
‘’Apa kau mengenalinya Naruto?’’ tanya Sakura menyadari nada bicara anak itu.
Belum sempat Naruto menjawab, Sakura tertangkap oleh robot yang ia jatuhkan tadi. Betapa cerobohnya karena lengah.
‘’Temee! Menggunakan sandera itu pengecut dattebayo!’’ seru Naruto #2 hendak menolong Sakura.
Akan tetapi, laki-laki berjubah tadi menyerangnya membuat kedua orang itu berduel. Tidak seperti anak laki-laki biasanya, Naruto #2 mendapatkan lawan yang cukup menyusahkan.
Push!
Kedua anak laki-laki itu saling menjauh. Sosok robot yang dikendalikan oleh Shikamaru melalui jurus bayangan pun juga dihindari.
Tidak ingin menyerah, membuat Naruto #2 melakukan segel tangan. Seribu kloningnya menghampiri anak berjubah tadi.
Pedang yang digunakan anak berjubah langsung memanjang sambil diselumuti chakra dan menghapus bersih semua kloning tersebut. Namun, Naruto #2 muncul dari balik asap.
‘’Rasengan!’’
‘’Reijingu Sandaa!’’
Kedua serangan itu bertemu dan menyebabkan daya ledak yang luar biasa, sampai-sampai tebing runtuh dan pohon-pohon terkikis.
‘’Naruto!’’ seru Sakura karena kedua anak laki-laki tadi terjun ke jurang.
Shikamaru berdecih sambil menatap ke bawah jurang. ‘’Kita benar-benar dalam masalah.’’
__ADS_1
Tanah tiba-tiba bergetar membuat Shikamaru dan Sakura menghindar dan bersembunyi dibalik pohon.
Mata mereka membulat besar.
‘’Apa itu?’’
......................
Konoha
Minato menoleh ke arah luar jendela. ‘’Matahari hampir terbenam, tapi kenapa mereka bertiga belum kembali.’’
Ceklek!
Pintu terbuka dengan masuknya sosok Kakashi, Obito dan Sasuke. Mereka melaporkan hasil misi seperti biasa.
......................
Ia bangkit sampai membuat anak laki-laki di sampingnya juga terbangun.
Rambut pirang sampai leher dengan mata merah, kata Naruto #2 dalam hati.
‘’Yappari … Kau memang Temujin,’’ kata Naruto #2.
Anak berambut pirang tadi langsung bangkit. ‘’Bagaimana kau bisa mengetahui namaku?! Siapa kau?’’
Ga-Gawat. Aku keceplosan dattebayo, kata Naruto #2 dalam hati.
__ADS_1
‘’I-Itu … Aku memiliki kemampuan bisa mengetahui nama seseorang melalu penggambaran fisik,’’ jawab Naruto #2 dengan wajah bodohnya.
Temujin memicingkan mata. ‘’Wajahmu sangat meragukan. Aku tidak percaya. Jangan-jangan kau ini mata-mata.’’
‘’Aku bukan mata-mata dattebayo!’’ kesal Naruto #2.
‘’Oh, kalian berdua sudah bangun, ya?’’
Kedua anak itu menoleh dan melihat seorang pria tua kurus berambut putih, janggut panjang yang runcing ke bawah serta mengenakan topi dengan sehelai bulu.
‘’Kita berdua bersamaan siuman. Jadi kau tidak tahu siapa nama kakek ini. Kalau kau memang memiliki kemampuan menebak nama seseorang, katakan kepadaku … Siapa nama kakek ini?’’ tanya Temujin.
Naruto #2 menatap kakek tua itu dengan wajah kaku. ‘’Dia….’’
‘’Heh! Sudah kuduga, kau tidak tahu siapa namanya. Maka dari itu, cepat katakan dari mana kau mengetahui namaku? Jika tidak menjawab, aku akan mengha—‘’
‘’Kakek Kahiko!’’ seru Naruto #2 memotong ucapan Temujin.
‘’Nama Kakek adalah Kahiko, kan?’’ tanya Naruto #2.
‘’Apakah itu benar?’’ tanya Temujin memastikan kepada kakek tua itu.
Kakek tadi tersenyum dan memukul punggung Naruto #2, membuat anak itu meringis bukan main. ‘’Itu benar. Namaku Kahiko. Tidak kusangka, kau sungguh memiliki kekuatan unik seperti itu.’’
Naruto #2 tersenyum dalam artian mengejek membuat Temujin berdecih.
__ADS_1
‘’Aku adalah pemimpin caravan ini. Orang-orang dari desa menyebut kami bangsa pengembara. Kami melakukan perjalanan ke semua tempat, untuk menampilkan pertunjukan. Tergantung pada musim atau cuaca. Kalian berdua beruntung … Andai saja kami tidak lewat, mungkin kalian akan terbawa arus sungai,’’ kata tuan Kahiko.
‘’Ini hampir larut malam, sebaiknya kalian istirahat karena besok kami akan melanjutkan perjalanan,’’ lanjut tuan Kahiko.