
‘’Sandayuu-san, kau yang telah merekomendasikan Negeri Salju untuk episode terakhir dari film ini. Tapi, di tengah-tengah syuting, kita mendapatkan serangan. Bukan hanya itu, mereka bersih keras membawa pergi Aktris Yukie. Ada apa sebenarnya?’’ tanya sutradara.
Pria tua bernama Sandayuu menceritakan yang sebenarnya kalau Fujikaze Yukie adalah nama palsu. Identitas asli Yukie adalah Kazahana Koyuki, putri dari pemilik Negeri Salju. Ia mengabdi pada penguasa negeri salju sebelumnya, Kazahana Sousetsu.
‘’10 tahun yang lalu terjadi musibah. Adik Sousetsu-sama, mengutus beberapa ninja untuk memberontak dan mengambil alih negeri. Istana Kazahana dibakar dan Putri Koyuki juga menghilang. Karena itulah aku bersih keras mencarinya sambil bekerja sebagai manager film,’’ kata Sandayuu.
‘’Tidak lama kemudian, Sutradara menggarap film dan Yukie-san adalah aktrisnya. Saat melihatnya, aku yakin dia adalah Putri Koyuki,’’ lanjut Sandayuu.
‘’Tapi bagaimana kau yakin dia adalah putri itu?’’ tanya salah satu kru.
‘’Kalung yang dipakainya adalah pemberian dari Sousetsu-sama. Kalung kristal hexagonal yang hanya dimiliki oleh pewaris negeri salju,’’ jawab Sandayuu.
Pria tua itu hanya membungkuk meminta maaf karena telah membahayakan orang sekitar. ‘’Hiks, maaf karena keegoisanku untuk membawa putri kembali, membuat kalian semua dalam bahaya.’’
‘’Lebih baik kau menyerah saja. Tidak ada gunanya menangis. Dotou tidak bisa dikalahkan’’ kata Putri Koyuki datar.
Bugh!
Naruto #2 memukul meja sambil berdiri. ‘’Jangan ucapkan kata menyerah semudah itu dattebayo! Sandayuu-san mengorbankan hidupnya untuk mencarimu dan membawamu kembali. Jika kau main-main dengan masalah ini, aku tidak akan pernah memaafkanmu.’’
Putri Koyuki membuang wajah sambil berdecih, membuat Naruto #2 semakin kesal.
‘’Negerimu ini sedang menangis karena dipimpin oleh orang yang salah,’’ kata Naruto #2.
__ADS_1
‘’Menangis? Sayang sekali air mataku sudah lama membeku dan hatiku menjadi batu semenjak kejadian itu,’’ jawab putri Koyuki datar.
Sutradara yang telah menyimak pembicaraan mereka hanya memejamkan mata. Ia memikirkan mengenai adegan episode terakhir nanti. Menyadari niat sutradara untuk tetap melanjutkan syuting membuat Putri Koyuki protes.
‘’Berhentilah melarikan diri! Jika kau tidak bekerja keras, maka kau tidak akan memperoleh hasil!’’ seru Sutradara.
‘’Kalau begitu, kita harus kembali ke desa untuk meminta bala bantuan,’’ kata Kakashi.
‘’Itu tidak perlu. Misi ini diberikan kepada kita, jadi sudah cukup,’’ kata Sasuke.
Sandayuu terbelalak dan berterima kasih atas keputusan mereka untuk membantu.
Setelah beristirahat sejenak, mereka menuju ke hutan untuk adegan selanjutnya. Namun, masalah terjadi saat dua ninja muncul membuat kekacauan.
‘’Kalian lagi!’’ kesal Naruto #2.
Naruto #2 menoleh karena sempat melihat Putri Koyuki melarikan diri.
‘’Naruto! Kau mau ke mana?!’’ seru Sakura.
Kunai kembali dilemparkan membuat Sakura dan Sasuke berlari. Kakashi mengambil kesempatan untuk menyelamatkan orang disekitar sebelum mengurus kedua ninja tadi.
Fubuki yang menggunakan sayap, menyusahkan kedua anak itu, sambil Mizore menyerang. Cukup lama, Sasuke dan Sakura berlari terus ke sana kemari.
‘’Sakura, sekarang?’’ tanya Sasuke berlari.
‘’Tunggu sedikit lagi,’’ kata Sakura langsung menghindar sebelum Fubuki mengenainya.
__ADS_1
Melihat arah terbang Fubuki membuat Sakura memberi aba-aba. ‘’Setelah lima detik, putar 20 derajat ke kiri, dan bergerak 30 meter ke depan di pepohonan!’’
Sasuke langsung melemparkan kunai yang disertai benang tali. Melihat hal itu membuat Mizore menghampiri Sakura.
‘’Apa pun yang kau lakukan, itu hanya sia-sia,’’ kata Mizore.
Sakura mengibaskan jubahnya dan terlihat belasan kunai yang ditempelkan kantungan kecil. Ia melemparkan kunai itu ke arah Mizore, dan yang keluar dari kantungan tadi adalah belasan kertas.
Mizore hanya santai menerima serangan itu dan melihat Sakura yang terus melempar ke arahnya. ‘’Sudah kubilang hanya sia-sia. Serangan ini tidak a—‘’
Deg!
Pria itu langsung berhenti dan menatap dirinya yang dihujani puluhan kertas kecil yang sebenarnya adalah bom.
Sakura tersenyum sambil melemparkan kunai yang ditempelkan kertas bom. ‘’Sakura Fubuki no Jutsu!’’
Ledakan besar itu menimbulkan angin di sekitar berhembus kencang, dan menghilangkan keseimbangan Fubuki yang berakhir terjebak di benang tali yang dilemparkan Sasuke tadi.
Namun, serangan itu mempan untuknya. Akan tetapi, Sasuke langsung muncul dari belakangnya memberi serangan kejutan.
‘’Shishi Rendan!’’
Fubuki menerima serangan telak. Tubuhnya terjatuh dan langsung membentur Mizore yang pandangannya terganggu oleh asap ledakan tadi. Begitu kedua tubuh orang itu bersentuhan, aliran listrik langsung menyengat mereka.
‘’Bagus! Jangan lewatkan sedikitpun!’’ seru Sutradara beserta kru yang mengambil gambar.
__ADS_1