
‘’Asuma!’’ pekik Shikamaru kehilangan jejak pria itu.
Ketiga anak itu menghampiri tempat Asuma berdiri tadi, dan mencari keberadaan pria itu.
‘’Apa? Apa yang terjadi?’’ tanya Choji.
‘’Di mana Asuma sensei?’’ tanya Ino.
Shikamaru berdecih. ‘’Mendokuse. Mereka menangkapnya.’’
......................
‘’Sensei menurut Anda kenapa semua o—‘’
Mata Hinata membulat. ‘’Ah’’
Shino dan Kiba yang mencari di sekitar, langsung menoleh saat mendengar teriakan Hinata. Keduanya pun menghampiri gadis itu.
‘’Ada apa Hinata? Kenapa kau berteriak?’’ tanya Kiba.
‘’Lalu di mana Kurenai sensei?’’ tanya Shino.
‘’Itulah masalahnya. Tadi, aku dan sensei hanya berbincang tapi dia tiba-tiba tidak ada,’’ jawab Hinata.
......................
‘’Byakugan!’’ seru Neji.
Neji menatap ke sekitar dan tidak melihat aliran chakra yang mencurigakan.
‘’Guy sensei! Bisakah kau mendengarku?! Guy sensei!’’ teriak Rock Lee.
‘’Bagaimana ini? Kita kehilangan Guy sensei,’’ cemas Tenten.
Rock Lee dan Tenten berjalan menghampiri Neji. ‘’Apakah kau menemukan sesuatu?’’
__ADS_1
‘’Tidak ada,’’ jawab Neji yang matanya kembali normal.
......................
Sejak tadi, Ino mengeluh sambil menatap Shikamaru yang duduk tenang di potongan batang pohon.
‘’Pertama-tama, kita harus menghubungi tim lain, lalu menghubungi Konoha seperti yang diperintahkan Tuan Hokage,’’ kata Choji.
Ino mengangguk, dan kedua anak itu bergegas. Namun, Shikamaru menghentikan mereka.
‘’Mattaku! Apa yang ditakutkan Yondaime-sama malah terjadi. Mungkin kita bisa berasumsi kalau kejadian yang sama terjadi pada kaptem tim lain,’’ kata Shikamaru.
‘’Tim lain?’’ tanya Ino.
‘’Jadi, bukan hanya kita?’’ tanya Choji.
Shikamaru mengangguk. ‘’Semuanya ditinggalkan. Sebelum kapten kita menghilang, hanya Tim 7 yang tidak memiliki kapten. Aku hanya berharap tidak bertengkar satu sama lain saat ini, karena mereka punya orang yang sering menimbulkan masalah.’’
......................
‘’Teme!’’ seru Naruto.
‘’Tunggu, kau pecundang!’’ kata Sasuke.
‘’Sudah aku bilang, aku tidak akan menyerah dattebayo,’’ kata Naruto.
‘’Tapi kau mau ke mana?’’ tanya Sakura.
‘’Ya, aku tidak tahu juga, tapi….’’
Sasuke berhasil menyamai dan sudah berada di samping Naruto. ‘’Apa kau benar-benar putra Yondaime Hokage?’’
Mendengar hal itu membuat Naruto mendarat begitu juga kedua anak lainnya.
‘’Apa katamu?’’ tanya Naruto menarik kerah leher baju Sasuke.
__ADS_1
‘’Apa kau kira Hokage mengirim kita keluar tanpa membuat usaha pencegahan sama sekali?’’ tanya Sasuke tenang.
Naruto terbelalak dan melepaskan cengkeraman tangannya.
‘’Aku melihat kunai spesial Hokage yang dititipkan pada semua kapten, sebelum berangkat. Kunai yang dia tandai saat memakai Ninjutsu Teleportasi. Selama ada tanda itu di sana, dia bisa melacak siapa pun di mana pun. Hanya Yondaime Hokage yang bisa memakai ninjutsu itu,’’ kata Sasuke.
‘’Ayahku itu memang keren dattebayo,’’ kata Naruto.
‘’Lalu kenapa anaknya seperti ini?’’ tanya Sakura dengan wajah bodohnya.
‘’E-Eh? Sakura-chan, apa yang kau katakan,’’ kata Naruto.
......................
Shikamaru yang duduk sambil menopang dagunya memasang wajah bodoh. ‘’Aku juga bisa melihat kalau Lee pasti pusing karena Guy sensei menghilang.’’
Seperti yang dikatakan Shikamaru, dua anggota lainnya menenangkan Rock Lee yang tidak bisa diam.
‘’Tenanglah,’’ kata Neji dan Tenten.
‘’Hiks, bagaimana aku bisa tenang? Apa peraturan ninja yang mengatakan tidak boleh menangis lebih penting bagi kalian daripada nyawa Guy sensei?’’ isak Rock Lee.
Tenten mulai risih karena Neji yang berusaha membujuk Rock Lee tidak berhasil. Tidak punya pilihan lain, ia pun mengeluarkan gulungan ninja dan memberi rantai yang memiliki beban berat kepada kaki Rock Lee.
Rock Lee yang hendak lari, langsung terjatuh dan mencium tanah.
Kembali ke tim Asuma, dimana Shikamaru seperti menceritakan dongeng saja kepada Ino dan Choji.
‘’Jadi, para pemain kuncinya adalah tim Kurenai,’’ kata Shikamaru.
‘’Kenapa begitu?’’ tanya Choji.
‘’Kiba dapat mencium bau, Byakugan Hinata dan Serangga Shino, dengan kemampuan sensorik mereka menemukan lokasi tim lain lebih mudah. Dalam situasi seperti ini, panik dan pergi tanpa tujuan adalah musuh terburuk kita. Jadi sebelum kita bergabung dengan tim Kurenai, lebih baik istirahat di sini,’’ kata Shikamaru.
__ADS_1
Ino dan Choji mengangguk mengerti dan memilih menunggu tim Kurenai menemukan mereka, kemudian baru menghampiri tim yang lain.