God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 224 Mengulang Moment Part 1


__ADS_3

Minato yang duduk dengan tenang memejamkan mata. ‘’Aku tetap tidak akan memberikan izin! Ini adalah perintahku!’’


Bugh!


Naruto #1 langsung memukul meja sambil menggertak gigi. ‘’Aku sudah berusaha sekuat tenaga sampai sejauh ini. Touchan … Beri aku izin sebelum Perang Dunia Shinobi Keempat terjadi.’’


Kedua Hokage itu spontan bersamaan menoleh ke arah anak tadi. ‘’Apa maksudmu Perang Dunia Shinobi Keempat?’’


‘’Dalam tujuh hari, akan ada gerhana matahari total. Kita tidak punya waktu lagi,’’ kata Naruto #1.


Dengan sorot mata serius, ia menatap ayahnya. ‘’Bahkan ninja terbaik pun tidak dapat mendekatinya. Dia adalah ninja yang tidak terkalahkan. Aku sudah berjanji untuk memberikan seluruh hidupku demi perdamaian dunia ini. Jadi, cepat berikan perintah kepadaku.’’


Minato dan Sandaime yang saling memandang satu sama lain hanya diam.


......................


Keesokan harinya…


‘’Yo!’’ sapa Naruto #1.


‘’Ohayou,’’ kata Obito.


‘’Ohayou Naruto-san,’’ kata Rin.


‘’Ohayou Naruto,’’ kata Kakashi.


Naruto #1 membalas sapaan seperti biasa. Ia mengerutkan dahi sambil menatap ke sekeliling. ‘’Di mana Tim 7?’’


......................

__ADS_1


Pemandian Air Panas


Semua Genin yang telah membuka alas kaki berkumpul.


‘’Menurut perintah khusus dari Yondaime Hokage, tempat pertemuannya di sini, kan?’’ tanya Kiba.


‘’Iya. Tidak salah lagi,’’ jawab Shino.


Naruto #2 mengerutkan dahi sambil menutup hidungnya. ‘’Kita mau apa di sini?’’


Saat itu juga, mereka semua menoleh saat melihat kedatangan InoShikaCho.


‘’Semuanya sudah berkumpul, ya? Aku ditugaskan untuk menjadi koordinator tugas khusus ini. Meski itu mendokusei,’’ kata Shikamaru.


Neji meminta penjelasan mengenai perintah khusus yang diberikan Hokage Keempat. Shikamaru memberitahu semuanya kalau mereka akan membersihkan tempat ini. Sebab, pemilik dari pemandian tersebut memiliki hubungan dengan Tsunade, dan tidak bisa menolak.


‘’Kenapa Tsunade no Bachan tidak bisa menolak?’’ tanya Naruto #2.


‘’Seharusnya orang yang lebih mengetahuinya adalah dirimu, kan? Naruto Nigou,’’ kata Choji.


Rock Lee langsung bersemangat seperti biasa. ‘’Yosh minna! Ayo berjuang untuk masa muda kita!’’


‘’Lee, kita hanya membersihkan pemandian. Berhentilah menganggapnya secara berlebihan,’’ kata Tenten.


Hinata #2 dengan wajah merona hanya menunduk sambil mempertemukan kedua jari telunjuknya. ‘’Aku akan bekerja keras bersama Na-Naruto-kun.’’


Seperti biasa, Sakura akan menyemangati Sasuke sambil bersaing dengan Ino. Sedangkan Sasuke tidak peduli dan lebih memilih mengambil peralatan.


......................

__ADS_1


Naruto #1 mengangguk mengerti. ‘’Jadi semuanya memiliki waktu senggang saat ini. Kalau begitu, kenapa kita juga tidak bersenang-senang?’’


......................


Daisan Enshujo



Keempat orang itu menatap tanah lapang area latihan ketiga. Mereka tiba-tiba teringat dengan masa lalu, dimana tempat tersebut meninggalkan banyak kenangan.


‘’Sudah lama sejak hari itu terjadi,’’ kata Rin.


‘’Yosh, kebetulan semuanya memiliki waktu senggang, kenapa kita tidak melakukan hal yang sama seperti waktu itu?’’ tanya Naruto #1.


Ketiganya menoleh menyadari maksud ucapan sosok berambut kuning itu. Dan benar, Naruto #1 tersenyum sambil memperlihatkan dua buah lonceng.


‘’Seperti yang kalian pikirkan. 2 tim yang saling bertarung untuk mempertahankan dan merebut lonceng ini dattebayo.’’


Naruto #1 kembali menyuruh mereka untuk mengerahkan semua kekuatan dan jangan ragu menyerang, membuat ketiganya benar-benar teringat hari itu.


‘’Waktu itu aku masih belum bisa melakukan Kamui. Aku akan membayarnya di sini,’’ kata Obito.


‘’Dewa, hajimemashouka(Kalau begitu ayo kita mulai),’’ kata Naruto #1.


Tim yang pertama kali menyerang adalah Kakashi dan Rin. Mereka berdua harus merebut masing-masing lonceng yang dipegang oleh Naruto #1 dan Obito.


Kakashi menggunakan elemen listriknya dan hendak menyerang. Namun, Naruto #1 sudah berada di atas untuk menyerangnya.


‘’Rasengan!” seru Naruto #1.

__ADS_1


Ia sedikit terkejut karena tubuh Kakashi berubah menjadi potongan kayu. ‘’Hee~ kawarimi, ya?’’


__ADS_2