God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 64 Tiba


__ADS_3

Keempat anak itu menatap kayu yang muncul dari tanah yang lalu mengurung mereka.


Yamato menatap kayu yang berbentuk setengah lingkaran di depannya. ‘’Mokujoheki adalah teknik yang bisa memiliki dua fungsi. Fungsi pertama adalah pertahan dan fungsi kedua adalah penahan lawan. Jika lawan berada di dalam teknik ini, maka sangat sulit untuk kabur.’’


‘’Aku turut berduka untuk kalian bertiga karena harus ikut mati bersama Naruto. Karena kalian bertiga adalah pengganggu, maka kalian yang akan aku habisi pertama kali, baru setelah itu Naruto.’’


‘’Kami tidak akan kalah dari manusia kepala rubah seperti dirimu!’’ kata Yahiko.


‘’Namaku Yamato! Berhenti memanggilku seperti itu!” kesal Yamato.


Saat Yamato hendak menyerang, tiba-tiba kayu setengah lingkaran tadi hancur dengan munculnya seseorang.


‘’Aku bertanya apa yang sedang terjadi sampai ada keributan di sini. Ternyata ada salah satu shinobi penyusup, ya?’’


‘’Siapa kau?’’ tanya Yamato.


‘’Kau tidak tahu siapa diriku? Siapa lagi kalau bukan pemimpin dari Desa Amegakure, Hanzo-sama da,’’ kata Hanzo.


Yamato dan ketiga anak itu tersentak setelah mendengar ucapan pria dewasa tadi.


‘’E-Eh? Tuan Hanzo? Meskipun tidak pernah melihat wajahnya, tapi dia datang untuk menolong kita?’’ tanya Yahiko.

__ADS_1


‘’Jadi dialah pemimpin desa kita, Tuan Hanzo,’’ kata Konan.


Hanzo melakukan segel tangan di depan dadanya membuat Yamato langsung mengambil kunai.


‘’Pergilah jika kau tidak ingin berakhir di tangan Hanzo-sama ini,’’ kata Hanzo.


‘’Kau dengar itu pengguna Rakuton! Pergilah!’’ teriak Yahiko.


‘’Bukan Rakuton! Tapi Mokuton! Berhenti melakukan pelesatan nama!’’ kesal Yamato.


Yamato menatap ketiga anak tadi, dan berdecih. Tidak lama kemudian, ia pun menghilang. Setelah memastikan kepergian Yamato, ketiga anak itu mendekati Hanzo.


‘’Tuan Hanzo sampai datang untuk menolong kami, terima kasih banyak! Kami berhutang budi kepada Anda,’’ kata Yahiko bersujud.


Shin!


Ketiga anak itu mendongakkan kepala dan terbelalak. Sebab, sosok Hanzo tadi langsung berubah menjadi Naruto.


‘’Yo minna. Hehe, tidak perlu bersujud begitu juga di depanku dattebayo,’’ kata Naruto.


‘’Ha?! Jadi kau bukan Tuan Hanzo?’’ tanya Yahiko.

__ADS_1


Naruto terkekeh pelan sambil menggaruk pipinya. ‘’Aku hanya menggunakan Henge Jutsu untuk berubah menjadi pria itu agar pengguna Mokuton itu pergi.’’


Ketiga anak itu langsung memasang raut wajah bodoh. Mereka pun menatap ke sekitar.


‘’Rumah kita benar-benar hancur karena serangan kayu orang itu, dan makan malam kita juga sudah tidak layak,’’ kata Yahiko.


Naruto yang melihatnya merasa bersalah. Ia tidak menyangka Yamato sampai mengejarnya ke Amegakure. ‘’Minna, hontouni gomennasai.’’


‘’Kami sudah membawamu kemari dan tidak ingin menyalahkan dirimu. Tapi, kenapa ninja bertopeng itu sampai ingin membunuhmu?’’ tanya Yahiko.


Naruto tidak punya pilihan lain. Ia pun memberitahu mereka kalau ada seorang penghianat di dalam desanya yang ingin membunuhnya. Mendengar hal itu, membuat ketiga anak tadi menyuruhnya untuk melaporkan hal itu.


Tapi, Naruto menolak dan lebih memilih tujuannya untuk mencegah duka yang terjadi kepada setiap orang terdekatnya.


‘’Biarkan saja. Suatu saat aku pasti akan menemukan orang itu,’’ kata Naruto.


Keempat anak itu kembali menatap rumah yang dalam kondisi setengah hancur.


......................


Jiraiya yang tiba hanya mengontrol nafasnya yang sejak tadi hanya berlari tanpa istirahat. Dari jauh, ia melihat rumah yang pernah ia tinggali bersama ketiga anak itu.

__ADS_1


‘’Itu mereka,’’ kata Jiraiya bergegas menuju ke rumah tersebut.


__ADS_2