God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 121 Dinding


__ADS_3

‘’A-Apa yang terjadi? Kenapa semuanya menjadi gelap?’’ tatap Naruto.


Sasuke dan yang lainnya juga bereaksi yang sama.


‘’Setelah cahaya hitam yang mencurigakan itu muncul, kondisi langsung seperti ini,’’ kata Shikamaru.


Choji memicingkan mata. ‘’Apakah aku tidak salah lihat? Kenapa kita seperti di dalam gua?’’


Semuanya langsung mendongak ke atas dan mempertajam penglihatan mereka. Seperti yang dikatakan Choji barusan, semua anak itu terbelalak.


‘’Tunggu, jangan bilang kita sedang terkurung,’’ kata Neji.


Naruto langsung bergegas pergi. ‘’Kita tidak akan menemukan jawaban jika tidak berusaha mencari tahu! Aku akan menghampiri ayahku dattebayo!’’


‘’Chotto Naruto!’’ teriak Sakura menyusul.


Sasuke menghela nafas dan juga ikut menyusul.


‘’Haa, mendokusei na,’’ kata Shikamaru yang juga bergegas disusul yang lainnya.


......................


Minato menatap ke sekitar, melihat bebatuan yang menyelimuti mereka mulai menyusut sedikit demi sedikit.


Aku tidak bisa teleportasi ke luar desa, kata Minato dalam hati.


‘’Touchan!’’ teriak Naruto dan yang lainnya tiba.

__ADS_1


‘’Kalian semua?’’ tatap Minato.


Semuanya menghindari runtuhan kecil dari dinding langit tanah itu.


‘’Dinding ini semakin mendekat?!’’ pekik Tsunade.


‘’Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba seperti ini?’’ tanya Naruto.


Doton biasa saja sudah cukup! Gunakan pilar batu untuk menghambatnya … Hentikan agar dindingnya tidak menyusut.


‘’Ini, kan?’’ tatap Ino yang mendengar suara ayah Shikamaru melalui jurus ayahnya.


Klan Akimichi akan memakai Chou Baika no Jutsu untuk mendorong dinding itu!


‘’Kalian sudah dengar situasinya, sebaiknya jangan lakukan hal di luar peringatan tadi,’’ kata Tsunade.


‘’Itu tidak perlu. Yang dikatakan Tsunade benar, lebih baik kalian tidak kemana-mana,’’ kata Minato.


Para klan Akimichi menyebar dan melakukan tugas mereka untuk menahan dinding. Uchiha Fugaku yang merupakan kepala polisi Konoha memerintahkan semuanya untuk memastikan keselamatan semua penduduk. Klan Hyuga juga ikut turut membantu menahan dinding dengan jurus mereka sendiri.


Semua shinobi dari klan mengeluarkan chakra untuk membantu, begitu juga dengan shinobi yang bisa menggunakan elemen tanah.


Beberapa pilar besar yang tersebar, muncul untuk menahan bagian atas.


Guy dan Kakashi menggunakan jurus terkuat untuk memukul dinding tapi serangan fisik dari mereka tidak ada yang berhasil.


Muncul dua pengguna kayu dari arah berlawanan yang mengantisipasi dinding itu.

__ADS_1


‘’Itu, kan? Elemen kayu,’’ tatap Shizune.


‘’Tidak salah lagi, itu pasti mereka berdua. Selain Obito dan Yamato, tidak ada yang bisa menggunakan elemen kayu di sini,’’ kata Minato.


‘’Hhah?! Obito nii-chan mendahuluiku sekali lagi dattebayo! Cih, aku tidak akan berdiam diri … Aku akan menyelamatkan yang lainnya da—‘’


‘’Orang ceroboh seperti dirimu tidak usah banyak bicara!’’ seru Sakura menarik kerah leher Naruto sambil mengangkat tangan hendak memukulnya.


Tidak lama kemudian, Sakura terdiam setelah menyadari semua tatapan menuju ke arahnya. Ia langsung melepaskan cengkeramannya sambil tertawa kaku.


‘’Maaf Yondaime-sama, aku tidak bermaksud kasar kepada Naruto channarou,’’ kata Sakura.


‘’Sakura-chan~ kau sangat mencemaskan diriku, ya?’’ senyum Naruto terharu.


‘’Itu bukan rasa cemas, tapi teguran untukmu. Iya, kan? Sakura-chan?’’ tanya Rock Lee membantah.


Shikamaru menghela nafas panjang. ‘’Mendokuse.’’


Saat itu juga Kushina datang membuat mereka semua menoleh.


‘’Minato, ini jutsu penyegelan khusus! Kalau terus dibiarkan, semua orang akan hancur karena terhantam batu!’’ lapor Kushina.


‘’Semua sudah mendorongnya, tapi hanya masalah waktu sampai dinding ini menghantam kita,’’ kata Tsunade.


Yondaime.


Minato terbelalak mendengar suara itu. Ia menatap Tsunade dan Kushina. ‘’Aku ada ide.’’

__ADS_1


__ADS_2