God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 89 #2


__ADS_3

Minato muncul sambil menguap. ‘’Ini masih pagi dan kalian sudah ribut.’’


‘’Itu karena Naruto tidak mau memakai baju lain selain pakaian yang kau belikan untuknya dattebane,’’ kata Kushina.


Kedua orang itu menoleh karena tidak mendengar lagi suara Naruto yang berteriak.


Kushina kembali memasak dan Minato duduk di kursi. Tidak lama kemudian Naruto muncul sambil tersenyum menampilkan deretan giginya.


‘’Ayah, Ibu, bagaimana dengan baju ini?’’ tanya Naruto muncul membuat kedua orangtuanya menoleh.


Deg!


Minato dan Kushina bersamaan tersentak melihat Naruto memakai baju yang sama dengan Naruto yang mereka temui pertama kali.



‘’Na-Naruto?’’ tatap keduanya.


‘’Iya ada apa?’’ tanya Naruto yang salah mengartikan ucapan kedua orangtuanya.


Kedua pasangan itu sebenarnya menyebut pemilik nama yang pertama, meskipun mereka menamainya dengan nama yang sama.


Hinata yang telah tumbuh remaja juga muncul dari balik pintu. Ia sama terkejutnya dengan kedua orang tadi. ‘’Na-Naruto-kun?’’


‘’Kenapa semua terkejut melihatku? Aa, pasti karena baju ini membuatku terlihat keren, ya? Dattebayo,’’ kata Naruto.


Bukan wajah dan sikap yang saja mirip, tapi selalu menambahkan kata ciri khas di akhir kalimat juga sangat sama persis. Ya, itu karena mereka adalah orang yang sama meskipun dari dunia berbeda wkwk.


‘’Dari mana kau mendapatkan baju itu?’’ tanya Kushina.


‘’Kalau tahu kalian membelikan baju sebagus ini, seharusnya aku memakai yang ini saja. Oh iya, mulai sekarang aku akan memakai baju orange ini, dan Ibu tidak perlu memperbaiki lagi baju yang biasa aku pakai,’’ kata Naruto.


Naruto langsung mengambil roti yang keluar dari panggangan dan membuka jendela. ‘’Itte kimasu!’’

__ADS_1


‘’Naruto! Itu tidak sopan dengan keluar melalui jendela? Ada pintu di sebelah dattebane,’’ tegur Kushina.


‘’Hari ini kami akan dibagi menjadi tim, jadi aku harus bergegas,’’ kata Naruto.


Minato menghela nafas. ‘’Selalu saja begini.’’



‘’Kau terlalu memanjakannya! Kenapa tidak memarahinya juga?’’ tanya Kushina.


‘’Ya … Iya,’’ kata Minato dengan wajah kaku.


Hinata yang melihatnya hanya tersenyum dan ikut bergabung.


‘’Hinata juga ada pertemuan sesama Jounin. Kau juga harus bergegas,’’ kata Minato.


‘’Iya,’’ senyum Hinata sambil mengangguk.


......................


‘’Hihi, mereka juga menatapku dengan raut wajah yang sama. Sepertinya baju ini membuatku bersinar dattebayo,’’ kata Naruto.


Saat ia tiba di akademi pun, semua orang menatap Naruto sambil berbisik. Namun, salah satu Jounin dengan polos memanggilnya.


‘’Oh Nigou(Kedua/Nomor dua)!’’


‘’Guru alis tebal, namaku Naruto dattebayo,’’ kata Naruto.


Naruto pun tiba di kelas dan sudah melihat semua teman seangkatannya menunggu. Ia tidak sabar menunggu hasil pembagian tim.


Asuma muncul membuat Naruto menyapa. ‘’Apakah kau yang akan menjadi guruku? Ore wa Uzumaki Naruto, ninja dattebayo. Aku akan menjadi Hokage suatu saat nanti.’’


‘’Nigou, kau terlalu bersemangat. Nara Shikamaru, Akimichi Choji, Yamanaka Ino. Nama yang aku sebutkan tadi harap segera bergegas. Kita ada misi!’’ perintah Asuma.

__ADS_1


Ino melambaikan tangan. ‘’Aku pergi Sasuke-kun.’’


Gadis berambut panjang pink langsung menjadi marah. ‘’Humph! Pergi saja sana baka Ino!’’


‘’Yosh! Berikutnya pasti adalah guru kami,’’ kata Naruto.


‘’Hehe, tidak, tidak. Kami bertiga yang akan segera menyusul,’’ kata anak laki-laki dengan seekor anjing di kepalanya.


Muncul sosok wanita berambut hitam dengan pakaian motif merah dan putih. ‘’Yuhi Kurenai. Nama yang aku sebutkan nanti segera ikut bersamaku. Aburame Shino, Hyuga Hinata dan Inuzuka Kiba.’’


Kurenai menoleh ke arah Naruto sebelum pergi. ‘’Nigou, benar-benar mirip.’’


Naruto memasang wajah bodohnya dan kembali ceria. ‘’Kalau begitu yang berikutnya dattebayo.’’


Muncul sosok Guy membuat Naruto sudah tahu pria itu akan berkata apa. ‘’Nigou, kita ketemu lagi. Selain itu, Hyuga Neji, Uchiha Tenten, dan Rock Lee! Kita harus menikmati masa muda, maka dari itu bakarlah semangat kalian!’’


‘’Osu! Guy Sensei! Kami akan menyerahkan seluruh jiwa kami!’’ balas Rock Lee membara.


Naruto menghela nafas karena hanya tersisa mereka bertiga di ruangan itu. Tidak lama kemudian, muncul tiga sosok membuat ketiga anak itu menoleh.


‘’Apakah mungkin kalian bertiga adalah Sensei kami? Bukankah itu terlalu banyak dattebayo?’’ tanya Naruto.


Pria yang menggunakan sebelah penutup mata terbelalak. ‘’Oee Kakashi, Rin … Aku dengar rumornya setelah kembali dari menjalankan misi, dan ternyata benar-benar mirip.’’


‘’Mm? Mirip?’’ tanya Naruto memiringkan kepala.


Pria yang tidak lain adalah Obito mengacungkan jempol. ‘’Nigou!’’


‘’Hm, Nigou,’’ senyum Rin.


‘’Uzumaki Naruto, Uchiha Sasuke, Haruno Sakura, ka?’’ tatap Kakashi.


Naruto merasa bingung melihat ninja yang menyapa, memanggilnya dengan nama yang sama.

__ADS_1


‘’Argh! Kenapa mereka semua memanggilku seperti itu setelah aku memakai baju ini dattebayo?’’


__ADS_2