
‘’Grrr!’’
Semua menoleh melihat kedatangan Chamu dan Kiki.
Saat perhatian Ishidate teralihkan, Naruto #2 menggunakan kesempatan itu dan melempar bom asap. Chamu langsung membawa Hikaru pergi.
Begitu asap menghilang, Ishidate berdecih karena melihat Naruto #2 dan yang lainnya malah melarikan diri. ‘’Dasar bodoh.’’
......................
Rock Lee mengeluarkan Nunchaku berupa dua batang kayu yang dihubungkan dengan rantai. Ia menyerang Kongou habis-habis.
Tidak lama kemudian, Rock Lee melepaskan sapu kakinya dan terlihat belasan nunchaku menyelimuti seluruh betisnya. Ia pun melemparkan beberapa nunchaku ke sembarang arah, menyebabkan semua yang terkena nunchaku hancur.
Dalam hitungan detik, Rock Lee menyerang ke segala sisi sambil memainkan nunchaku. Ia bahkan menyatukan beberapa nunchaku sampai membentuk tongkat, lalu menyerang Kongou ke atas, kemudian memukulnya dengan tongkat sehingga terhempas ke bawah.
......................
Sasuke menatap kelopak bunga yang mengelilinginya, sama seperti yang dialami Naruto #2 di pantai.
Karenbana yang menyatu dengan kelopak bunga, hanya tersenyum menikmati dirinya mempermainkan anak laki-laki itu.
Tubuh Sasuke mulai tergores sedikit demi sedikit. Ia bahkan mendengar suara tawa Karenbana di antara kelopak bunga ilusi itu.
Entah kenapa, tubuh Sasuke tiba-tiba melemah, membuatnya duduk terjatuh.
......................
__ADS_1
Hikaru yang tiba di sisi puncak lain bangunan, menatap ayahnya dan meneriaki pria itu.
‘’Hikaru?’’ tatap Pangeran Michiru tidak percaya.
Saat itu juga, Ishidate datang dan hendak menghabisi Hikaru. Namun, Naruto #2 muncul dan menghalangi serangan itu.
‘’Kau lagi?’’ tatap Ishidate.
‘’Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya!’’ seru Naruto #2.
‘’Kita akan lihat,’’ kata Ishidate.
Naruto #2 langsung membuat kloning dan menyerang Ishidate. Keduanya terlibat pertarungan, meski pada akhirnya Naruto #2 terpojok.
Hikaru yang melihatnya hanya meringis, saat mendengar tubuh Naruto #2 berulang kali menghantam lantai.
‘’Naruto Nii-chan!’’ teriak Hikaru.
......................
Kongou langsung mengandalkan kekuatan kasarnya untuk taijutsu. Dengan tinjunya yang besar, ia melontarkan pukulan kuat dan menyerang Rock Lee secara membabi buta.
Rock Lee menerima serangan telak, dan terhempas ke tanah begitu kuat.
‘’Heh! Benar-benar memuakkan,’’ kata Kongou berjalan pergi.
......................
__ADS_1
Ishidate yang hendak pergi, tiba-tiba terhenti saat tangan Naruto #2 menarik kakinya. ‘’Apa?’’
Kongou yang mendengar suara dari belakang, berbalik melihat Rock Lee bangkit. ‘’Tidak mungkin.’’
Karenbana yang hendak menyerang Sasuke, langsung terdiam melihat pria itu berdiri. ‘’Bagaimana mungkin?’’
Shabadaba terbelalak karena Sakura mendorong tangannya dengan sekuat tenaga. ‘’Mustahil.’’
Naruto #2 berdiri. ‘’Aku telah berjanji….’’
Rock Lee berdiri. ‘’Aku telah berjanji….’’
Sasuke berdiri. ‘’Aku telah berjanji….’’
Sakura melepaskan tangan Shabada. ‘’Aku telah berjanji….’’
‘’Aku akan menjaganya!’’ seru keempat anak itu bersamaan di tempat yang berbeda.
Mata Naruto #2 langsung merah menyala dan menghempaskan angin dashyat. ‘’Aku akan melindungi teman-temanku!’’
Hikaru yang melihatnya merasa tersentuh dengan mata berkaca-kaca. Namun, di saat bersamaan, papan yang ditempati Pangeran Michiru, perlahan patah.
‘’Ayah!” teriak Hikaru.
Pangeran Michiru menatap ke arah putranya, lalu ke desa dan berakhir ke arah bulan sabit di langit. Ia hanya pasrah begitu papan yang ditempatinya berdiri patah.
Krak!
__ADS_1
Mata Hikaru membulat besar menyaksikan hal itu dengan butiran air matanya. ‘’Ayah!!’’