
Minato dan yang lainnya menatap para mayat shinobi yang dikumpulkan yang telah gugur dari pertempuran ini.
‘’Tidak! Hiks, ini tidak mungkin. Kakashi, Obito?’’ isak Rin duduk terjatuh di depan kedua mayat pria itu.
Choji juga menangis sambil memeluk ayahnya. ‘’Touchan, hiks … Touchan!’’
‘’Naruto no onii-chan, ini bohong, kan? Kakek … Tidak mungkin meninggal,’’ kata Konohamaru terpaku.
Naruto #2 menepuk bahu Konohamaru dengan wajah sendu sambil mengepalkan tangan.
Konohamaru langsung menangis sambil memegang tubuh Sandaime. Danzo yang melihatnya hanya memejamkan mata sambil menunduk.
Iruka menangis melihat mayat kedua orangtuanya.
Para shinobi berdatangan sambil membawa mayat ninja untuk dikumpulkan di satu tempat, membuat Tsunade mengepalkan tangan melihat hal itu. Perasaannya mulai tidak karuan saat tidak menemukan dua sosok orang yang ia cari.
‘’Tsunade-sama!’’
Tsunade berbalik dan matanya langsung membulat besar. Minato yang melihat para shinobi yang membawa dua orang itu juga ikut terbelalak.
Minato menghampiri Tsunade yang terpaku. Tangannya terulur memegang pundak wanita itu sambil memasang wajah sendu. ‘’Tsunade….’’
‘’Tidak mungkin. Dan? Nawaki?’’ tatap Tsunade.
......................
Nagato dan Konan tersentak mendengar ucapan Naruto #1. ‘’A-Apa?’’
‘’Benar. Yahiko belum mati, karena itulah aku berusaha memberitahumu tapi kau tidak mau mendengar dattebayo,’’ kata Naruto #1.
‘’Fuzakeruna(Jangan bercanda)! Aku melihat Yahiko mati di depan mataku setelah dia berlari ke arahku untuk menusuk dirinya sendiri dengan kunai yang aku pegang,’’ kata Nagato.
__ADS_1
‘’Aku tahu kau kau tidak percaya. Awalnya, aku juga menduga kalau Yahiko sudah tewas, tapi ternyata….’’
Flashback on
Push!
Kyuubi mendarat di lokasi yang disebutkan Yamato tadi. Naruto #1 yang melihat Yahiko terkapar langsung terpaku.
Kepala Kyuubi menoleh ke sekeliling, mencari keberadaan Nagato dan Konan. Ia kembali menatap tubuh Yahiko lalu memukul tanah.
‘’Sial! Aku terlambat dattebayo!’’
Bugh!
Kyuubi memukul tanah karena perasaan marah.
‘’Kushou! Kenapa aku tidak menyadarinya sejak awal? Seharusnya aku tidak keluar dan tetap bersama mereka. Padahal sudah sejauh ini, tapi aku malah gagal mencegah kematian Yahiko. Apanya yang ingin menjadi Tuhan di era ini? Aku bahkan melewatkan satu kematian orang dattebayo!’’
‘’Apa? Ingin menertawakanku? Silahkan. Aku tahu kau akan mengatakan apa. Berusaha menjadi Tuhan di era ini untuk menghilangkan duka semua orang tapi gagal menyelamatkan satu nyawa yang melayang.’’
Dengarkan dulu apa yang ingin aku katakan.
‘’Tidak perlu. Aku sudah gagal, ya … Sejak dulu aku memang selalu gagal dan tidak bisa melakukan apa pun,’’ kata Naruto #1.
Haa.
‘’Aku memang payah dattebayo,’’ kata Naruto #1.
Aku hanya ingin bilang kalau anak itu mungkin belum mati.
‘’Mm, kau benar, Yahiko memang … Eh? Heh?! Kau bilang apa Kurama?’’ tanya Naruto #1.
__ADS_1
Aku hanya mengatakan mungkin, belum pasti. Sepertinya dia dalam kondisi sekarat.
‘’Benarkah?’’ tanya Naruto #1 menyusut meski chakra merah masih meluap ditubuhnya.
Naruto #1 menyalurkan chakra Kyuubi ke tubuh Yahiko sama seperti yang ia lakukan saat Shikamaru sekarat di medan perang. Meski tidak tahu apakah itu berhasil atau tidak, Naruto #1 tetap tidak menyerah.
Apakah kau berencana memberikan semua chakra-ku kepadanya?
‘’Chakra-mu tidak tidak terbatas. Jika hanya satu orang seperti ini, bukankah itu tidak apa-apa,’’ kata Naruto #1 serius.
Cih!
Tubuh Yahiko dipenuhi chakra Kyuubi sambil Naruto #1 menunggu. Cukup lama ia menatap tubuh Yahiko yang tidak bereaksi apa pun.
‘’Tidak bekerja, ya?’’ tatap Naruto #1 dengan wajah sendu.
‘’Kk—‘’
Naruto #1 tersentak karena mendengar suara yang nyaris tidak terdengar. Ia langsung menatap Yahiko dan melihat pria itu sedikit meringis.
Flashback off
Nagato terpaku di tempatnya, begitu juga dengan Konan.
‘’Kau sungguh mengatakan yang sebenarnya? Yahiko masih hidup?’’ tanya Nagato.
‘’Ha(Iya). Yahiko masih hidup,’’ jawab Naruto #1.
‘’Kalau begitu di mana dia sekarang?!” tanya Konan.
‘’Salah satu anak yang datang bersamaku, Yahiko dirawat oleh yang satunya saat ini.’’
__ADS_1