuubi! Kau pasti bisa mengalahkan ketiga ular itu! Ganbatte!’’ sorak Obito menikmati pertarungan itu.


Rin dan Kakashi hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Obito. Mereka yang menyaksikan pertarungan kedua hewan itu, hanya terbelalak.


Sebab, hewan yang dipanggil oleh Naruto tadi, menyerang begitu cepat tanpa memberikan celah.


‘’Gawat, kalau seperti ini, ketiga ular itu tidak akan bisa bertahan lama. Aku harus segera kabur, sebelum mereka menyadari sesuatu,’’ kata salah satu shinobi.


Kyuubi yang hendak mengakhiri pertarungan, langsung terhenti karena ular itu langsung kabur.


‘’Heh, kau mau ke mana? Tidak akan kubiarkan kabur!’’ seru Naruto.


‘’Yosh! Aku menang! Kita menang!’’ girang Naruto.


Push!


Saat itu juga ketiga ular tadi menghilang, membuat Naruto bingung. Hal itu juga membuat hewan Kuchiyose yang ia panggil ikut menghilang.


‘’Aku menyerah,’’ kata seorang pria yang muncul dari balik pohon.


Obito, Rin, dan Kakashi akhirnya tiba.

__ADS_1


‘’Eh? Di mana ularnya?’’ tanya Obito.


Naruto tersenyum penuh kemenangan. ‘’Heh, jangan khawatir. Ularnya ada di depan kita.’’


Ketiga anak itu terdiam dengan wajah loading sambil menatap pria di hadapan mereka.


‘’Apa?! Maksudmu pria ini? Jadi dia adalah manusia ular!’’ pekik Obito.


‘’Baka! Tentu saja bukan, mana ada manusia ular di era ini?’’ tanya Naruto.


‘’Lalu bagaimana dengan Sannin Orochimaru? Beliau pernah berubah menjadi ular lalu kembali menjadi manusia. Apakah tidak masuk hitungan?’’ tanya Obito.


Naruto mengerutkan dahi sambil berpikir.


Kenapa kau memikirkannya begitu serius? Mereka berdua ini, kata Kakashi dalam hati.


‘’Kenapa membahas orang yang keberadaannya tidak ada di sini?!’’ omel Naruto.


Lalu kenapa wajahmu begitu serius setelah mendengar kata-kataku tadi? Dasar, kata Obito dalam hati dengan wajah bodohnya.


‘’Intinya kita sudah menangkap pelaku yang menyebabkan kekacauan ini. Melihat ukuran besar ularnya yang sama dengan rivalku, aku langsung tahu kalau ketiga ular tadi adalah hewan Kuchiyose. Tapi, aku tidak menyangka, penggunanya menyerahkan diri secara langsung,’’ kata Naruto.


Obito mengerutkan dahi. ‘’Rival? Siapa rivalmu yang juga memiliki hewan Kuchiyose ular seperti pria ini?’’

__ADS_1


Deg!


__ADS_2