God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 143 Naruto Bento


__ADS_3

Naruto #2 mengeryitkan alis dengan wajah malas sambil mengeluh. Setelah sarapan pagi, ia dan yang lainnya berkumpul di sekitar kantor Hokage. Namun, perasaannya menjadi kesal karena topik yang dibahas.


‘’Hm~ aku bukan Nigou dattebayo,’’ kata Naruto #2 cemberut.


Ia dan para Genin menatap Naruto #1 yang berkumpul bersama Jounin lainnya.


‘’Selama ini, aku hanya mendengar cerita dari orangtuaku dan yang lainnya. Tapi aku benar-benar tidak menyangka kalau Naruto yang dimaksud itu benar-benar mirip dengan Naruto yang ini,’’ kata Ino.


‘’Apa maksudmu Naruto yang ini? Aku Naruto yang asli dattebayo,’’ kata Naruto.


Kiba mengerutkan dahi. ‘’Tapi, bau kalian berdua sama. Tidak ada yang memperlihatkan bau palsu di antara keduanya.’’


‘’Aum!’’ teriak Akamaru membetulkan.


‘’Penciuman Kiba tidak pernah salah. Mungkin kalian berdua memang memiliki penampilan yang sama,’’ kata Shino.


‘’Un. Dia juga mengatakan dattebayo di akhir kalimatnya. Bukankah itu adalah ciri khasmu?’’ tanya Tenten.


‘’Kalau seseorang memiliki sedikit persamaan dengan orang lain itu wajar. Tapi yang ini berbeda. Mereka berdua terlihat sangat mirip dari segi bicara, pakaian, dan tingkah laku,’’ kata Neji.


‘’Setidaknya yang remaja itu tidak bodoh seperti yang satu ini,’’ kata Sasuke.


Naruto #2 langsung mengepalkan tangan. ‘’Nandatou?!’’


‘’Aku sangat takjub melihat kekuatannya. Dia mengalahkan enam Pain dan mengembalikan semua jiwa orang yang sudah mati, terutama nyawa ayahku. Aku jadi sangat menghormatinya,’’ kata Choji.


‘’Saat melihatnya langsung muncul, entah kenapa aku merasakan sesuatu yang sangat kuat dari dirinya,’’ kata Sakura.

__ADS_1


‘’Sandaime-sama bahkan juga mengakui kemampuannya setara dengan Hokage. Tidak salah lagi, dia adalah perwujudan sempurna dari sosok yang menjalani masa muda dengan penuh semangat api,’’ kata Rock Lee dengan mata berapi-api.


Rock Lee mengepalkan tangan. ‘’Sudah kuputuskan. Aku akan menjadi pengikut setianya!’’


‘’Haa,’’ kata Shikamaru yang hanya menghela nafas.


‘’Tapi, bagaimana kita akan membedakan mereka berdua?’’ tanya Hinata.


‘’Tentu saja memanggil orang itu seperti biasa, dan yang satunya di sini, memanggilnya dengan Nigou,’’ kata Sasuke meledek.


Naruto #2 benar-benar tidak tahan dengan pembicaraan itu, membuatnya memilih pergi. ‘’Ore wa Nigou janai dattebayo! Bleee!’’


‘’Heh? Benar-benar kekanakan. Sangat berbeda dengan Naruto yang hebat di sana,’’ kata Sakura.


......................


Ladang Bunga


Ia mengingat saat Naruto #1 muncul pertama kali di depannya. Lalu, bertarung melawan keenam Pain seorang diri. Selain itu, semua orang akrab dan sangat menyukainya. Memiliki kekuatan yang sangat hebat dan disukai semua orang, membuat Naruto #2 benar-benar iri.


‘’Mendoku—‘’ ucapan Naruto #2 langsung terpotong.


‘’Aku bukan Shikamaru. Jadi … Haa, dattebayo,’’ kata Naruto #2 memejamkan mata.


Menyadari bayangan ringan menghalangi wajahnya, membuat Naruto #2 membuka mata. ‘’Hinata?’’


Anak berambut kuning itu bangkit sambil menatap Hinata #2. ‘’Duduklah. Kenapa kau kemari?’’

__ADS_1


‘’Um, itu … Aku hanya mencemaskan Naruto-kun. Yang lain menuju ke restoran untuk makan. Ini juga sudah hampir siang,’’ kata Hinata #2.


"Kau tidak ikut dengan mereka?" tanya Naruto #2.


"Tidak. Itu karena aku membuatkan bekal untuk Naruto-kun," jawab Hinata #2.


Sampai membuatkan bekal untuknya, membuat Naruto #2 mengerutkan dahi. Tapi, ia menghargai perbuatan gadis itu dan menyuruhnya bergabung.


"Kalau begitu duduklah bersamaku. Kita makan bekalnya sama-sama," kata Naruto #2.



Naruto #2 pun menatap bekal yang dibuat gadis itu. Matanya sedikit terbelalak.



E-Eh? Kenapa mirip dengan wajahku? Aku jadi khawatir dengan rasanya dattebayo, kata Naruto #2 dalam hati.


‘’Kalau tidak suka, Naruto-kun tidak perlu memakannya,’’ kata Hinata #2.


Naruto #2 tersadar dan memberitahu gadis itu untuk tidak salah paham dengan reaksinya. Meskipun sebenarnya ia memang tidak berniat memakannya.


‘’Um? Wow serius Hinata? Rasanya sangat enak dattebayo! Kau seperti seorang istri saja.’’


Ya, menjadi salah satu dari seseorang membuat wajah Hinata #2 merah merona. ‘’A-Arigatou Naruto-kun.’’


‘’Hm~ bisakah kau membuatkan ini untukku setiap hari? Ini lebih baik daripada aku makan ramen di Ichiraku Raamen. Ya, meskipun aku belum pernah menco—‘’ ucapan Naruto #2 terpotong saat menyadari kalimatnya sendiri.

__ADS_1


Ia menatap Hinata #2 yang sudah menunduk dengan wajah merah merona.


‘’A-Aa maaf, kau tidak perlu memikirkan ucapanku barusan,’’ kata Naruto #2 dengan wajah merona sambil menghabiskan onigiri tadi.


__ADS_2