God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 110 Tim Jiraiya


__ADS_3

Shikamaru dan yang lainnya menoleh karena reaksi Tim 7 barusan.


‘’Naruto, apa kau mengenal mereka bertiga?’’ tanya Shikamaru.


Naruto menatap sosok berambut orange. ‘’Dia….’’


Belum sempat Naruto melanjutkan kalimatnya, sosok berambut orange tadi memotong ucapannya sambil melakukan pose.



‘’Hei, lama tidak bertemu! Dilatih oleh Katak Besar di Myobokuzan, yang juga dikenal dengan Pertapa Katak. Kami adalah trio Amegakure, yang dikenal sebagai Tim Jiraiya, ingat itu dan biarkan kehadiran diketahui!’’ kata Yahiko dengan logat lebay yang sama dengan Jiraiya.


Semua terbelalak. ‘’T-Tim Jiraiya?’’


‘’Jiraiya? Apa maksudmu Jiraiya salah satu Sannin Legendaris itu?’’ tanya Shikamaru.


‘’Laki-laki keren dan bijaksana yang pancaran pesonanya tidak tertahankan?’’ tanya Ino.


‘’Mm, sampai membuat semua gadis jatuh hati padanya dengan cepat,’’ lanjut Hinata.


‘’Hanya dia yang bisa menggunakan senjutsu sebelum Yondaime-sama juga menguasainya,’’ kata Neji.


‘’Dia adalah pria yang memiliki semangat hidup seperti Guy sensei,’’ kata Rock Lee.


‘’Dan Laki-laki yang dikagumi oleh semua orang di Konoha,’’ kata Choji.


‘’Tidak, bukan di Konoha saja, tapi semua orang dari penjuru desa mengenalnya,’’ kata Kiba.


‘’Dia adalah master yang paling diinginkan,’’ kata Shino.


‘’Dia adalah ninja yang hebat. Sangat beruntung bisa dilatih olehnya,’’ kata Tenten.

__ADS_1


Naruto yang mendengarnya langsung memasang wajah bodoh, seolah-olah rohnya sedang keluar dari tubuhnya setelah mendengar semua itu.


Ero Sannin hanyalah seorang pria mesum dattebayo, kata Naruto dalam hati.


‘’Dia adalah Yahiko, pemimpin Akatsuki,’’ kata Sasuke.


‘’Lalu dua orang yang bersamanya adalah Konan dan Nagato. Kenapa mereka ada di sini?’’ tanya Sakura.


‘’Kalian mengenal Ero Sannin?’’ tanya Naruto.


Yahiko menoleh ke arah anak itu. ‘’Yo, kita bertemu lagi Nigou.’’


Seperti biasa, semua anak-anak itu terbelalak karena Yahiko memanggil Naruto dengan sebutan tadi yang hanya terjadi di Konoha.


‘’Ya, kami mengenalnya. Dia menyelamatkan nyawa kami dan menjadi guru ninjutsu kami,’’ jawab Nagato.


Naruto terbelalak. ‘’Jadi bukan kalian yang menculik Kakashi sensei dan yang lainnya?’’


‘’Menyelamatkanmu?’’ tanya Shikamaru.


‘’Um, ya. Mereka datang membantu saat kami menjalankan misi,’’ jawab Naruto.


‘’Jangan khawatir. Kami bukan musuh kalian,’’ kata Konan.


‘’Kenapa kalian ada di sini?’’ tanya Sasuke.


Nagato menatap anak dengan tampang dingin itu. ‘’Kami berempat sedang menyelidiki sesuatu di sekitar sini.’’


‘’Kami berempat? Apakah itu berarti orang itu juga ada di sini? Di mana dia?’’ tanya Naruto.


‘’Kami membagi dua tim untuk menyelidiki desa yang ada di sekitar sini,’’ jawab Yahiko.

__ADS_1


Naruto mengerutkan dahi. ‘’Membagi dua tim? Dia hanya seorang diri, sedangkan kalian ada tiga orang, apakah itu yang namanya membagi dua tim dattebayo?’’


Yahiko terbelalak hingga akhirnya tersenyum. ‘’Ttebayo? Yappari, kalian berdua ini memang mirip. Aku tidak menyangka ada sebuah kebetulan seperti ini. Jangan khawatir, dia orang yang kuat, bahkan jika seorang diri, anak itu bisa mengatasinya.’’


‘’Mendokuse. Sejak tadi kalian membicarakan apa, sih?’’ tanya Shikamaru.


‘’Kalau begitu, kami harus pergi,’’ kata Yahiko.


Naruto dan yang lainnya hanya menatap kepergian ketiga sosok tadi. Mereka pun juga bergegas untuk menyusul hingga mereka tiba di sebuah desa.



‘’Eh? Aku tidak tahu kalau ada desa juga di sini,’’ tatap Naruto.


Tanpa membuang waktu, mereka pun menuju ke desa tersebut. Situasi yang begitu aneh. Meskipun banyak orang tapi desa itu terlalu sunyi hingga mereka melihat seorang wanita berdoa.


‘’Mashima-sama, Mashima-sama, tolong lindungi anak-anakku. Tolong, tolong lindungi mereka dan jaga mereka.’’


Wanita tadi menoleh dan melihat ada begitu banyak anak. ‘’Sepertinya kalian bukan dari desa ini, siapa kalian?’’


‘’Oh? Kami adalah shinobi dari Konoha yang sedang menja—‘’


‘’Maaf sudah mengganggu. Kami hanya lewat dan mampir sebentar di desa ini,’’ jawab Shikamaru yang membengkap mulut Naruto.


Naruto menarik tangan Shikamaru setelah mengerti situasinya. ‘’Tapi apa ini?’’


‘’Ini Mashima-sama. Dia tidur di bawah tanah dan melindungi desa kami,’’ jawab sang wanita.


‘’Apakah pernah terjadi sesuatu di desa ini?’’ tanya Sakura.


Wanita itu menatap tanah dengan mata sendu. ‘’Kami hanya berusaha hidup tenang dan damai, agar tidak membangunkan Mashima-sama. Belakangan ini, ada satu orang yang memakai jubah hitam datang ke desa kami dan memperingati kami jika tempat ini dalam bahaya. Jadi, kami berdoa kepada Mashima-sama untuk meminta perlindungan.’’

__ADS_1


__ADS_2