God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 135 One on Six


__ADS_3

‘’Apa? Dia berhasil mengalahkan semua hewan ini hanya seorang diri?’’ tatap Naruto tidak percaya.


Mereka pun melihat keenam Pain dan sosok itu saling berhadapan.


‘’Touchan, kita harus membantunya,’’ kata Naruto hendak bergegas.


Minato menarik tangan anak itu untuk menghentikannya. ‘’Kau tidak perlu khawatir. Dia dalam kondisi Sennin Mode.’’


‘’Tapi? Semua orang sangat kewalahan melawan keenam Pain itu, bagaimana dengan dirinya yang hanya seorang diri?’’ tanya Naruto.


‘’Kau belum tahu seberapa kuat orang itu. Setelah tujuh hari masuk ke akademi, dia langsung dipromosikan menjadi Jounin,’’ kata Asuma.


‘’Apa?!’’pekik Ino.


‘’Hanya tujuh hari di akademi, dan dia langsung dipromosikan menjadi Jounin?!’’ pekik Choji.


‘’Kalau tidak salah, umurnya waktu itu adalah 12 tahun,’’ kata Guy.


Rock Lee dan Tenten terbelalak. ‘’Du-Dua belas tahun?!’’


‘’Dan sudah menjadi Jounin di umur seperti itu,’’ kata Neji.


‘’Bukankah dia seperti Kakashi sensei? Kudengar Kakashi sensei juga dipromosikan menjadi Jounin saat umurnya masih 12 tahun,’’ kata Shino.


‘’Itu benar. Tapi, dia mengalahkan rekor Kakashi, bahkan aku bisa menjamin kalau kekuatannya berada di atas semua Jounin di desa ini,’’ kata Asuma.


‘’Semua Jounin? Apakah Kakashi sensei juga termasuk?’’ tanya Sakura.


Asuma membenarkan pertanyaan itu. Guy melontarkan tatapan serius dengan wajah sok keren.

__ADS_1


‘’Bukan hanya itu. Sandaime-sama juga menganggap kemampuan orang itu setara dengan seorang Hokage sebelum dia dipromosikan menjadi Jounin,’’ kata Guy.


‘’Hanya dua orang di desa yang bisa menandangi kekuatannya, yaitu ayah dan Yondaime Hokage,’’ kata Asuma.


‘’Ho-Hokage?!’’ pekik Naruto dan yang lainnya bersamaan.


‘’Dia berhasil menyingkirkan Kakashi, karena itulah dia adalah….’’


Para Genin menatap Guy dengan tatapan serius, menunggu lanjutan kalimatnya.


‘’Dia adalah?’’ tanya Naruto.


‘’Dia adalah … Rival nomor satuku, lalu Kakashi berada di nomor dua!’’ kata Guy percaya diri membuat para Genin terjatuh dengan wajah bodoh mereka.


Naruto dan yang lainnya memasang wajah kusut dan lebih memilih menatap sosok berambut kuning yang bertarung dengan keenam Pain.



Kekuatannya berada di atas semua Jounin di desa ini, dan hanya dua Hokage yang bisa menandinginya. Itu berarti, Itachi berada di bawahnya, kata Sasuke dalam hati.


......................


Sosok berambut kuning menatap keenam Pain.


‘’Ternyata kau menguasai Sennin Jutsu yang sama dengan Jiraiya sensei,’’ kata Pain.


‘’Apa yang kau lakukan ini tidak mencerminkan dirimu sebagai murid Ero Sennin. Karena itulah, aku datang untuk menghentikanmu,’’ kata anak berambut kuning.


‘’Menghentikanku demi para pendosa seperti mereka?’’ tanya Pain.

__ADS_1


‘’Kenapa kau tidak ingin mende—‘’


Ucapannya terpotong saat melihat Shuradou Pain yang penampilannya seperti robot, mengeluarkan rudal dan senjata api dari tubuhnya, sambil memunculkan empat tangan dan dua wajah baru.


Sosok berambut kuning menghindar dan menyerang bagian punggung Pain robot tadi. ‘’Rasengan!’’


Chikusodou Pain kembali menyerang dengan jarak dekat.


‘’Kuchiyose no Jutsu!’’


Minato menatap katak orange dengan warna ungu di bagian mulut dan kelopak matanya. ‘’Itu, kan? Tidak mungkin."


‘’Gammakichi!’’


‘’Apa? Dia masuk ke dalam mulut katak itu bersama salah satu Pain,’’ tatap Shikamaru.


Tidak lama kemudian, ledakan dari dalam mulut Gammakichi terdengar sambil asap keluar. Ia membuka mulut dan mengeluarkan kedua orang itu dengan tewasnya Chikusodou Pain.


Sosok berambut kuning kembali membuat dua kloning yang membantunya menciptakan gumpalan chakra menyerupai shuriken. ‘’Senpou : Rasenshuriken!’’


Deg!


Kushina dan Minato tersentak melihat serangan itu.


‘’Bukankah itu serangan yang sama yang menyerang Kyuubi waktu itu?’’ kata Kushina.


Jadi, orang yang melakukan serangan itu adalah kau, kata Minato dalam hati sambil tersenyum.


Pain dan yang lainnya menghindar, kecuali Ningendou Pain berambut panjang yang memiliki kemampuan menarik arwah dengan menyentuh kepala korban. Ia mengorbankan dirinya dan terkikis sedikit demi sedikit oleh serangan tadi.

__ADS_1


__ADS_2