
‘’Ini bukan saatnya menyerah! Selama aku masih bernafas, tidak ada yang tidak mungkin dattebayo!’’ seru Naruto #2 hendak menyerang.
Namun, keluar beberapa ekor dari tubuh dokter Shinnou yang mengikat tubuhnya.
‘’Naruto-kun!’’ seru Hinata #2.
‘’Tunggu!’’ seru Neji menarik tangan sepupunya yang hendak menghampiri Naruto #2.
Neji mengisyaratkan untuk tidak bertindak gegabah. Mereka menatap Naruto #2 yang berontak.
‘’Ketemu!’’ seru seseorang membuat para Genin menoleh ke belakang.
Sasuke dengan mata sharingan melontarkan tatapan serius. ‘’Kelemahan pria itu ada di menara besar yang terhubung dengannya tepat di belakangnya itu.’’
Dokter Shinnou menggertak gigi karena kelemahannya diketahui. Ekor yang satunya langsung menembus jantung Naruto #2.
Push!
‘’Apa?!’’ pekik Dokter Shinnou karena anak itu berubah menjadi potongan kayu.
Para Genin mengulur waktu untuk Sasuke agar menggunakan kekuatan matanya, dengan bantuan Naruto #2 sebagai umpan, dan rencana mereka berhasil.
‘’Kau dengar itu Naruto! Lupakan soal Amura dan pergi ke arah menara itu! Pastikan kau menghancurkannya!’’ teriak Sasuke.
‘’Wakatta bayo!’’ seru Naruto #2 berlari.
Dokter Shinnou tidak akan membiarkan hal itu. Ia hendak mengejar anak tadi tapi tubuhnya tidak bisa bergerak karena terperangkap oleh jurus bayangan Shikamaru.
‘’Kau mungkin menatap ke depan, tapi itu adalah kesalahan besar karena masih ada serangan di belakang yang menghampirimu,’’ kata Shikamaru.
Ino langsung melakukan segel tangan. ‘’Shintenshin no Jutsu!’’
‘’Ino, katakan kalau kita tidak ingin bertarung dan berusaha bicara kepadanya!’’ perintah Shikamaru.
‘’Eh?’’ tatap Ino terkejut karena dokter Shinnou berhasil lolos.
Shikamaru juga jatuh ke depan karena tidak bisa menahannya lebih lama. Dokter Shinnou memicingkan mata melihat para Genin yang keras kepala.
__ADS_1
‘’Tidak ada yang perlu dibicarakan semenjak kalian membantai Desa Soragakure,’’ kata Dokter Shinnou.
Para Genin terikat oleh ekor yang keluar dari tubuh dokter Shinnou. Mereka meringis kesakitan karena ekor-ekor itu mengikat mereka dengan erat.
‘’Rasengan!’’ seru Naruto #2.
‘’Apa yang kau lakukan bodoh?! Aku menyuruhmu ke menara itu!’’ kata Sasuke.
‘’Aku tidak akan meninggalkan teman-temanku dattebayo!’’ seru Naruto #2 kembali melakukan segel tangan.
Namun, belum sempat anak itu melakukannya, ekor lain dari tubuh dokter Shinnou mengikatnya. Kini para Genin terperangkap di tangan dokter itu.
Naruto #2 meringis lalu menatap ke arah Amura. ‘’Cih! Amura! Sadarlah! Jangan biarkan energi negatif itu menguasaimu!’’
‘’Humph! Percuma saja kau berteriak. Dia tidak akan mendengarkanmu,’’ kata Dokter Shinnou menambah kekuatan terhadapa ikatan inangnya.
Para Genin meringis seolah-olah bagian-bagian tubuh mereka akan lepas.
Dengan sekuat tenaga, Naruto #2 berusaha bicara. ‘’Desa Soragakure dibantai bukan karena Konoha melakukannya dengan sengaja. Tapi karena mereka menentang Lima Negara Besar! Kami datang untuk membantumu karena hanya kau yang bisa menyelamatkan semua orang dattebayo!’’
‘’Kau terlalu berisik!’’ risih dokter Shinnou.
Tidak ingin membuang waktu, dokter Shinnou melakukan segel tangan untuk menyerap dua belas anak itu.
Syut!
Semua orang terbelalak melihat sebuah pisau menembus punggung dokter Shinnou. Pria itu menatap ke arah belakang, melihat Amura yang melakukanya.
‘’Lepaskan mereka,’’ kata Amura lemah.
Para Genin merasa senang karena Amura berhasil melawan energi negtif dari dirinya dan menghapusnya.
‘’Kau menusuk orang yang telah menyelamatkanmu?’’ tanya Dokter Shinnou.
Amura terengah-engah dengan keringat bercucuran. ‘’Dokter Shinnou, hentikan semua ini. Anda bukanlah orang jahat.’’
Dokter Shinnou berdecih. Dalam sekejap tubuh Amura membentur tembok karena dihempaskan oleh pria itu.
__ADS_1
‘’Amura!’’ seru Naruto #2.
‘’Aku tidak memiliki alasan untuk mendengarkan orang yang telah menghianatiku,’’ kata Dokter Shinnou.
Pria itu kembali menatap para Genin dan melanjutkan aktivitasnya yang tertunda tadi.
‘’Dainamikku Entori!’’
Bugh!
Sebuah serangan kejutan menghampiri dokter Shinnou, tapi pria itu berhasil menagkis tendangan tersebut.
‘’Guy Sensei?!’’ pekik Rock Lee.
Asuma melakukan segel tangan. ‘’Fuuton : Fuujin no Justu!’’
Ia menembakkan angin dan debu yang cukup kuat ke arah dokter Shinnou.
Kakashi dan Obito menyusul begitu juga Kurenai yang memberi genjutsu. Namun, sekuat apa pun mereka menyerang, perisai dari kekuatannya melindungi dokter Shinnou.
‘’Serangan yang sama tidak akan bisa mengalahkanku,’’ kata dokter Shinnou.
‘’Tapi serangan kejutan cukup mengalahkanmu,’’ kata Asuma.
Naruto #1 muncul dengan gumpalan chakra berputar di tangannya. ‘’Jangan lupakan aku dattebayo!’’
‘’Heh? Serangan itu tidak akan meluka—‘’
Deg!
Dokter Shinnou terbelalak karena ada kloning lain yang juga menyerang ke arah menara. Ia menatap kloning yang memiliki serangan berbeda. ‘’Apa?!’’
‘’Fuuton : Rasenshuriken!’’ seru kloning Naruto #1 memotong menara sehingga menonaktifkan perisai.
‘’Rasengan!’’ seru Naruto #1.
Karena tidak sempat menghindari serangan itu membuat dokter Shinnou terkena serangan telak.
__ADS_1