God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 201 Tindakan Semena-mena


__ADS_3

Sosok pria yang baru saja datang langsung terbelalak. ‘’Ada apa ini? Kenapa situasinya begitu tegang?’’


Naruto #1 menoleh dan membulatkan mata melihat pria itu. ‘’Kau?’’


‘’Sebentar lagi dadamu akan tertusuk dan mati,’’ kata Miroku.


Sama seperti yang lainnya, pria yang datang tidak lain Yomi tadi tertegun, dan akhirnya mengerti mengenai situasi yang sedang tegang ini.


Naruto #2 kembali mengingat mimpinya mengenai Naruto #1 yang dadanya memang ditusuk, sampai pria itu memuntahkan darah lalu meninggal. Ia menatap Naruto #1 di depannya.


Wajahnya sampai terlihat kaku. Dia pasti terkejut kalau dirinya menerima ramalan kematian, kata Naruto #2 dalam hati.


Heh … Apakah tidak ada penyebab kematian yang lain? Kenapa dadaku harus tertusuk lagi? Ibu dan anak sama saja. Padahal aku berharap kematianku akan beda kali ini dattebayo, kata Naruto #1 dalam hati.


......................


Semua kembali duduk tenang di aula, sambil membahas ramalan Naruto #1. Sakura dan yang lainnya bahkan melirik Naruto #1 berulang kali.


‘’Miroku-sama memang biasa meramalkan kematian. Tapi jangan khawatir,’’ kata Tuan Yomi.


‘’Jadi terkadang salah, ya?’’ tanya Neji.


‘’Tidak. Sejauh ini, sudah ada 100 lebih ramalannya,’’ kata Tuan Yomi.


‘’Hah? Lebih 100? Apa yang kau katakan? Aku tidak yakin itu dattebayo,’’ kata Naruto #2 meletakkan sebelah tangan di belakang telinganya.


‘’Dan ramalannya,’’ kata Tuan Yomi.


‘’Katakan dengan suara yang keras!’’ teriak Naruto #2.

__ADS_1


‘’Semua,’’ kata Yomi.


‘’Hah?’’


‘’Benar,’’ lanjut Tuan Yomi karena Naruto #2 selalu memotong ucapannya.


‘’Semuanya benar, ya? Tunggu! Semuanya benar?! Paman baru saja memberitahu kita untuk tidak khawatir dattebayo!’’ pekik Naruto #2 yang baru konek.


‘’Maksudku, mengkhawatirkan itu akan membuang waktu,’’ kekeh Tuan Yomi.


Naruto #2 menoleh dan melihat versi besarnya itu dengan alis berkerut.


Dia pasti tertekan. Sudah pasti, terlihat jelas di wajahnya, ucapnya dalam hati.


Aku benar-benar tidak menyangka akan melihat adegan ini lagi. Puff! Benar-benar geli, kata Naruto #1 dalam hati yang sama sekali tidak tertekan.


Naruto #1 tersenyum dengan wajah bodohnya.


Aku yang mendapatkan ramalan kematian, kenapa dia yang malah frustasi? Tapi aku penasaran, kenapa ramalannya tetap ada pada diriku, dan bukan Naruto #2 dattebayo, ucapnya dalam hati.


Senyumannya langsung hilang saat ia menatap tuan Yomi. Wajahnya menjadi serius melihat pria itu.


Dia adalah dalang dibalik bangkitnya Mouryou setelah iblis itu disegel. Kedatangan kami kemari mungkin ada hubungannya dengan Yomi-san. Dan sekali lagi, aku mendapatkan ramalan kematian. Aku harus waspada, kata Naruto #1 dalam hati.


‘’Siapa pria ini?’’ tanya Neji yang merujuk kepada Yomi.


‘’Dia adalah dokter medis pribadi di sini. Namanya adalah Yomi-san,’’ jawab ayah Taruho.


Tuan Yomi tersenyum sambil memperkenalkan diri serta menyambut kedatangan para shinobi Konoha.

__ADS_1


......................


Taruho menatap Putri Shion yang berdiri di depannya. ‘’Shion-sama?’’


Anak itu memiliki banyak teman di sisinya. Sangat berbeda denganku, kata Putri Shion dalam hati.


‘’Apa yang dilakukan shinobi Konoha di sini?’’ tanya Putri Shion.


‘’Miroku-sama membutuhkan mereka untuk urusan penting, begitu juga dengan ayahku. Itulah kenapa aku diutus untuk mengawal Anda,’’ jawab Taruho.


‘’Mereka datang sebagai bawahan ibuku, kan? Kalau begitu aku ingin kau melakukan sesuatu,’’ kata Putri Shion.


Tidak lama kemudian, Naruto #2 dan tiga anak yang lainnya tiba di kamar Putri Shion.


‘’Jadi kenapa kami dipanggil kemari?’’ tanya Neji.


‘’Aku lapar. Beri aku makanan!’’ perintah Putri Shion.


‘’Ha? Kau memanggil kami hanya untuk itu?’’ tanya Naruto #2.


‘’Tenanglah. Kita harus menurutinya,’’ kata Rock Lee hendak berjalan keluar.


‘’Aku ingin makanan sekarang juga!’’ paksa Putri Shion.


‘’Bagaimana kami memberimu makanan tanpa menuju ke dapur?’’ tanya Naruto #2.


‘’Aku tidak ingin tahu. Aku ingin makan sekarang!’’ tegas Putri Shion.


Naruto #2 dan yang lainnya saling bertatapan, hingga menyajikan bekal mereka kepada gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2