
Kantor Hokage
Begitu pintu terbuka, muncul sosok Obito dengan perasaan girang bersama yang lainnya.
‘’Wah Minato Sensei! Selamat telah menjadi Hokage Keempat,’’ kata Obito.
‘’Selamat Sensei,’’ kata Rin.
Kakashi, Guy dan yang lainnya juga memberi selamat.
‘’Hem!’’ batuk seseorang membuat semua menoleh dan terkejut.
Obito dan yang lainnya membungkuk memberi hormat. ‘’Salam Sandaime-sama, maaf karena tidak menyadari keberadaan Anda.’’
‘’Tidak apa-apa, aku mengerti perasaan kalian, terutama tim regu Yondaime Hokage … kalian pasti senang karena guru kalian terpilih menjadi seorang Hokage, sampai ingin mengucapkan selamat secara langsung,’’ kata Sandaime.
‘’Terima kasih,’’ senyum Minato.
‘’Hoo~ bagaimana mungkin kau tidak menyadari keberadaan Sandaime-sama hanya karena terlalu senang?’’ tanya Kushina menyikuk Obito.
‘’Apa yang kau katakan? Aku memang tidak menyadarinya,’’ kekeh Obito.
Minato yang menyadari keberadaan seseorang tidak ada membuat dahinya berkerut. ‘’Di mana Naruto?’’
__ADS_1
Kushina langsung teringat dengan Naruto yang sudah diceritakan suaminya. ‘’Oh iya, aku belum pernah bertemu dengannya, dia di mana?’’
‘’Eh? Tadi dia bersama kami, tapi kenapa langsung hilang?’’ tanya Asuma.
‘’Iya, aku melihatnya berjalan di samping Obito tadi saat kita menuju kemari,’’ kata Kurenai.
‘’Kalau begitu dia ada di mana?’’ tanya Rin.
‘’Sudah aku duga, dia pasti penyusup! Buktinya dia langsung menghilang, mungkin dia telah pergi dari desa ini dan melaporkan informasi mengenai Minato Sensei menjadi Yondaime Hokage. Dari awal dia memang orang aneh,’’ kata Obito.
‘’Obito, kau tidak boleh menuduh orang sembarangan,’’ kata Minato.
‘’Lalu apa yang terjadi sekarang? Kenapa dia menghilang kalau bukan sudah melarikan diri dari desa?’’ tanya Obito.
Kakashi menghela nafas karena tidak tahan mendengar ocehan Obito. ‘’Naruto tidak melarikan diri. Aku melihatnya berlari ke arah sebuah toko sebelum kita datang kemari.’’
‘’Apa yang dilakukan orang aneh itu di toko?’’ tanya Obito.
Saat itu juga Naruto datang sambil membawa tanaman bonsai dalam pot berukuran mini. Ia menghampiri Yondaime Hokage sambil menyerahkan tanaman bonsai itu.
‘’Selamat atas gelarnya sebagai Hokage Keempat, aku memberi hadiah ini dengan hati yang tulus kepada Yondaime Hokage,’’ kata Naruto.
Semua yang ada di sana terbelalak, terutama Kushina dan Sandaime yang telah melihat Naruto secara langsung.
‘’Naruto, kenapa kau memberi Yondaime Hokage tanaman bonsai?’’ tanya Obito.
__ADS_1
Naruto tersenyum sambil menatap Yondaime Hokage. ‘’Bonsai melambangkan keharmonisan, kedamaian, keteraturan pikiran, keseimbangan, dan semua yang baik di alam. Aku mendoakan Yondaime Hokage memiliki semua unsur ini untuk memimpin desa.’’
Mendengar ucapan Naruto membuat semua di sana sangat tersentuh terutama Minato. Terukir senyuman di bibir Minato sambil menerima tanaman bonsai dalam pot berukuran mini tersebut.
‘’Arigatou(Terima kasih),’’ senyum Minato.
Obito mengacungkan jempol dengan bangga dan memuji Naruto.
‘’Kupikir tadi ada orang yang menuduhnya sebagai penyusup yang melarikan diri,’’ sindir Kakashi.
‘’Aku tidak menuduhnya, hanya menduga-duga saja,’’ kata Obito.
......................
Malam pun tiba, Minato akan lebih disibukkan dengan urusan di kantor Hokage.
‘’Kushina, yang lainnya sudah pulang sebaiknya kau juga pulang, aku masih harus di sini,’’ kata Minato.
‘’Benar juga. Aku terlalu asik berbincang dengan Naruto sampai tidak sadar hari sudah malam,’’ kata Kushina.
‘’Naruto, kau juga pulanglah ke apartemen yang sudah disediakan untukmu,’’ kata Minato.
Saat Kushina berjalan pergi, Naruto menarik ujung jaket shinobi wanita itu.
Kushina berbalik melihat Naruto, begitu juga Minato yang menatap anak itu.
__ADS_1
‘’Ada apa?’’ tanya Kushina.