God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 58 Pengguna Mokuton


__ADS_3

Mata Naruto terbuka dengan perlahan. ‘’U-Um, sudah pagi, ya?’’


Naruto bangkit sambil mengusap matanya lalu meregangkan tangannya. ‘’Berapa lama aku tidur? Sepertinya shinobi elemen kayu itu tidak mengejar lagi.’’


Ia menggunakan air dalam botol untuk membasuh wajah. Lalu sarapan dengan roti. Setelah makan cukup banyak, Naruto pun kembali berjalan menyusuri hutan.


‘’Nee Kurama, sekarang kita akan ke mana?’’ tanya Naruto.


Kenapa bertanya padaku?


Naruto mengerutkan dahi. ‘’Kau itu sangat enak karena memiliki tempat tinggal. Hanya tidur dan bersantai di dalam tubuhku, sedangkan diriku berjalan tanpa tujuan dan tidak memiliki tempat tinggal dattebayo.’’


Kau ingin mencoba tukaran denganku, dengan terkurung dalam segel ini?


‘’Aa tidak perlu, terima kasih,’’ jawab Naruto.


Naruto menghela nafas sambil berjalan. ‘’Karena aku terlempar saat seumuran dengan Kakashi sensei, aku tidak memiliki kenalan di masa ini. Aku bukan Ero Sannin yang harus berkelana untuk menulis buku dattebayo.’’


‘’Padahal aku sangat ingin bertemu dengannya. Tapi dia sebelum kembali ke Konoha, aku sudah disuruh meninggalkan desa. Haa, saat ini Ero Sannin ada di mana, ya?’’ tanya Naruto.


Kau ini banyak mengeluh.


Shinobi yang berdiri di sekitar pohon melakukan segel tangan. ‘’Mokuton Jukai Kotan!’’


Naruto terhenti karena akar pohon kecil tumbuh dari tanah sambil membesar secara perlahan di sekitarnya. Saat itu juga ia menoleh karena menyadari hal itu.


‘’Dia datang lagi!’’ seru Naruto.


Tanpa membuang waktu, ia langsung lari sebelum akar-akar pohon itu mengurungnya.

__ADS_1


‘’Tidak akan kubiarkan lolos. Mokuton Daijurin no Jutsu!’’ kata shinobi itu.



Tangannya berubah menjadi kayu berbentuk balok yang ujungnya runcing. Naruto yang berbalik melihatnya hanya berdecih.


‘’Ternyata benar, itu adalah kau,’’ kata Naruto menghindari serangan dari shinobi tadi.


Namun, tidak ingin tertangkap lagi seperti kemarin, membuat Naruto terus berlari meskipun ia tidak tahu akan berakhir di tempat yang mana.


‘’Dasar, padahal aku hanya ingin mencari tempat tinggal dengan santai dattebayo, tapi malah terlibat masalah lagi dengan orang itu. Akan repot jika tertangkap dengannya lagi,’’ omel Naruto.


Itu karena dia bisa mengendalikan seorang jinchuriki, sama seperti saat dia bisa mencegahku merebut kesadaranmu.


Naruto membenarkan ucapan Kurama. ‘’Karena itulah aku lebih memilih kabur daripada tertangkap.’’


Setelah lama saling mengejar, Naruto terhenti karena ia malah tiba di ujung jurang.


Naruto berdecih sambil menatap ke belakang, memastikan langkahnya dengan hati-hati.


‘’Butuh waktu yang lama untuk menemukan dirimu. Tidak kusangka, ternyata kau bersembunyi di desa yang sudah hancur itu. Tapi, untunglah aku berjaga di sekitar. Saat aku melihatmu muncul, aku tidak akan membuang waktu lagi.’’


Tanpa membuang waktu, shinobi itu menyerang. ‘’Mokuton no Justu!’’



Sebuah kayu panjang muncul dari tanah dan menyerang Naruto.


__ADS_1


‘’Rasengan!’’


Kayu tadi langsung hancur sebelum menyentuh Naruto.


‘’Rasengan? Dia bisa menggunakan jurus itu?’’ kata shinobi tadi.


‘’Aku tidak ingin melukaimu, jadi hentikan ini semua!’’ seru Naruto.


Shinobi tadi mengeluarkan kunai dan memilih menyerang Naruto dari dekat. ‘’Maaf saja, tapi perintah Tuan-ku harus dilaksanakan.’’


Sing!


Naruto berhasil menangkis kunai itu. ‘’Kau keras kepala sekali. Kenapa tidak katakan saja kalau kau sudah menghabisiku? Setelah itu kita berdua bebas.’’


‘’Berbohong itu tidak baik,’’ jawab shinobi itu.


‘’Tapi berbohong sesekali demi kebaikan itu tidak apa-apa dattebayo,’’ kata Naruto dengan wajah bodohnya.


Shinobi tadi menggunakan kesempatan untuk menghabisi Naruto dari jarak dekat, saat Naruto sedikit lengah. "Mokuton no Jutsu!"


Naruto menghindari kayu-kayu itu. Tapi, karena dia diserang di bagian sisi jurang, membuatnya kewalahan.


Serangan kayu itu menyerang Naruto secara bertubi-tubi. Merasa tidak tahan lagi, membuat Naruto melakukan segel tangan.


Sreg!


‘’Aa shimatta(Gawat)!’’ pekik Naruto.


Tanah yang ia injak tiba-tiba runtuh, membuatnya jatuh ke bawah dengan segel tangan menggantung yang belum selesai. ‘’Yamato Sensei no Baka!’’

__ADS_1


Shinobi tadi terdiam sambil melihat tubuh Naruto yang terjatuh ke bawah, sudah terbawa arus air. Ia pun melepaskan topeng di wajahnya.


‘’Sensei? Dia juga mengetahui kode nama baru yang diberikan untukku?’’


__ADS_2