God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 111 Menyerang Bersama


__ADS_3

‘’Lalu apa maksudnya meminta perlindungan untuk anak Anda barusan?’’ tanya Ino.


‘’Kedua anakku tiba-tiba menghilang. Aku berusaha mencari mereka tapi tetap saja tidak menemukannya. Ada yang melihat mereka yang berada di sekitar sini untuk terakhir kali.’’


Wanita itu menunduk dan pamit sebelum pergi untuk mencari kedua anaknya kembali.



Shikamaru memicingkan mata sambil menatap ke arah kuil tadi.


‘’Oee Shikamaru, apa yang kau lakukan?’’ tanya Naruto.


‘’Chotto, keputusanmu itu tidak benar. Dewa seharusnya berada di dalam kuil ini, kau mau dihukum, ya?’’ tegur Ino.


Shikamaru membuka pintu dan masuk ke dalam. ‘’Sudah kuduga. Aku memang benar.’’


Mendengar ucapan Shikamaru membuat yang lainnya menghampiri. Terlihat Shikamaru yang sedikit bersujud ke lantai.


‘’Apa?’’


‘’Ini, kan?’’


‘’Oke, ayo kita bertemu Mashima-sama,’’ kata Shikamaru.


......................


Terlihat dua sosok bocah yang saling berpelukan karena saking takutnya. Sebuah monster mengelilingi mereka dan hendak memangsa.

__ADS_1


‘’Tasukete!’’ jerit kedua bocah.


Saat itu juga, Konan membawa mereka membuat kedua bocah tadi langsung takjub. Ya, kedua bocah itu seperti melihat seorang malaikat yang terbang karena memiliki sayap. Konan membawa mereka ke tepi atas dimana Yahiko dan Nagato berada.


‘’Ternyata benar, ada monster yang hidup di bawah desa ini tanpa mereka ketahui,’’ tatap Yahiko.


Sebelum terjadi sesuatu yang buruk, Yahiko dan Nagato menyerang monster tersebut. Keduanya sedikit kewalahan karena monster yang bersembunyi ke dalam tembok, ternyata ada dua ekor.


Karena kuatnya arus dari serangan Yahiko dan Nagato, membuat sungai menghantam Konan dan kedua anak lainnya.


Nagato berhasil menyelamatkan sang kakak tapi monster itu akan menyerangnya, begitu juga dengan Yahiko yang memeluk sang adik sambil monster itu juga akan melahapnya.


‘’Nikudan Sensha!’’ seru Choji menyerang monster di bagian Nagato.


‘’Kage Kubishibari no Jutsu!’’ seru Shikamaru dengan bantuan Ino yang menyalakan tongkat kayu obor untuknya agar menciptakan bayangan.


‘’Kenapa kalian bisa ada di sini?’’ tanya Yahiko.


‘’Kami melewati pintu dari kuil yang dianggap para penduduk milik Mashima-sama, dan ternyata dugaanku benar. Ukiran kadal di masing-masing tembok membuatku tersadar, dan menemukan pintu yang membawa kami kemari,’’ jawab Shikamaru.


"Kedua anak itu mungkin memasuki kuil dan menemukan pintu itu juga sampai mereka tiba di sini," lanjut Shikamaru.


Tanpa membuang waktu, mereka pun menyerang bersama.


Rock Lee menyusul sambil menyerang monster yang terikat jurus bayangan. Ia menedang dengan melompat. ‘’Dynamic Entry!’’


Sedangkan Kiba, menyerang monster yang satunya. ‘’Gatsuuga!

__ADS_1


Akamaru yang telah berubah menjadi Kiba, lalu bersama Kiba melakukan putaran bor dengan kecepatan tinggi.


Neji, Hinata dan Shino menyusul. ‘’Hakke Hasangeki! Chakura Senbon! Mushi Bunshi no Jutsu!’’


Tenten mengeluarkan gulungan ninja. ‘’Kaifujutsu : Shuriken!’’


Namun, kedua monster itu tetap tidak bisa dikalahkan. Shikamaru mulai meringis karena tidak bisa menahannya begitu lama. Ino menyuruh Choji untuk memegang tongkat kayu obor tadi.


‘’Jika aku sudah menggunakan jurusku, segera susul dengan seranganmu Sakura,’’ kata Ino.


Sakura mengangguk sambil menunggu aba-aba. Ino memejamkan mata dan langsung memberi jurus kepada monster yang ditahan Shikamaru.


‘’Shintenshin no Jutsu!’’ kata Ino.


‘’Sekarang!’’ seru Shikamaru.


Sakura melompat sambil mengepalkan tangannya dengan urat-urat yang menegang. ‘’Shannarou!’’


Tapi karena pukulannya masih terlalu lemah membuat Naruto dan Sasuke menyusul. ‘’Rasengan! Chidori!’’


Satu monster tadi sudah tumbang, sedangkan yang satunya diambil alih oleh tim Jiraiya.


‘’Kami Shuriken! Fuuton Reppushou! Suiton : Mizurappa!’’


Kedua monster tersebut telah tewas membuat mereka semua bersorak.


‘’Kalian semua sangat hebat,’’ kata Yahiko.

__ADS_1


‘’Kalian bertiga juga hebat,’’ kata Naruto dan yang lainnya.


__ADS_2