God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 241 Istana Houzuki


__ADS_3

‘’Apa? Istana Hou—‘’ ucapan Naruto #1 langsung terhenti saat menyadari sesuatu.


Ia kembali teringat dengan situasi yang sama, dimana dirinya dijebak oleh Jounin Kusagakure agar dipenjara di Istana Houzuki, untuk membuka Kotak Surga menggunakan chakra-nya.


Apakah pria itu yang menjebakku lagi? Tapi dia seharusnya masih belum mengetahui tentang diriku, kata Naruto #1 dalam hati.


‘’Kenapa wajah semua orang menjadi serius setelah mendengar nama Istana Houzuki?’’ tanya Naruto #2.


‘’Itu karena tempat itu adalah sebuah penjara ninja yang dipercayakan kepada Kusagakure oleh desa-desa lain,’’ kata Kakashi.


‘’Siapapun bisa masuk ke dalam tempat itu,’’ kata Kurenai.


‘’Akan tetapi tidak ada yang pernah kembali,’’ kata Guy.


‘’Istana Houzuki merupakan tempat untuk menahan semua ninja yang bermasalah dari semua desa,’’ kata Asuma.


‘’Dengan kata lain, jika Naruto dibawa ke sana, maka dia tidak akan kembali lagi ke desa ini,’’ kata Obito.


Mendengar hal itu membuat Naruto #2 berusaha membela sosok tersebut. Melihat umur anak itu membuat Naruto #1 tersadar akan sesuatu.


‘’Yondaime Hokage … Aku menerima hukumannya,’’ kata Naruto #1 membuat semua orang sekali lagi terbalalak.


‘’Tunggu, kau jangan mengambil keputusan yang gegabah. Semua orang di sini tahu, kau tidak akan melakukan hal itu dan pasti ada kesalahan. Jika kau ke sana, maka kau tidak akan kembali ke desa ini lagi,’’ kata Obito.

__ADS_1


‘’Touchan, pikirkan tentang kachan dan Hinata Nee-chan. Kalau ibu sampai tahu hal ini, dia pasti marah besar dattebayo,’’ kata Naruto #2.


Obito menoleh ke arah sang Hokage dan meminta penyelidikan untuk kasus ini. Sedangkan Naruto #1 mencegahnya dan menerima hukuman itu.


‘’Mokuton : Shichuurou!’’ kata Yamato.


Obito yang melihatnya berdecih dan langsung menangkis serangan tadi dengan elemen kayu yang sama. Sandaime langsung memberinya perintah untuk tidak melawan, membuat pria bermata satu sharingan itu terpaksa menurut.


Yamato kembali mengurung Naruto #1 dengan penjara kayu, lalu Minato menempelkan kertas penahan segel kayu dan mengambil pelindung dahi ninja sosok berambut kuning itu.


‘’Bawa dia!’’ perintah Minato.


......................


Dari jauh, terlihat sosok bertudung berdiri di puncak pohon menatap Naruto #1 di dalam penjara kayu yang dibawa beberapa shinobi. Cukup lama ia memandangi orang-orang itu hingga matanya memicing.


......................


Istana Houzuki



Naruto #1 menatap ke sekeliling karena tidak ada orang lain selain dirinya yang dikirim. Sekali lagi, ia tidak menyangka akan menginjakkan kaki di kastil tersebut.

__ADS_1


‘’Hei kau perhatian! Mui-sama, sebagai pemilik Istana Houzuki, akan berbicara kepadamu. Dengarkan baik-baik!’’


Mata Naruto #1 memicing melihat pria berambut hitam sebahu mengenakan setelan dengan ikat pinggang cokelat dan gesper perak, serta sepatu bot cokelat.


‘’Aku orang yang bertanggung jawab atas tempat ini, Mui. Kau dikirim karena kehilangan kepercayaan dari desamu. Tu—‘’


‘’Tugas yang diberikan Kusagakure adalah untuk memastikan siapapun yang dikirim kemari tidak akan kabur. Iya aku tahu itu. Ossan sudah pernah mengatakannya kepadaku,’’ kata Naruto #1 memotong ucapan.


Mui memicingkan mata lalu melepaskan kertas yang tertempel di penjara kayu membuat Naruto #1 terbebas.



Dengan sebelah tangan yang melakukan segel, ia menyentuh tubuh sosok berambut kuning. ‘’Katon : Tenrou!’’



Naruto #1 memasang wajah bodohnya setelah menerima tanda itu.


Hm~ jangan segel ini lagi dattebayo, ucapnya dalam hati.


‘’Dengan Tenrou ini, Kusagakure dan Istana Houzuki telah dipercaya. Selama segel ini berada ditubuhmu, kau tidak akan bisa menggunakan chakra. Ada 2 cara untuk bisa keluar dari tempat ini,’’ kata Mui.


‘’Pertama, jika desaku mengirimkan permohonan pembebasan diri atas diriku. Dan yang kedua adalah jika aku mati,’’ kata Naruto #1 mendahului.

__ADS_1


‘’Beraninya kau memotong ucapan Mui-sama!’’


Mui mengisyaratkannya untuk tenang dan memerintahkan mereka untuk membawa Naruto #1 untuk tahap pemeriksaan. Setelah melihat kepergian mereka, ia memicingkan mata. ‘’Anak itu….’’


__ADS_2