
Para Jounin terhempas begitu kuat sehingga menimbulkan asap di sekitar. Hiruko pun menoleh ke belakang menyadari Kakashi muncul dengan elemen listrik di tangannya.
‘’Raikiri!’’
‘’Dasar bodoh,’’ kata Hiroku mengulurkan tangan.
Ia menyerap serangan itu membuat Kakashi hampir terjatuh karena tarikannya. ‘’Ini aku kembalikan kepadamu. Raikiri!’’
Di saat bersamaan, Obito muncul dengan pola mata yang berputar menampilkan Mangekyou Sharingan. ‘’Kamui!’’
Mata Hiroku memicing melihat portal spiral yang berputar dan mendistorsi bentuk objek saat bergerak antar dimensi. ‘’Kamui memungkinkan pengguna untuk memindahkan objek. Itu adalah Jikukan Ninjutsu yang digunakan melalui Mangekyou Sharingan, dan hanya klan Uchiha yang bisa melakukannya.’’
‘’Sekarang!’’ teriak Obito membuat para Jounin mengangguk dan menghindar jauh.
Hiruko mengerutkan dahi melihat semua orang itu menjauh. Ia pun menoleh karena menyadari sebuah sinar.
Saat itu juga seberkas cahaya terpancar dari langit, membuat semua orang mendongakkan kepala.
‘’Apa itu?’’ tanya Naruto #2.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, terlihat Naruto #1 yang ditangannya berputar sebuah gumpalan chakra besar menyerupai shuriken.
‘’Kau masih memiliki teknik di tanganmu? Sekarang aku mengerti kenapa mereka tiba-tiba menjauh dan kau tidak muncul sejak tadi. Jadi, semuanya bertarung untuk mengulur waktu untukmu. Tapi, sudah kukatakan sebelumnya. Teknik ninja tidak akan mengenaiku,’’ kata Hiruko mengulurkan tangan.
Namun, chakra dari serangan itu tidak bisa diserap oleh tangannya.
‘’Kau menggabungkan dirimu dengan keempat ninja garis keturuan terakhir Kekkei Genkai. Tapi, selama kau tidak bergabung dengan Kakashi salah satu dari yang kelima, kau belum sepenuhnya menjadi sempurna. Tempat dimana kau ingin menggabungkan Kakashi masih kosong. Dan Kelemahanmu terletak pada bekas luka di dada yang masih kosong itu dattebayo!’’ seru Naruto #1.
Asuma terbelalak melihat mata Naruto #1. ‘’Itu Sage Jutsu.’’
‘’Jadi dia menggunakan Sennin Mode yang langsung dari alam agar tidak bisa diserap oleh Hiruko,’’ kata Guy.
‘’Itu jutsu yang sama yang dia gunakan untuk melawan keenam Pain,’’ kata Kurenai.
‘’Tidak! Ini mustahil! Aku tidak menerima hal ini!” seru Hiruko.
‘’Terima ini! Fuuton : Rasen Shuriken!’’ seru Naruto #1.
Hiruko yang menangkis serangan itu merasa sebentar lagi akan mati. Namun, tanpa terduga Naruto #1 mengalihkan serangannya lalu melempar rasen shuriken itu ke langit dan kembali berputar untuk melayangkan pukulan.
__ADS_1
Bersamana rasen shuriken tadi meledak, Naruto #1 meninju Hiruko sekuat tenaga. Karena daya ledak serangan tadi, kabut mulai menghilang dan memperlihatkan cahaya.
Hiruko bangkit dan berdiri sambil mendongakkan kepala. Terakhir kali ia melihat cahaya yang bersih secerah ini saat umurnya masih 12 tahun. Semenjak itu, ia hanya selalu berada di tempat yang gelap karena tubuhnya sangat lemah, dan mulai melakukan eksperimen.
Ia menoleh ke arah Naruto #1 dengan wajah tidak percaya. ‘’Kenapa … Kau tidak menghabisi diriku?’’
Semua orang hanya diam dengan wajah datar mereka, membuat Hiruko mengepalkan tangan.
‘’Dengan menggabungkan tubuh Kakashi, aku akan menjadi sempurna. Apakah yang aku lakukan ini salah?’’ tanya Hiruko.
‘’Untuk mengatasi kelemahanmu, kau mencoba untuk menyempurnakan dirimu sendiri sehingga dibuang oleh orang lain. Itulah kesalahanmu dattebayo,’’ kata Naruto #1.
‘’Itu logika untuk orang yang dilahirkan dengan kekuatan. Jika diingat lagi, aku tidak memiliki banyak teman. Hanya itu satu-satunya cara agar aku bisa bertahan hidup,’’ kata Hiruko.
‘’Kau salah Hiruko. Seharusnya kau memilih untuk membuat ikatan bersama teman-temanmu. Jika kau terus berusaha, teman-temanmu akan mencoba menolongmu,’’ kata Naruto #1.
Hiruko terbelalak melihat salah satu di antara para Genin yang terlihat sama persis dengan Naruto #1. Ia baru sadar kalau sudah menyerang anak itu beberapa jam yang lalu.
‘’Kita tidak jauh beda. Bukan kau saja yang merasa kehilangan. Aku juga pernah mengalaminya di posisimu. Itulah kenapa aku datang untuk menyelamatkan dirimu,’’ kata Naruto #1.
__ADS_1
Ia pun menoleh ke arah Obito. ‘’Di dalam dunia ninja, shinobi yang melanggar aturan memang dianggap sampah. Tapi … Shinobi yang meninggalkan sahabat mereka … Maka dianggap lebih rendah dari sampah.’’
Obito tersenyum mendengar hal itu, dan memejamkan mata. ‘’Aku tidak akan menarik kembali kata-kataku, karena itulah jalan ninjaku.’’