God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 94 Two on One


__ADS_3

‘’Mata itu … Pantas saja kau bisa melihat gerakanku di kabut ini,’’ kata Zabuza.


Sosok itu mendorong Zabuza agar menjauh dari Kakashi. Mereka berdua terlibat sedikit pertarungan hingga tiga orang lainnya tiba. Tentu saja, Zabuza kalah jumlah setelah empat orang tadi membuatnya terpojok.


Zabuza berdecih karena ia mendapatkan serangan dari empat arah sekaligus, membuatnya tidak sempat melakukan segel tangan. Setelah ia terpojok, ketiga sosok tadi akan menghabisinya.


‘’Tunggu!’’seru sosok berambut kuning.


‘’Ha? Kenapa menghentikan kami?’’


Sosok berambut kuning itu berjalan menghampiri. ‘’Zabuza, ada yang sesuatu yang harus kau ketahui.’’


......................


Sosok bertopeng tadi terhempas ke belakang sambil ia memperbaiki posisi. ‘’Cih! Dia keras kepala juga.’’


Sasuke mencabut semua jarum yang menancap di tubuhnya dan kembali menyerang. Namun, pria bertopeng tidak akan menyerah begitu saja.


Dalam pertarungan ini, pria bertopeng itu berhasil mengurung Sasuke ke dalam balok es dengan jurus Kekkai Genkai.


Dan saat itu Naruto muncul menyelamatkan Sasuke setelah ia mengalahkan kedua samurai tadi.


‘’Naruto, kau harus berhati-hati dengannya,’’ kata Sasuke.


‘’Maku Hyosho!’’ kata sosok bertopeng.


__ADS_1


Muncul cermin es yang begitu banyak mengelilingi kedua anak itu. Sosok bertopeng berpindah dari cermin satu ke cermin lainnya membuat Sasuke dan Naruto sulit memprediksi dimana keberadaan asli sosok itu.


Haku mulai menjadi-jadi, membuat Sasuke mulai tertekan kemudian mengeluarkan Kekkai Genkai-nya, Sharingan, untuk pertama kalinya.


Sasuke mulai bisa menghindari serangan Haku, tapi berbeda dengan Naruto. Haku memanfaatkan hal ini.


‘’Sensatsu Suisho!’’


Puluhan jarum yang diarahkan ke Naruto membuat Sasuke menjadikan dirinya tameng untuk memblok serangan. Mata Naruto membulat saat tubuh Sasuke memuntahkan darah sebelum terjatuh.


Tiba-tiba chakra di dalam tubuh Naruto meledak membuat sosok bertopeng terdiam saat melihat bayangan mengerikan.



Naruto menggertak gigi dan langsung menghancurkan semua cermin es dalam sekejap.


Seperti orang yang hilang kendali, Naruto menyerang dengan brutal dan berhasil membuat topeng yang dipakai sosok itu pecah. Ia hendak menyerang sosok itu.


Deg!


Naruto terdiam setelah melihat wajah dibalik topeng tadi membuatnya terhenti. ‘’Ha-Haku … Tidak mungkin.’’


Sakura menghampiri Sasuke yang tidak sadarkan diri. Melihat kondisinya membuat Sakura menangis sambil Tazuna merasa sedikit bersalah sudah melibatkan anak seperti mereka.


‘’Yo~ Naruto, sudah aku bilang kita akan bertemu lagi,’’ kata Haku.


Haku memicingkan mata melihat Naruto yang tidak bisa menyerangnya. ‘’Kau tidak bisa menyerangku, ya? Kalau begitu aku yang akan menyerangmu.’’

__ADS_1


Naruto menangkis serangan itu dan meminta penjelasan Haku. Tapi itu tidak bekerja sama sekali, membuatnya tidak menyerah.


‘’Naruto, inilah diriku yang sebenarnya,’’ kata Haku.


‘’Tidak! kau bukan orang seperti itu! Kau bukanlah seorang pembunuh, iya, karena itu berhentilah menjadi bawahan Gato,’’ kata Naruto.


‘’Berhenti mencegahku untuk membunuh Tazuna,’’ kata Haku.


Keduanya berbincang sambil menahan serangan. Tapi Haku berhasil melukai Naruto.


‘’Keberadaanku tidak diinginkan oleh ayahku karena garis keturunan. Aku sempat tidak memiliki tujuan hidup, tapi Zabuza-sama mengulurkan tangan kepadaku. Kami berdua menjalani hidup sebagai pembunuh bayaran dan itu mengubah hidupku sedikit lebih baik. Orang asing sepertimu yang memiliki semuanya tidak pantas peduli,’’ kata Haku.


Naruto berdecih sambil menerima tusukan jarum. ‘’Aku bukan orang asing, tapi temanmu. Dan sebagai temanmu, aku akan membuatmu tersadar dattebayo!’’


Haku menggertak gigi karena Naruto begitu keras kepala menembus serangannya.


‘’Kau adalah Haku dengan sosok lembut yang aku kenal, berhenti membuat dirimu menyedihkan seperti ini! ’’ seru Naruto meninju Haku.


Di saat bersamaan belasan jarum mengarah kepada Naruto, namun ia berhasil menghindarinya.


Haku melakukan segel tangan. ‘’Hissatsu Hyosho!’’


Naruto membulatkan mata melihat duri-duri es raksasa muncul dari tanah, sambil kabut tebal muncul kembali. Ia tidak tahu harus melakukan apa karena merasa panik, jika dirinya mendarat maka saat itu juga ia akan terbunuh.


Bugh!


Tubuhnya kembali berputar ke atas sambil punggungnya saling bertemu dengan seseorang. Naruto menoleh sedikit dan menatap sosok berjubah merah yang tersenyum ke arahnya.

__ADS_1


‘’Fuuton : Rasenshuriken!’’


__ADS_2