
‘’Naruto, kami melakukan sebuah perjalanan demi suatu impian(utopia),’’ kata guru Haido.
‘’Apa itu utopia?’’ tanya Naruto #2.
‘’Sederhananya, itu adalah dunia dimana tidak ada perang lagi, dan yang lemah tidak lagi tertindas,’’ jawab Naruto #1.
‘’Sebuah dunia tanpa perang?’’ tanya Naruto #2.
‘’Tanah air Guru Haido adalah tempat yang jauh yang selalu ditempati perang dan konflik terus menerus. Peperangan selalu menyisakan hal-hal buruk dan kesedihan yang membawa kemalangan bagi semua orang. Temujin juga kehilangan tanah airnya akibat perang. Hal itu mendorong Guru Haido ingin melindungi yang lemah. Ingin menciptakan sebuah dunia dimana semua orang bisa hidup rukun tanpa peperangan. Demi mewujudkan mimpi itu, dia berkeliling dunia untuk mencari orang yang sepemikiran dengannya,’’ kata Naruto #1.
‘’Sayangnya, selalu saja ada yang menjadi korban demi tujuan mulia ini,’’ kata guru Haido.
Naruto #2 yang mendengarnya tidak percaya.
Gila. Perkataannya sama persis dengan orang itu dan tidak ada bedanya sedikit pun dattebayo, ucapnya dalam hati.
‘’Kemungkinan besar, pria itu akan mengajakmu untuk bergabung. Tapi hal yang harus kau lakukan adalah, menyadarkan Temujin secepat mungkin sebelum semuanya terlambat,’’ kata Naruto #1. (Naruto #2 teringat)
‘’Naruto, apakah kau mau bergabung dengan kami?’’ tanya guru Haido.
‘’Wah, dia benar-benar mengajakku bergabung seperti yang orang itu katakan,’’ kata Naruto #2 keceplosan.
Guru Haido memicingkan mata mendengar ucapan anak itu tadi. ‘’Orang yang kau maksud itu siapa?’’
Gawat! Aku keceplosan. Kenapa mulutku ini tidak bisa diam dattebayo, kata Naruto #2 dalam hati.
‘’Naruto? Orang yang kau maksud itu siapa? Kenapa kau mengatakan hal seperti itu?’’ tanya guru Haido.
__ADS_1
‘’Orang itu … Um, itu … Orang itu adalah a—‘’
‘’Guru Haido! Kita dalam masalah!’’ lapor seseorang memotong ucapan Naruto #2.
Syukurlah. Aku tidak tahu reaksi mereka seperti apa jika aku mengatakannya tadi, kata Naruto #2 dalam hati.
‘’Ada apa?’’ tanya guru Haido.
‘’Armada yang mendarat di Negeri Angin sudah dimusnahkan.’’
Deg!
‘’Apa? Sunagakure? Gaara,’’ kata Naruto #2 membuat guru Haido menoleh ke arahnya.
‘’Aku pergi!’’ kata Temujin membuat Naruto #2 menyusul.
......................
Sunagakure
Temujin dan Naruto #2 tiba di wilayah yang disebutkan. Mereka menatap sebuah armada yang baru saja dirobohkan seperti yang dilaporkan. Naruto #2 hanya mengikuti Temujin masuk.
Deg!
Naruto #2 tertegun melihat ada begitu banyak anak-anak yang berada di dalam bola ekperimen yang sudah pecah. ‘’Oee! Apa maksudnya ini? Jawab aku dattebayo!’’
Saat itu juga Kugutsu muncul dan menahan gerakan Temujin.
__ADS_1
‘’Naruto! Apa yang kau lakukan di sini?’’
‘’Kankuro? Kau juga di sini?’’ tanya Naruto #2 balik.
Kankuro tersenyum remeh ke arah Temujin. ‘’Kau pikir bisa menyelinap? Jangan remehkan shinobi dari Lima Negara Besar.’’
‘’Tunggu, apa yang sebenarnya terjadi?’’ tanya Naruto #2.
‘’Ha? Kau benar-benar tidak tahu?’’ tanya Kankuro.
‘’Entah dari mana datangnya, tapi mereka ini datang menyerbu Sunagakure. Kami sudah cukup banyak korban untuk menghentikan mereka. Sudah ada beberapa desa yang sudah diperangi dan dihancurkan oleh mereka,’’ lanjut Kankuro.
Apa itu benar? Meskipun orang itu tidak memberitahuku secara keseluruhan, tapi 3 orang yang disebutkan sebelum aku datang kemari, sekarang aku mengerti dengan ucapannya. Guru Haido memang orang yang jahat seperti yang dia katakan, kata Naruto #2 dalam hati.
‘’Mereka sudah selayaknya berkorban untuk mencapai tujuan kami,’’ kata Temujin tanpa merasa bersalah.
Naruto #2 langsung menggertak gigi. ‘’Temee!’’
‘’Aa maaf menyela pembicaraan kalian. Tapi aku harus membawanya pergi,’’ kata Kankuro.
Sesuatu langsung bercahaya di bagian dada Temujin, membuat anak itu menendang Kugutsu milik Kankuro.
‘’Mereka yang berusaha menghalangi akan dimusnahkan,’’ kata Temujin mengeluarkan pedangnya.
Push!
Temujin langsung menangkis tendangan dari atas itu dengan pedangnya. Naruto #2 dan Kankuro bersamaan terkejut.
__ADS_1
‘’Sasuke?!’’