
Hiruko yang melihat katak besar itu langsung mengingatkannya kepada Jiraiya. Saat itu juga, Kakashi dan yang lainnya juga telah tiba. Naruto #1 tidak menyangka mereka semua menyusulnya, membuat dirinya berterima kasih.
Melihat hubungan pertemanan itu, Hiruko kembali berdecih karena keinginan menjadi kuat dan dikelilingi banyak teman malah dimiliki semua oleh Naruto #1.
‘’Sekelompok orang lemah dan berisik! Aku tidak perlu melihat ini semua!’’ seru Hiruko menggigit ibu jari kanannya, lalu menekan telapak tangan kirinya.
Ia pun memukul tanah. ‘’Kuchiyose!’’
‘’Gammakichi, aku serahkan hewan itu kepadamu bersama para Genin. Sedangkan Hiruko adalah bagian kami para Jounin,’’ kata Naruto #1.
‘’Heh, kau bertingkah seperti Hokage saja yang memberikan perintah kepada kami. Tapi, Obito-sama ini tidak akan kalah darimu,’’ kata Obito mengepalkan tangan lalu menepuk telapak tangan satunya.
Naruto #1 tersenyum sambil mengangguk. Ia kembali menatap Hiruka sambil melakukan hal yang sama yang dilakukan Obito tadi. ‘’Yosh, semua orang memiliki semangat api di sini. Sang Raja adalah anak-anak yang akan menjadi generasi masa depan dari desa.’’
Asuma dan Shikamaru bersamaan menoleh dengan wajah terkejut ke arah Naruto #1.
‘’Desa yang sangat aku cintai, aku akan melindunginya untuk anak-anak dattebayo!’’
Perkataannya kenapa begitu sangat persis dengan Asuma, kata Shikamaru dalam hati.
Kata-kata itu … Dia melakukan hal yang sama untuk melindungi desa seperti diriku, kata Asuma dalam hati.
‘’Iku zo, minna!’’ teriak Naruto #1.
‘’Un!’’ seru semuanya.
__ADS_1
Gammakichi pun melompat dan menggunakan pedang untuk menangkis serangan hewan chimera tadi.
Melihat semua orang menghampirinya, membuat Hiruko melonggarkan perban di sekitar lengannya. ‘’Surashin Bandagesu!’’
Ia mengalirkan chakra ke perban di sekitar lengannya untuk memanipulasi sehingga dengan mudah mengiris batu.
Para Jounin menghindar dan melakukan serangan dari segala arah secara bersamaan. Mereka pun melakukan segel tangan.
‘’Konoha Tsumujikaze!’’ seru Guy melakukan handstand dengan kaki terentang untuk menciptakan angin.
‘’Katon : Haisekishou!’’ seru Asuma mengeluarkan asap bubuk mesiu yang dialiri chakra api yang akan membakar lawannya setelah memantiknya dengan gigi.
‘’Magen : Hanagasumi!’’ seru Kurenai menjebak Hiruko dalam kuncup bunga yang akan meledakkannya di dalam.
Tercipta awan petir besar yang langsung menghapus bersih semua serangan tadi dalam sekejap. Semakin lama semakin besar, sehingga para Jounin yang melihatnya menganggap awan petir itu berfungsi untuk menyerap chakra.
Cukup lama Gammakichi bertarung hingga mencapai batas waktu membuatnya menghilang. Melihat hal itu, membuat para Genin mengambil alih.
Naruto #2 menepuk telapak tangan kiri dengan kepalan tangan kanannya. ‘’Kita juga tidak boleh kalah dari para Jounin dattebayo!’’
‘’Bosui no Jutsu!’’ seru Shino menggunakan serangga dalam jumlah besar untuk berputar untuk menahan gerakan hewan chimera yang terbang di atas.
Chouji melemparkan sebuah bola kecil lalu memakannya. ‘’Cho Baika no Jutsu!’’
__ADS_1
Ia pun melompat dan berputar seperti roda dengan kecepatan tinggi. ‘’Nikudan Haru Sensha!’’
Setelah membentur hewan chimera, Kiba dan Akamaru berlari untuk memberi serangan susulan. ‘’Gatsuuga!’’
Keduanya berputar layaknya sebuah bor untuk menembus masing-masing sayap hewan chimera.
Hinata #2 dan Neji muncul dari atas sambil melepaskan jubah mereka dan melayangkan pukulan di masing-masing kedua sisi. ‘’Hakke Rokujuuyon Shou!’’
‘’Konoha Senpuu!” seru Rock Lee muncul dan memblok penglihatan hewan chimera yang berlari tadi sehingga hilang keseimbangan.
Naruto #2 di sisi depan dan Sasuke di sisi belakang melukai bagian kaki hewan chimera untuk menjatuhkannya. ‘’Chidori! Rasengan!’’
Shikamaru menggunakan jurus yang mengeluarkan bayangan menjadi benda padat untuk mengait hewan chimera. ‘’Kage Nui no Jutsu!’’
‘’Ninpou : Choju Giga!’’ seru Sai yang memberikan tumpangan kepada Sakura.
‘’Shitenshin no Jutsu!’’ seru Ino mengambil kesadaran hewan itu untuk membuka celah kepada Sakura.
Burung chakra tadi membawa Sakura ke garis depan. Gadis berambut panjang pink itu pun mengepalkan tangan dengan urat-urat yang menegang. ’’Oukashou….’’
Ia pun melompat dan memukul tanah. ‘’Shannarou!’’
Tanah pun menjadi retak membuat pijakan kaki yang diinjak hewan chimera menjadi runtuh. Hewan itu pun terjebak ke dalam tanah.
Tenten melepaskan banyak gulungan yang berubah menjadi ribuan kunai yang ditempelkan kertas bom untuk menyelimuti seluruh sisi hewan chimera. ’’ Soushouryuu!’’
Boom! Boom! Boom! Boom! Boom!
__ADS_1