
‘’Ara Hinata-chan, kawaii. Nama yang indah seperti orangnya dattebane,’’ kata Kushina.
Semua langsung menoleh saat mendengar bayi Naruto menangis. Hinata menatap bayi Naruto yang berada di keranjang tempat tidur.
‘’Naruto, kenapa kau menangis? Perasaan tadi masih ceria,’’ kata Kushina menggendong bayinya.
Hinata berjalan mendekati bayi itu dan menenangkannya. Saat memegang tangan mungil Naruto, bayi itu langsung tenang lalu tersenyum.
Na-Naruto-kun, katanya dalam hati.
‘’Wah, Hinata-chan, kau tahu menenangkan bayi, ya? Arigatou. Sepertinya Naruto menyukaimu dattebane,’’ kata Kushina.
Wajah Hinata langsung merah merona setelah mendengar ucapan Kushina.
......................
Malam pun tiba, sambil kedua pasangan itu membantu Kushina menjaga Naruto. Makan malam yang dimasak oleh Kushina pun telah selesai, bersamaan datangnya Minato.
‘’Kau sering pulang telat,’’ kata Kushina.
‘’Tenanglah. Sudah seharusnya urusan seperti ini diselesaikan oleh Hokage sepertiku. Bagaimana dengan Naruto?’’ tanya Minato.
‘’Aa, mereka membantuku untuk menjaganya. Selain itu, Naruto sangat menyukai Hinata-chan dattebane,’’ kata Kushina.
Minato menoleh dan menatap Hinata.
Flashback on
Minato dan Sandaime bersamaan terkejut. ‘’Mata itu....’’
__ADS_1
‘’Benar Yondaime-sama. Mata yang sama yang dimiliki oleh klan Hyuga,’’ kata Banri membenarkan reaksi kedua pemimpin desa itu.
‘’Yondaime-sama tiba-tiba memanggil kami setelah mengadopsi Hinata. Kami lalu mengingat kalau di Konoha, salah satu klan memiliki mata yang sama … Klan Hyuga. Tidak tahu apa yang harus kami lakukan, sehingga kami hanya menutupi matanya dengan perban,’’ kata Banri.
‘’Kau bilang menemukannya di sekitar medan perang. Bagaimana mungkin anak seperti dia ada di tempat seperti itu?’’ tanya Sandaime.
‘’Kami juga tidak tahu Sandaime-sama. Kami hanya melihatnya terbaring tidak sadarkan diri, lalu membawanya ke rumah kami dan merawatnya,’’ jawab Kaga.
Minato menyuruh pasangan itu untuk menghampiri Kushina. Kini hanya tersisa mereka berdua di ruangan itu.
‘’Yondaime-sama?’’ tatap Sandaime.
‘’Aku mengerti Sandaime-sama. Aku akan bertemu dengan kepala klan Hyuga, Hiashi secara pribadi,’’ kata Minato.
Setelah Minato menyelesaikan sedikit urusan di kantor Hokage, ia pun mengunjungi kediaman klan Hyuga.
Minato menatap dua bayi di keranjang tempat tidur, membuatnya menghampiri kedua bayi itu.
‘’Bayi laki-laki itu adalah Hyuga Neji, putra Hizashi, dan disampingnya adalah Putriku Hyuga Hinata.’’
Deg!
‘’Hinata?’’ tanya Minato.
‘’Ada apa Yondaime-sama? Kenapa wajah Anda seperti itu?’’
......................
‘’Tidak mungkin. Anak itu juga bernama Hinata dan memiliki mata Byakugan?’’ tanya Hiashi setelah mendengar semuanya.
__ADS_1
Minato mengangguk. ‘’Aku dan Sandaime-sama terkejut saat melihat matanya pertama kali. Karena itulah aku datang untuk menemui.’’
‘’Yondaime-sama … Bisakah Anda mempertemukanku dengan anak itu?’’
Flashback off
‘’Sana bersihkan dirimu dulu baru ikut bergabung untuk makan malam,’’ kata Kushina.
Minato berjalan ke arah kamar, lalu berbalik untuk sesaat melihat Hinata.
......................
Amegakure
Naruto memasang wajah kusut, membuat Yahiko mengerutkan dahi.
‘’Kenapa kau tidak memakannya? Ini sudah waktunya makan malam,’’ kata Yahiko.
‘’Ternyata memang hanya ramen di Ichiraku yang tidak ada tandingannya dattebayo,’’ kata Naruto mengeluh.
‘’Jangan berkata seperti itu, ramen buatan Amegakure juga tidak kalah enaknya,’’ kata Yahiko.
Yahiko tersedak membuat Konan langsung memberinya segelas air. Naruto yang meletakkan kepalanya di meja hanya memasang raut wajah bodoh melihat pemandangan itu.
Hm~ pamer saja terus di depanku. Selain itu, kenapa Nagato hanya biasa-biasa saja dan tidak terganggu dengan kedua orang yang kasmaran ini? Dattebayo, gerutu Naruto dalam hati.
Ia mengepalkan tangan sambil memicingkan mata.
Hinata….
__ADS_1