
Tenten menatap ke belakang dengan wajah cemas. ‘’Mereka akan memarahi kita.’’
‘’Aku tidak bisa membiarkan Naruto-kun dalam bahaya,’’ kata Hinata.
Sai yang menatap kepergian Naruto hanya memasang wajah datar. ‘’Dia itu bodoh atau apa?’’
Tenten menoleh karena menyadari suara semak. Matanya membulat melihat Hinata menyelinap untuk kabur.
‘’Haa, dia memang bodoh, dan kebodohannya itulah yang membuat kami semua kerepotan,’’ kata Kiba.
Tenten kembali menatap semua orang dan berusaha memberitahu mereka.
Shikamaru menghela nafas panjang setelah melihat Naruto pergi. ‘’Saiaku da(Ini benar-benar buruk).’’
Melihat semua orang sedang dalam keadaan kesal, membuat Tenten tidak punya pilihan. Ia pun menyusul Hinata pergi tanpa yang lainnya menyadari hal itu. (Tenten teringat)
Hiks, Neji akan sangat marah kepadaku, kata Tenten dalam hati.
Hinata mengaktifkan Byakugan untuk menuju ke lokasi Naruto sambil dikuti oleh Tenten.
......................
Danzo menatap para ANBU bawahannya yang bersujud.
‘’Kejadian ini merupakan akhir dari era Minato. Bagaimanapun, kita tidak bisa membiarkan keenam Pain menghancurkan desa kita. Jadi, aku telah mengatasi semua kemungkinan. Kita akan tetap berada di bawah tanah sampai kekacauan ini selesai,’’ kata Danzo.
Salah satu ANBU bertopeng panda mata empat mendongakkan kepala. ‘’Bukankah kita seharusnya membantu?’’
‘’Jika Anda mengambil keuntungan dari situasi ini, bukankah tidak ada artinya jika seluruh seisi Desa Konoha mati?’’ tanya ANBU bertopeng burung.
__ADS_1
Danzo memberitahu mereka kalau Tsunade masih ada yang bisa menyebarkan Katsuyu untuk mengobati semua orang.
‘’Meski begitu, ada sebagian nyawa yang telah melayang. Hatake Kakashi, Uchiha Obito dan yang lainnya telah melakukan tugas mereka dengan baik, begitu juga dengan Hiruzen, sahabatku. Tapi bagiku, itu adalah pengorbanan yang diperlukan … Agar aku bisa menjadi Hokage,’’ kata Danzo.
Kalau Hiruzen bisa mati, kenapa Minato tidak? Kurasa semua orang akan bersiap untuk berduka, kata Danzo dalam hati.
......................
Pain menyerang Naruto empat ekor dengan menembakkan besi untuk menangkapnya. Naruto empat ekor menghindar sambil berlari terus dan itu membuat Pain kesal. Tidak ingin membuang waktu, ia menghempaskan Naruto empat ekor.
‘’Grr!’’
Naruto empat ekor melayang karena dikendalikan oleh Pain.
Hinata dan Tenten serta Shikamaru dan yang lainnya terbelalak melihat hal tersebut. Saat itu juga, mereka sadar kalau sosok empat ekor yang melayang itu adalah Naruto. Mereka tersentak karena Naruto dihempaskan ke bawah.
Kushina dan Minato kembali berteriak. Kali ini Pain berhasil menangkap Naruto.
‘’Grr!’’ geram Naruto.
Pain menghunuskan besi di antara tumpukan kedua tangan Naruto.
‘’Arg! Grr!’’
Beberapa besi membatasi tubuh Naruto yang dalam posisi tengkurap untuk menyerap chakra-nya. Kushina dan Minato yang dalam posisi bersandar juga tidak bisa melakukan apa pun.
Minato yang terhubung dengan jurus ayah Shikamaru langsung memerintah semua orang agar menuju ke lokasinya untuk menyelamatkan Naruto.
Tapi bagaimana dengan para Pain?
__ADS_1
Jangan khawatir karena mereka juga akan menuju kemari, kata Minato.
Para ANBU dan shinobi yang melawan masing-masing Pain langsung mundur dan menuju ke arah jam 9 sisi desa. Itachi dan Shisui juga langsung meninggalkan Konan dan Jigokudou Pain.
Tidak lama kemudian, Pain menatap ratusan orang yang mengelilinginya. Hinata tiba bersama Shikamaru dan lainnya yang berhasil menyusul.
‘’Naruto-kun?’’ tatap Hinata.
‘’Setelah ini aku akan mendengar penjelasanmu,’’ kata Neji.
Tenten tersenyum kaku karena ia sudah menduganya.
‘’Yondaime-sama! Kushina-sama!’’ seru beberapa shinobi yang menghampiri mereka.
Pain menghempaskan orang-orang yang berusaha mendekati Kushina dan Minato. ‘’Aku tidak akan membiarkanmu melepaskan besi itu dari tubuh mereka.’’
‘’Kalian mengabaikan kedelapan hewan Kuchiyose dan para Pain demi menolong anak ini?’’ tanya Pain.
Setelah Uchiha Fugaku memastikan telah mengevakuasi semua warga ke tempat yang aman, bersamaan pemberitahuan dari tuan Nara, membuat mereka tidak ragu untuk mundur dan langsung menuju ke lokasi Yondaime Hokage.
‘’Sampai rela mengorbankan nyawa kalian demi Hokage dan desa yang dipenuhi pendosa seperti ini … Kalian semua tidak pantas untuk hidup,’’ kata Pain.
Tidak lama kemudian lima sosok Pain telah tiba.
‘’6 orang tidak akan bisa melawan ratusan orang yang bersatu!’’ kata Asuma.
‘’Tapi 6 orang bisa membinasakan dunia ini dalam sekejap,’’ kata Pain mengulurkan tangan.
Semua shinobi langsung melakukan segel tangan dan menyerang secara bergiliran.
__ADS_1