God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 194 Topik Pembicaraan


__ADS_3

Daisan Enshujo



Kedua Naruto saling duduk berhadapan sambil melontarkan tatapan serius.


‘’Haa, sampai kapan kita akan melakukan ini? 10 menit sudah berlalu, semenjak kita berdua hanya saling bertatapan dattebayo,’’ kata Naruto #2.


‘’Aku ingin meminta kejelasan darimu. Kau ini memiliki jurus sebanyak apa? Padahal kau bisa mengalahkan Guru Haido jika memiliki kekuatan sehebat itu, tapi kenapa kau malah menggunakannya di saat-saat terakhir? Apalagi saat dimana Kakashi sensei dan Obito nii-chan tidak sadarkan diri? Kenapa kau menyembunyikannya?’’


Naruto #1 hanya memasang wajah bodoh mendengar keluhan anak itu.


Apakah aku secerewet ini saat kecil? Dattebayo, ucapnya dalam hati.


Inilah faktanya. Cermin tidak bisa berbohong.


Wajah Naruto #1 langsung kusut. ‘’Hm~ diamlah Kurama. Aku bukan cermin dattebayo.’’


‘’Hm? Kurama? Kau bicara dengan siapa?’’ tanya Naruto #2.


Deg!

__ADS_1


Wajah Naruto #2 langsung pucat. ‘’Kau bicara tapi tidak ada orang di sini. Jangan bilang kau sedang bicara dengan penunggu tempat ini. Aku benar-benar benci hal menyeramkan dattebayo.’’


Ya, kurasa cermin memang tidak berbohong, kata Naruto #1 dalam hati dengan wajah bodohnya.


‘’Haa, aku sedang bicara dengan teman yang ada di dalam tubuhku, tepatnya di perutku,’’ jawab Naruto #1.


‘’Di dalam tubuh?’’ tanya Naruto #2 menyusuri tubuh sosok di depannya yang berakhir di perut.


‘’Apa kau hamil?’’ tanya Naruto #2 polos.


Dak!


Naruto #1 menjitak kepala versi kecilnya. ‘’Laki-laki tidak bisa hamil dattebayo!’’


Sedangkan Kurama yang ada di dalam tubuh Naruto #1, tertawa terbahak-bahak mendengar hal tadi.


‘’Kau sudah mendengar mengenai jinchuriki dan bijuu, kan?’’ tanya Naruto #1.


‘’Um, seperti ibu? Kudengar, ibu adalah jinchuriki karena di dalam tubuhnya ada bijuu berekor,’’ kata Naruto #2.


Naruto #1 membetulkan ucapan anak itu. ‘’Di dalam tubuhku juga ada seekor bijuu. Dan Chakra yang kau tanyakan itu adalah miliknya. ’’

__ADS_1


‘’Itu berarti, selain ibu … Kau juga adalah jinchuriki?’’ tanya Naruto #2.


‘’Sama halnya denganmu. Apakah kau pernah mengalami hal aneh, misalnya tubuhmu tiba-tiba mengeluarkan chakra yang besar tanpa batas, saat sesuatu memicumu?’’ tanya Naruto #1.


Naruto #2 teringat dengan beberapa kejadian yang membuatnya memperoleh chakra luar biasa. Naruto #1 membenarkan hal itu, kalau dirinya juga memiliki bijuu di dalam tubuhnya itu.


Aku juga memiliki hal seperti itu, ya? Pantas sajasaat invasi Pain, anak-anak mengatakan kalau setengah dari bijuu di dalam tubuh ibu, ada di dalam tubuhku. Aku benar-benar tidak menyangka, ayah dan ibu tidak memberitahuku hal ini, kata Naruto #2 dalam hati.


‘’Kenapa kau melamun?’’ tanya Naruto #1.


‘’Kalau kau bisa bicara dengan Kurama, lalu kenapa aku tidak?’’ tanya Naruto #2.


Naruto #1 hanya diam. Mengingat situasi saat ini, ia dan Kurama masih belum berteman. Malahan Kurama di situasi tersebut hanya terus berusaha merebut kesadaran dirinya agar bisa keluar dari segel itu. Tapi yang ini berbeda. Semenjak terlempar ke masa lalu, ia belum pernah melihat Kyuubi mengamuk untuk merebut kesadaran Naruto #2. Entah apa yang terjadi, tapi tetap saja mustahil untuk mengendalikan kekuatan Kyuubi.


‘’Kebencian,’’ jawab Naruto #1 langsung.


‘’Kebencian?’’ tanya Naruto #2 bingung.


‘’Bijuu di dalam tubuhku adalah perwujudan rasa benci. Dia sendiri adalah lambang dari kebencian. Dulu, aku juga seperti itu. Tidak tahu di dalam tubuhku ini ada seekor bijuu. Itulah kenapa semua warga membenciku dan mengucilkan diriku. Aku berjuang sekuat tenaga sampai meraih posisi puncak, agar keberadaanku diakui, sambil mengubah kebencian di dalam diri Kurama. Aku tidak pernah menyerah untuk mengubah kebencian itu, meskipun berulang kali diriku ingin dilenyapkan,’’ ungkap Naruto #1.


Kurama yang mendengarnya hanya berdecih.

__ADS_1


Tapi kau berhasil mengubah pandanganku mengenai dirimu. Kau menganggap semua bijuu sebagai teman dan keluargamu layaknya pria tua itu(Rikudou Sennin). Cih! Selain dirimu, aku masih membenci manusia sampai saat ini. Jika bukan permintaannya, aku juga tidak ingin kembali kepadamu.


Naruto #1 tersenyum. ‘’Arigatou Kurama.’’


__ADS_2