God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 133 Memindahkan Kyuubi


__ADS_3

‘’Fuuton : Kazekiri no Jutsu!’’


Chakra yang dimanipulasi membuat angin eksternal membentuk bilah angin mengiris para Pain dan melukai mereka.


‘’Raiton : Shichuu Shibari!’’


Empat pilar batu raksasa dipanggil di sekitar enam Pain, yang kemudian menembakkan sambaran petir, melumpuhkan target untuk memberikan kerusakan besar kepada mereka.


‘’Doton : Nentsuchi Otoshi!’’


Lumpur yang keluar dari langit yang dialiri arus listrik, menyelimuti keenam Pain.


‘’Raiton : Juurokuchi Shibari!’’


Enam belas pilar raksasa yang membentuk struktur oven untuk menjebak keenam Pain.


‘’Katon : Jiraichi no Jutsu!’’


Muncul api di dalam oven untuk memanggang dan mengeraskan lumpur agar menghancurkan musuh.


‘’Doton : Otoi Buta!’’


Langit di atas membelah menyerupai portal, sambil sebuah penutup dari tanah terjatuh mengurung keenam Pain.


Kesempatan itu dilakukan oleh para Genin untuk menghampiri Minato dan Kushina. Mereka membagi dua jumlah untuk menarik besi yang membatasi tubuh pasangan itu.


‘’Ayo cepat tarik! Hanya ini kesempatan kita!’’ seru Shikamaru.


Slup!


Semua tertegun karena serangan itu diserap oleh salah satu sosok yang tidak lain adalah Gakidou Pain.


‘’Shimatta(Gawat)!’’ pekik Shikamaru melihat Shuradou Pain mengeluarkan rudal dan senjata api.


Boom!


Syut!

__ADS_1


Minato terengah-engah setelah berhasil berpindah tempat sambil membawa semuanya.


‘’Hhah?! I-Itu nyaris saja,’’ kata Rock Lee gemetar.


Kushina tersenyum tipis. ‘’Arigatou. Tapi Naruto….’’


Minato menatap keenam Pain yang tidak terluka seperti dugaannya. Gakidou Pain yang bisa menyerap jutsu apa pun itu merepotkan semua orang. Mereka berusaha menyelamatkan Naruto, tapi melangkahkan satu kaki saja sangat sulit.


‘’Kita harus segera menyelamatkan Naruto,’’ kata Minato.


‘’Chakra-mu hampir habis, berbeda dengan diriku. Jadi, aku tidak punya pilihan lain, selain menyerahkan Kyuubi kepadamu,’’ kata Kushina.


Minato yang menyadari maksud istrinya, menoleh ke arah Kushina. ‘’Jangan bilang….’’


Kushina mengangguk dan membalas tatapan suaminya dengan sorot mata serius. ‘’Aku tahu kau akan berkata apa, tapi hanya kau yang bisa melakukannya.’’


Minato mengerti. Keduanya pun menjauhi tempat itu. Untuk sesaat Minato ragu hingga akhirnya membuka segel Kyuubi di perut Kushina.


‘’Akh!’’ ringis Kushina berusaha menahan rasa sakit.


Kushina sempat kewalahan mengatasi aliran chakra Kyuubi yang sulit ia kendalikan.


Semua menoleh saat mendengar raungan tersebut, begitu juga dengan keenam Pain.


‘’Kyu-Kyuubi?!’’ pekik Iruka.


Melihat Kyuubi keluar dengan utuh, membuat para shinobi dipenuhi keringat dingin. Tapi mereka terkejut karena rantai chakra langsung mengurungnya.


Rin dan Shizune yang menyaksikan hal itu dari rumah sakit juga bereaksi yang sama.


‘’Kushina,’’ tatap Tsunade.


Keluar darah dari sudut bibir Kushina yang menahan Kyuubi sambil ia melakukan segel tangan. ‘’Hakke Fuuin!’’


‘’A-Apa yang terjadi?!’’


‘’Kyuubi menghilang?!’’

__ADS_1


‘’Tunggu, apa yang sebenarnya terjadi?’’


Semua orang semakin ribut dan heboh karena kejadian singkat tadi. Mereka tidak sadar kalau keenam Pain masih berada di belakang mereka.


Pain mengulurkan tangan dan menghempaskan ratusan orang itu dalam sekejap. ‘’Benar-benar bodoh.’’


‘’Sebaiknya kita akhiri ini sekarang juga,’’ kata Pain menatap Naruto.


Bugh!


Saat itu juga Minato muncul dan menendang Pain yang membentur tembok.


‘’Itu, kan?’’


‘’Chakra Kyuubi?’’


‘’Ada pada Yondaime Hokage?!’’


Minato meringis karena tubuhnya seperti terbakar saat menggunakan chakra Kyuubi. Tapi, itu bukan waktunya mengeluh.


Naruto mulai kembali seperti semula. Besi itu telah menyerap chakra-nya. Itulah yang aku rasakan tadi bersama Kushina, kata Minato dalam hati.


‘’Wanita itu mengeluarkan Kyuubi dari tubuhnya dan menyegelnya ke dalam tubuhmu, ya? Apa pun itu, situasi tidak akan berubah,’’ kata Pain.


Kelima Pain langsung menyerang Minato secara bersamaan. Lima lawan satu tentu saja bukan jumlah yang adil. Tapi, karena ini Si Kilat Kuning, hal itu menjadi mustahil.


Semua orang tidak bisa mengikuti arah pertarungan itu karena saking cepatnya. Namun, bisa menyaksikan Si Kilat Kuning bertarung, itu sudah sangat beruntung bagi mereka.


Sekarang aku mengerti, kenapa Pain yang satu itu tidak ikut bertarung dan hanya melihat, kata Minato dalam hati sambil menatap Tendou Pain.


Minato terhenti dan menunggu kelima Pain menghampirinya. Ia berputar dan langsung menendang kelima Pain itu sekaligus. Dengan cepat, Minato berpindah tempat ke Naruto. Tangannya menyentuh satu besi lalu menghancurkannya.


Push!


Syut!


‘’Hampir saja,’’ kata Minato yang sudah berpindah tempat sebelum terhempas.

__ADS_1


Sial! Aku hanya bisa menyentuh satu besi saja, kata Minato dalam hati.


__ADS_2