God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 218 Menyebar


__ADS_3

Dokter Shinnou menatap Amura yang begitu lemah. Kulit anak itu sedikit pucat dengan kantong mata yang bisa dilihat, seolah-olah anak itu putus asa.


‘’Amura?’’ tatap dokter Shinnou mengelus pucuk rambut anak itu.


Ia menoleh saat menyadari ada keributan di luar. Matanya langsung memicing.


......................


‘’Jangan biarkan penyusup itu kabur!’’


Beberapa shinobi Soragakure melemparkan kunai serta serangan kepada para Genin yang tertangkap basah.


‘’Dasar bodoh! Ini karena ulahmu Naruto, sehingga kita langsung ketahuan,’’ omel Sakura.


‘’Hee~ mana aku tahu kalau ada banyak penjaga di dalam ruangan itu dattebayo,’’ balas Naruto.


Ceritanya, setelah para Genin berhasil naik dengan bantuan Sai, mereka menyusuri bangunan itu untuk mencari keberadaan Amura. Cukup aneh karena tidak ada penjaga sama sekali yang berjaga, hingga akhirnya Naruto #2 menatap sebuah pintu dengan ukiran berbeda. Ia membuka pintu dan melihat di dalam ruangan tersebut terdapat puluhan ninja Soragakure. Tanpa membuang waktu, mereka langsung kabur sebelum tertangkap.


‘’Jika saja mereka tidak banyak, aku bisa menahan mereka dan melakukan formasi Ino-Shika-Cho. Hontouni mendokusei,’’ kata Shikamaru.


Para Genin hanya berlari sambil bergantian menyerang ke belakang ke arah para ninja Soragakure. Karena berlari sejak tadi, membuat mereka tiba di aula. Sebelum tertangkap oleh ninja Soragakure, para Genin menatap pintu di sekeliling aula.


‘’Aku punya rencana. Jumlah mereka tidak sebanding dengan jumlah kita, tapi kalau kita bisa memisahkan mereka, setidaknya tiga dari masing-masing tim bisa melawan,’’ kata Shikamaru.


Shikamaru memilih pintu di sisi kanan, Neji memilih pintu di sisi kiri, Shino memilih pintu di antara dua sisi, dan Sasuke memilih pintu yang di tengah. Masing-masing tim berlari ke arah pintu yang berbeda, sehingga para ninja Soragakure juga menyebar untuk mengejar mereka.


Seperti yang diperkirakan Shikamaru, para ninja Soragakure yang mengejar mereka, jumlahnya berkurang. Dan hal itu membuatnya berhenti dan memilih untuk melawan. Hal yang sama terjadi di setiap tim.


‘’Nikudan Sensha!’’

__ADS_1


‘’Kage Kubishibari no Jutsu!’’


‘’Shintenshin no Jutsu!’’


‘’Dynamic Entry!’’


‘’Hakke Rokujuuyonshou!’’


‘’Kaifujutsu : Shuriken!’’


‘’Gatsuuga!’’


‘’Hakke Rokujuuyonshou!’’


‘’Mushi Bunshi no Jutsu!’’


‘’Shannarou!’’


‘’Chidori!’’


‘’Rasengan!’’


Para Genin menggunakan kesempatan itu untuk kabur sebelum para ninja Soragakure itu kembali mengejar. Sambil mengikuti arah pintu, mereka akhirnya kembali bertemu di ujung.


‘’Melihat semuanya ada di sini, sepertinya kalian berhasil kabur,’’ kata Shikamaru.


‘’Oee minna! Aku menemukan sesuatu di sini,’’ kata Naruto #2.


Sakura mengerutkan dahi. ‘’Jangan lagi. Awas saja kalau kau menemukan hal yang lebih menyusahkan.’’

__ADS_1


Ragu-ragu, Naruto #2 dan lainnya menyusuri koridor tersebut, hingga mereka tiba di sebuah ruangan yang sangat luas.


‘’Selamat datang untuk semuanya,’’ kata Dokter Shinnou yang duduk di kursi batu menyerupai singgasana.


Terlihat Amura di pangkuan pria itu dalam kondisi tenang.


‘’Ossan! Lepaskan Amura dan serahkan diri sekarang juga!’’ seru Naruto #2.


Semua orang langsung memasang wajah bodoh ke arahnya. ‘’Mana mungkin dia akan melakukan hal bodoh seperti itu.’’


Dokter Shinnou menggerakkan kepala Amura untuk menatap para Genin. ‘’Amura, mereka adalah shinobi dari Konoha.’’


Mata Amura langsung membulat, mengingat desanya pernah dihancurkan oleh shinobi Konoha membuat warga desa putus asa terutama dirinya. Padahal, yang menyerang desanya adalah dokter Shinnou sendiri, tanpa ia ketahui.


Dokter Shinnou memanfaatkan penyerangan Konoha terhadap Desa Soragakure sebagai alasan yang sama yang menyerang desa Amura.


‘’Mereka datang kembali untuk membunuh kita berdua,’’ kata Dokter Shinnou.


‘’Kushou! Hentikan omong kosongmu!’’ seru Naruto #2.


Dokter Shinnou semakin memancing perasaan putus asa Amura, sehingga chakra hitam dari anak itu perlahan terlihat.


Chakra hitam timbul karena memakan emosi negatif, dimana Ekor Nol mengambil keuntungan dan merasukinya.


‘’Sepertinya pria itu memanfaatkan chakra hitam dari Amura untuk membangkitkan Ekor Nol,’’ kata Shikamaru.


Tanpa membuang waktu, Naruto #2 langsung berlari membuat mereka terkejut.


‘’Bodoh! Apa yang kau lakukan?!’’ seru semuanya.

__ADS_1


__ADS_2