God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 142 Kilas Balik Pertemuan


__ADS_3

Rutinitas pagi berjalan seperti biasa. Kushina tersenyum dengan mata menyipit melihat pemandangan di depannya. ‘’Ara? Bukankah mereka berdua sangat lucu?’’


‘’Aku seperti melihat ada dua Naruto dengan umur yang berbeda dattebane,’’ lanjut Kushina.


Kedua Naruto hanya tersenyum kaku dengan wajah bodoh mereka.


Y-Ya, di sini memang ada dua orang dattebayo, kata kedua Naruto kompak dalam hati.


Naruto #2 menatap sosok di sampingnya dengan raut wajah serius.


Dia benar-benar mirip denganku. Bagaimana mungkin ada kebetulan seperti ini? Hm, kata Naruto #2 dalam hati.


Naruto #1 tersenyum kaku, mengabaikan tatapan dari anak di sampingnya.


Haa, dia pasti berpikir kenapa kami berdua memiliki kemiripan yang sama, kata Naruto #1 dalam hati.


‘’Jadi, bagaimana 12 tahun ini? Kudengar kau bergabung dengan organisasi yang bernama Akatsuki untuk menolong semua orang,’’ kata Minato mencairkan suasana hening.


‘’Um, iya. Aku bertemu dengan murid lain Ero Sennin dari Amegakure dan membentuk organisasi itu,’’ jawab Naruto #1.


‘’Kau juga mengenali Ero Sennin?’’ tanya Naruto #2.


‘’Semua orang mengenalnya dattebayo,’’ kata jawab Naruto #1.


‘’Bukan itu maksudku. Di sini, hanya aku yang memanggilnya dengan sebutan Ero Sennin. Tapi kau juga memanggilnya seperti itu,’’ kata Naruto #2.


Sampai-sampai melontarkan pertanyaan yang menjebak. Aku tidak ingat kalau diriku secerewet ini, kata Naruto #1 dalam hati.


‘’Kenapa kau menanyakan hal sepele yang sudah diketahui semua orang?’’ tanya Naruto #1 melawan balik.

__ADS_1


Naruto #2 memicingkan mata dan tidak menyerah untuk membuka kedok Naruto #1 karena merasa orang itu mencurigakan. ‘’Hm~ kau dan Hinata Nee-chan sudah menikah, kan? Apakah kalian tidak memiliki anak?’’


Deg!


Semua orang tersentak karena pertanyaan itu. Wajah Hinata #1 langsung merona.


Kono kushou gaki(Bocah ini)! Ssttt, kata Naruto #1 dalam hati sambil mengernyitkan alis disertai senyuman.


Ehe, bagaimana dengan itu? Aku yakin kau tidak bisa mencari alasan lagi, kata Naruto #2 dalam hati menyeringai.


‘’Apa yang kau katakan? Saat itu mereka berdua masih berusia 12 tahun dan terpisah. Jadi, mereka berdua belum memiliki anak dattebane. Selain itu, kau masih anak-anak, berhenti membahas hal seperti itu!’’ tegur Kushina.


Naruto #1 tersenyum puas sambil menaikkan kedua alis berkat bantuan Kushina. Melihat hal itu, Naruto #2 pasrah dan kembali makan. Minato hanya tersenyum menyaksikan hal tersebut.


‘’Aa, ini mungkin sedikit tidak sopan setelah kembali. Tapi, aku memiliki permintaan mengenai dua anak yang aku bawa kemari,’’ kata Naruto #1.


......................


Sai menghampiri kakaknya yang menatap ke luar jendela. Mereka berdua menatap desa yang dibangun ulang secara perlahan.


‘’Tuan sampai membawa kita ke kota ini dan memberikan rumah untuk orang asing seperti kita,’’ kata Sai.


‘’Bukankah Tuan sangat baik? Tidak, kurasa dia memang sangat baik semenjak kita bertemu dengannya,’’ kata Shin.


Flashback on


Di sebuah rumah yang berada di pedalaman antara Amegakure dan Konohagakure. Terlihat dua anak dengan pakaian lusuh dan kotor sedang menatap sebatang lilin di depan mereka.


‘’Nee Nii-san? Kapan kita berdua bisa tinggal di kota seperti yang lainnya?’’ tanya Sai.

__ADS_1


‘’Bersabarlah. Aku berjanji akan membawamu ke sana,’’ jawab Shin.


‘’Apakah biaya tinggal di kota itu mahal? Aku melihat anak-anak memakai baju yang lebih bagus daripada kita, memiliki senjata masing-masing, dan masih banyak lagi. Berbeda dengan kita, Nii-san sampai bekerja keras hanya untuk kebutuhan selama satu minggu,’’ kata Sai.


Shin tersenyum. ‘’Kau terlalu cerewet.’’


‘’Apakah ada orang?!’’


Kedua anak itu tersentak mendengar suara tersebut. Ragu-ragu mereka berdua membuka pintu, dan tampak dua sosok pria yang salah satunya berlumuran darah.


‘’Sai?’’


‘’Eh? Anda tahu namaku?’’ tanya Sai terkejut membuat sosok yang memanggilnya juga tersentak karena keceplosan.


‘’Teman Anda sepertinya terluka, bawa dia masuk dulu,’’ kata Shin.


Tidak lama kemudian setelah kedua anak itu membalut luka sosok berambut orange, mereka manatap sosok berambut kuning berjubah merah.


‘’Tuan, apa yang sebenarnya terjadi? Apakah kalian berdua diserang?’’ tanya Shin.


‘’Ada sedikit masalah. Bisakah kami berdua tinggal di sini untuk sementara?’’ tanya sosok berambut kuning.


Kedua anak itu saling bertatapan. Untuk memenuhi kebutuhan dua anak seperti mereka saja sangat sulit, apalagi kalau tertambah dua orang dewasa. Melihat reaksi kedua anak itu membuat sosok berambut kuning terkekeh.


‘’Aa, jangan khawatir soal itu. Kami tidak akan merepotkan kalian berdua dattebayo.’’


Semenjak kejadian itu, sambil merawat sosok berambut orange, Sai dan Shin mencicipi makanan yang tidak pernah mereka makan, memakai pakaian yang layak, bahkan sampai diberi pendidikan yang sama di akademi.


Flashback off

__ADS_1


‘’Nii-san benar. Kita berdua hanya orang asing, tapi Tuan sampai melakukan hal seperti itu,’’ kata Sai.


__ADS_2