God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 51 Gerbang An


__ADS_3

Ketiga anak itu terbelalak mendengar ucapan Naruto.


‘’Sangat beruntung kalian masih bisa berkumpul dengan rekan kalian, tapi … Jika kau kehilangan salah satunya, maka sekeras apa pun kau berusaha, kau tidak akan pernah bisa mengembalikannya dattebayo,’’ kata Naruto.


Obito menghela nafas dengan wajah lesu.


‘’Memang benar kalau kehilangan seseorang terdekat itu menyakitkan. Tapi, tidak perlu latihan mengasah kerjasama tim setiap hari juga. Bukankah kita akan latihan untuk menjadi lebih kuat?’’


‘’Hanya kali ini saja, setelah itu kalian bebas ingin melakukan apa pun,’’ kata Naruto.


‘’Baguslah kalau kau mengerti,’’ kata Obito bangkit.


Karena latihan hari ini sangat menguras tenaga, membuat ketiga anak itu ingin cepat pulang dan membersihkan diri. Namun, niat mereka terhenti saat Naruto mengajaknya ke suatu tempat.


......................


Ichiraku Ramen



‘’Wah, wah. Kebetulan aku sangat lapar, kenapa tidak bilang dari tadi kalau kau ingin mengajak kami kemari setelah latihan?’’ tanya Obito.


Tidak lama kemudian, empat mangkuk berisi ramen dengan porsi yang sama tiba. Keempat anak itu mengatupkan kedua tangan. ‘’Itadakimasu!’’


‘’Oishii,’’ kata Rin.


‘’Jadi ini ramen Teuchi yang waktu itu, ya?’’ tanya Kakashi.


Kakashi dan Rin menikmati ramen itu dengan tenang, sedangkan Obito dan Naruto sangat bersemangat makan ramen.



"Yosh! Ayo bertanding Naruto! Orang yang pertama kali menghabiskan ramen adalah pemenangnya!" seru Obito.

__ADS_1


"Aku tidak akan kalah dattebayo!" balas Naruto.


Rin hanya tersenyum, sedangkan Kakashi memasang wajah bodohnya.


Kedua anak bodoh ini sangat heboh hanya karena berlomba makan ramen, kata Kakashi dalam hati.


......................


Setelah makan ramen keempat anak itu pun berjalan pulang. Obito dan Naruto bersamaan bersendawa dengan suara yang sedikit keras.


‘’Kalian berdua begitu mirip, ya?’’ tatap Rin.


Obito dan Naruto yang mendengarnya langsung saling bertatapan satu sama lain.


‘’Benar juga. Jika dilihat dari segi warna pakaian, keduanya menggunakan warna yang sama, orange dan navy. Meskipun pola bajunya berbeda,’’ kata Rin sekali lagi.


‘’Rambut mereka juga sama, hanya warna yang membedakan. Selian itu, mereka juga sama-sama bodoh,’’ kata Kakashi.


‘’Kau menyebalkan seperti biasa,’’ kata kedua anak itu kompak sebelum Naruto menambahkan dattebayo di akhir kalimatnya.


Rin hanya tersenyum melihat perdebatan rutin itu. Obito mengerutkan dahi sambil menatap Naruto.


‘’Tapi, hari ini kau sedikit aneh Naruto. Kau memprovokasi kami agar serius latihan dan mengerahkan seluruh kekuatan, bahkan tidak ragu menyerang. Lalu mentraktir kami makan ramen. Apakah ada sesuatu yang spesial terjadi hari ini? kau berulang tahun?’’ tanya Obito.


Naruto terkekeh. ‘’Tentu saja tidak. Ulang tahunku masih lama dattebayo, 10 oktober.’’


‘’10 oktober, ya? Hm, eh? 10 oktober?! Itu besok! Apanya yang lama? Otanjoubi omedetou Naruto!’’ seru Obito.


‘’Eto, ulang tahunku baru besok, kenapa kau sudah memberiku ucapan?’’ tanya Naruto.


Obito menatap Kakashi dengan senyuman penuh kemenangan. ‘’Ehe, aku yang pertama memberimu ucapan Naruto. Itu berarti Kakashi, kau kalah lagi dariku.’’


Naruto dan Obito adalah ras manusia yang sama jenis, sangat sulit menebak apa yang ada di dalam otak mereka berdua, kata Kakashi dalam hati.

__ADS_1


Naruto, Rin dan Kakashi hanya memasang raut wajah bodoh. Setelah itu, mereka berpisah.


......................


Malam semakin larut, membuat situasi di dalam desa sangat hening.


Gerbang An



Minato dan Kushina mengantar Naruto hingga di Gerbang An bersama beberapa shinobi yang mengawal.


‘’Itu, aku ingin mengatakan sesuatu. Sebenarnya be—’’ ucapan Naruto terhenti.


Anak itu kembali tersenyum menampilkan deretan giginya. ‘’Ahaha, sepertinya itu tidak penting.’’


‘’Naruto,’’ tatap Kushina dengan wajah sendu.


Naruto menatap kedua pasangan itu dan membungkuk. ‘’Yondaime-sama, Kushina-sama … Doumo arigatou gozaimasu(Terima kasih banyak). Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan Anda berdua yang telah menerimaku sejak aku datang kemari.’’


‘’Jaga dirimu baik-baik. Misi ini sangat rahasia, jadi jangan sampai gagal,’’ kata Minato.


‘’Hai, wakarimashita(Aku mengerti)!’’ kata Naruto menatap kedua pasangan itu.


Naruto masih diam di tempatnya. Ia menggigit bibir bawahnya sambil mengepalkan tangan. Rasanya tidak sudi meninggalkan ayah dan ibunya saat ini setelah ia memiliki kesempatan hidup bersama mereka.


Melihat hal itu membuat Minato dan Kushina sedih. Keduanya juga tidak merelakan kepergian Naruto, tapi situasi memaksa.


Deg!


Naruto tersentak karena Kushina dan Minato memeluknya. Matanya kembali berkaca-kaca, membuat Naruto membalas pelukan itu.


Minato dan Kushina melepaskan pelukan mereka sambil Naruto menyeka air matanya. Ia kemudian berjalan ke arah Sandaime.

__ADS_1


__ADS_2