God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 190 Melapor


__ADS_3

Konoha



Obito dan Naruto #1 telah tiba di kantor Hokage.


‘’Seharusnya kalian tiba sejak kemarin, tapi baru kembali hari ini. Kalian berdua dari mana saja?’’ tanya Minato.


‘’Ahaha, kami mampir sebentar di Negara Bulan untuk melihat sirkus,’’ jawab Naruto #1 dengan wajah kaku.


Negara Bulan? Bukankah Kakashi dan yang lainnya ada di sana karena misi? Hm, kata Minato dalam hati.


‘’Kau yakin hanya mampir, bukan karena sudah mengetahui sesuatu?’’ tanya Minato.


‘’Mengetahui sesuatu? Seperti apa?’’ tanya Obito tersenyum dengan wajah kaku.


‘’Misalnya ikut campur dengan misi seseorang,’’ kata Minato.


Obito dan Naruto #1 langsung terkekeh, meskipun wajah mereka terlihat jelas sangat kaku.


‘’Tidak, tidak. Kami memang mampir dan menyaksikan pertarungan yang seru,’’ kata Obito keceplosan.


‘’Hm~ pertarungan yang seru?’’ tanya Minato memojokkan.


‘’Ahaha, kelompok sirkus menampilkan pertunjukan yang sangat seru. Mereka bertarung begitu sengit dattebayo. Ah~ aku tiba-tiba lelah,’’ kata Naruto #1 berakting lemas.


‘’Kami sudah menyelesaikan misi yang diberikan. Aku akan mengantar Naruto #1 untuk pulang,’’ kata Obito.


‘’Baiklah. Kerja bagus untuk kalian,’’ kata Minato.

__ADS_1


Tanpa membuang waktu, kedua pria itu langsung bergegas keluar, membuat Minato hanya tersenyum.


‘’Yondaime mengirimnya lebih dulu sebelum memberi misi kepada Kakashi, kan? Bukankah ini sangat aneh jika kita menganggapnya kebetulan, mengenai mereka yang sekedar mampir ke Negara Bulan?’’ tanya Sandaime.


Minato hanya tersenyum sambil membuka berkas. ‘’Sandaime-sama pasti memikirkan hal yang sama denganku.’’


......................


Obito menghela nafas panjang setelah meninggalkan kantor Hokage. ‘’Sudah aku bilang, kita harus segera pulang untuk melapor. Untunglah, Minato sensei tidak curiga kepada kita.’’


‘’Tapi aku menepati janjiku, kan? Kita akan kembali begitu matahari terbit,’’ kata Naruto #1.


‘’Ah~ Kakashi dan yang lainnya pasti sedang menikmati liburan saat ini. Aku juga ingin i—’’ ucapan Obito terpotong saat melihat Rin.


Tanpa membuang waktu, ia berlari dan menghampiri Rin dipenuhi semangat. Naruto #1 yang melihat hal itu hanya menghela nafas disertai senyuman.


‘’Dasar, semua langsung hilang dikepalanya saat melihat Rin. Kalau begitu, aku juga harus pulang untuk bertemu dengannya dattebayo,’’ senyum Naruto #1.


......................


Hinata #1 terbelalak saat membuka pintu. ‘’Na-Naruto-kun?’’


‘’Yo! Tadaima,’’ senyum Naruto #1 langsung memeluk istirnya.


Wajah Hinata #1 langsung merona. Meski begitu, ia tetap membalas pelukan tadi. ‘’Okaeri Naruto-kun.’’


‘’Di mana ibu?’’ tanya Naruto #1.


‘’Sedang keluar sebentar, mungkin tidak lama lagi ibu akan kembali,’’ jawab Hinata #1.

__ADS_1


‘’Hee~ kalau begitu aku ingin tidur. Aku sangat lelah dattebayo,’’ kata Naruto #1.


......................


Tidak lama kemudian Kushina datang sambil membawa belanjaan. Hinata #1 menyambut sambil mengambil bag paper itu, dan membawanya ke kulkas.


‘’Arigatou Hinata-chan,’’ senyum Kushina.


Pandangan Kushina langsung menuju ke lemari sepatu. Hinata #1 yang memasukkan barang belanjaan ke kulkas, memberitahu wanita itu kalau Naruto #1 sudah kembali, dan sedang tidur.


Kushina langsung melangkahkan kakinya begitu cepat menuju ke kamar Naruto #1.


‘’Aduh, siapa pengganggu yang ribut seperti itu? Aku ini sedang tidur dattebayo,’’ gerutu Naruto #1.


‘’Heh~ begitu pulang, kau langsung tidur tanpa menungguku kembali, ya?’’


Deg!


Naruto #1 terbelalak saat menyadari suara wanita tadi. Ia menelan saliva sambil menolehkan kepalanya secara perlahan.


Terlihat aura hitam menyelimuti Kushina dengan rambut berterbangan sambil mengepalkan tangan.


‘’Aku merindukanmu dattebane,’’ kata Kushina.


‘’Ka-chan?’’ panggil Naruto #1 dengan wajah pucat sambil tersenyum.


‘’Kau menyebutku apa tadi? Pengganggu? Apa kau ingin menjadi anak durhaka Naruto?!’’


‘’Aku minta maaf dattebayo!’’

__ADS_1


Bugh!


Tangan Hinata #1 terhenti saat hendak meletakkan bungkusan daging ke freezer. Ia menoleh dengan wajah polos. ‘’Suara apa itu?’’


__ADS_2