God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 23 Tim Minato Berkunjung


__ADS_3

Sebelum Minato berangkat, Kushina memberikan kecupan singkat di pipi suaminya itu. Wajah Minato menjadi merah karena merona.


"Itte kimasu(Aku berangkat)," kata Minato.


"Itte irasshai(Hati-hati)," senyum Kushina.


Karena berada di rumah, Naruto pun membantu Kushina melakukan kegiatan sehari-hari. Mulai dari menyapu, mencuci, menjemur cucian, membersihkan kaca jendela, beres-beres, dll.


Sekarang rumah terlihat lebih mengkilat, membuat Kushina merasa senang.


"Arigatou Naruto, berkat dirimu pekerjaan rumah lebih cepat selesai," senyum Kushina.


"Douitashimashite(Sama-sama)," balas Naruto.


"Naruto! Apakah kau di sini?"


Kushina dan Naruto menoleh karena mendengar seseorang memanggil nama Naruto.


Sreg!


Naruto menggeser jendela dan melihat tim regu ayahnya di bawah.


"Oh? Itu dia!" tunjuk Obito.


Kakashi, Obito dan Rin menaiki tangga dan mengetuk pintu.


Ceklek!


"Yo! Kami da—‘’

__ADS_1


Begitu pintu terbuka, Kushina langsung memeluk Obito.


"Ara Obito, apa yang membuatmu kemari? Apakah kau merindukan diriku?" tanya Kushina.


Obito melotot dan berusaha bebas dari pelukan erat Kushina. "Uhuk! Uhuk! Lepaskan! Siapa yang merindukanmu? Kami hanya datang untuk melihat Naruto."


"Sungguh? Kau tidak perlu pura-pura, aku tahu kau datang kemari karena merindukan diriku dengan mengambil alasan ingin melihat Naruto," kata Kushina.


"Kakashi! Rin! Tolong aku!" pekik Obito.


Naruto yang melihatnya hanya tersenyum kaku. Berbeda dengan Kakashi dan Rin yang sudah terbiasa dengan kedua orang itu.


......................


Kushina menyuguhkan teh kepada anak-anak.


"Oho, Naruto, kau ini kenapa menolak keputusan Sandaime? Padahal kebutuhanmu sudah ditanggung, tapi kau malah tinggal di rumah Minato sensei ah maksudku Yondaime Hokage," omel Obito.


"Ahaha, soal itu, akan lebih aman kalau tinggal bersama orang dewasa," kata Naruto.


"Aku tinggal sendirian, tapi aku tidak takut, karena rasa takut tidak boleh dimiliki oleh seorang Hokage," kata Obito membuat Naruto terbelalak.


"Hokage?" tanya Naruto.


Obito tersenyum dengan percaya diri sambil menunjuk dirinya. "Benar! Suatu saat nanti, Uchiha Obito-sama ini akan menjadi seorang Hokage, dan kalian akan menjadi pengikutku, hmphehe."


"Kau itu ceroboh, tidak mahir dalam apa pun, lalu cepat terluka. Bagaimana shinobi seperti itu bisa menjadi Hokage dattebane?" tanya Kushina dengan wajah bodohnya.


Wajah Obito langsung kusut. Ia lalu berbisik ke Naruto. "Apakah kau sungguh betah tinggal satu atap dengan wanita yang dijuluki Habanero Berdarah ini? Dia mungkin akan membunuhmu kalau kau melakukan sesuatu yang membuatnya marah, seperti...."

__ADS_1


"Seperti?" tanya Naruto.


"Seperti kau mengejeknya dengan sebutan to...."


Naruto mengikuti nada bicara Obito sambil menunggu anak itu menyelesaikan kalimatnya.


"Kalian berdua, aku bisa mendengarnya," kata Kushina dengan aura membunuh sambil rambutnya terbang ke atas.


Naruto dan Obito menelan saliva disertai raut wajah ketakutan.


"Daripada menghasut Naruto, kau lebih baik kembali ke akademi! Lagi pula, kalian seharusnya ke akademi karena mendapatkan misi di sana. Kalau kalian terlambat, Minato akan marah," kata Kushina.


"Baiklah, baiklah. Naruto, kami pergi dulu," kata Obito.


"Terima kasih atas tehnya Kushina-sama," senyum Rin.


Kakashi hanya diam seperti biasa, sampai akhirnya ketiga anak itu pergi.


......................


Setelah Obito dan yang lainnya pergi, Naruto hanya menghabiskan waktu untuk berlatih di sekitar. Namun, karena hari mulai gelap, Naruto kembali ke rumah.


"Tadaima," kata Naruto.


"Okaeri," balas Kushina.



Naruto terbelalak karena melihat Minato pulang lebih awal.

__ADS_1


__ADS_2