
Naruto #1 mengulurkan tangan kepada Hiruko. ‘’Kau mungkin adalah ninja pelarian dari Konoha. Tapi, sampai kapanpun kau tetap bagian dari desa dattebayo.’’
Obito juga mengulurkan tangan, membuat Kakashi dan yang lainnya juga ikut mengulurkan tangan. Tidak ingin ketinggalan, para Genin juga mengulurkan tangan mereka.
Dengan perasaan haru, tangan Hiruko terulur. ‘’Aku akhirnya membuat sebuah ikatan bersama temanku.’’
......................
Konoha
Shin yang menatap keluar jendela rumah sakit, hanya berdoa untuk keselamatan semua orang, terutama Sai dan Naruto #1.
Flashback on
Sai yang menemani kakaknya seperti biasa, mengupaskan kulit apel untuknya.
‘’Akhir-akhir ini Tuan sangat sibuk karena menjalani misi, ya?’’ tanya Shin.
Ia menoleh ke arah adiknya karena tidak mendengar jawaban apa pun. Dahinya berkerut melihat Sai termenung untuk pertama kalinya. ‘’Ada apa Sai? Wajahmu juga terlihat tegang.’’
‘’Aa, gomennasai Nii-san,’’ kata Sai yang baru tersadar dan segera mengupas kulit apel.
Shin kembali mengerutkan dahi. Ia pun bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi sampai membuatnya tidak fokus seperti itu.
__ADS_1
Sai awalnya ragu-ragu, tapi kakaknya juga berhak tahu. ‘’Dua hari yang lalu, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Tuan dan Shikamaru. Dan kemarin, Tuan telah meninggalkan desa setelah memutuskan hubungan dengan semua orang.’’
Shin terkejut mendengar hal itu. ‘’Kenapa Tuan melakukan hal itu?’’
‘’Itu ka—‘’
‘’Demi keselamatan semua orang, Naruto mengorbankan dirinya untuk perdamaian,’’ kata Yota yang tiba-tiba muncul.
‘’Kau juga sudah tahu?’’ tanya Sai.
Yota mengangguk dan menutup pintu lalu menghampiri kedua anak tadi. ‘’Semua orang membicarakannya, jadi tidak ada yang tidak tahu.’’
‘’Tapi kenapa? Tuan adalah penyelamat semua orang,’’ kata Shin.
‘’Naruto melakukannya seperti biasa. Dia ingin menyelamatkan dunia ninja dengan mengorbankan dirinya. Aku tidak pernah melihat orang yang membuat pengorbanan besar seperti ini. Naruto seperti seorang Dewa saja. Tapi saat ini, semua orang memutuskan hubungan dengannya,’’ kata Yota.
‘’Kau benar. Uchiha Obito dan anak Yondaime Hokage yang mirip seperti dirinya juga telah meninggalkan desa untuk mengejar Naruto. Para Jounin dan Genin yang dipercaya telah diutus untuk mengejar mereka,’’ kata Yota.
‘’Itulah kenapa aku ingin membantu Tuan. Nii-san, berikan izinmu agar aku bisa membantu mereka yang ingin menyelamatkan Tuan,’’ kata Sai.
Flashback off
Shin menghela nafas panjang, hingga akhirnya pintu terbuka. Ia dengan semangat tersenyum. ‘’Tuan telah kem—‘’
Ucapannya terpotong saat melihat yang datang bukanlah Naruto #1, melainkan Danzo. Dilihatnya pria yang menutupi sebelah matanya dengan perban berjalan menghampirinya.
__ADS_1
‘’Tuan Danzo, Anda di sini?’’ tanya Shin.
‘’Bagaimana kabarmu?’’ tanya Danzo.
‘’Saya sudah merasa lebih baik berkat Tuan yang memasukkan saya kemari,’’ senyum Shin.
Mata Danzo langsung memicing. Mengingat Naruto #1 mendahuluinya membawa kedua bersaudara ini, membuatnya kembali tidak menyukai sosok berambut kuning itu.
‘’Shin, kau layak untuk menjadi ninja seperti yang lainnya. Apa kau baik-baik saja membiarkan Sai seorang diri menjadi ninja?’’ tanya Danzo.
‘’Maksud Tuan Danzo?’’ tanya Shin.
‘’Aku bisa mengangkatmu menjadi salah satu ninja ANBU-ku. Kalau kau mau, aku juga akan mengangkat Sai. Kalian berdua akan memiliki pangkat yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya, sehingga semua orang akan menghormatimu,’’ ajak Danzo.
Ia bahkan memprovokasi anak di depannya itu mengenai Sai yang akan tumbuh lebih unggul daripada dirinya yang hanya berdiam diri di rumah sakit.
Shin yang mendengarnya sedikit terpengaruh.
‘’Aku akan memastikan semua orang di desa ini akan tunduk kepada dirimu. Jadi, kalau kau mau, aku akan membuka pintu lebar-lebar untuk pasukan ANBU-ku untukmu. Jadi, tinggalkan Naruto dan datanglah kepadaku. Anak itu tidak pernah datang melihatmu dan sibuk menjalankan misi, tapi aku memperhatikanmu,’’ kata Danzo.
Mata Shin memicing dengan wajah kusut. Melihat hal itu, membuat Danzo tersenyum.
Shin kembali mengingat pertemuannya dengan Naruto #1 dan kenangan mereka sampai saat ini. Begitu juga dengan ucapan Danzo barusan. Cukup lama, ia terdiam hingga akhirnya bicara.
‘’Saya sangat berterima kasih atas kebaikan Tuan Danzo. Tapi maaf ... Saya tidak bisa meninggalkan Tuan. Tidak peduli, saat ini saya berada di rumah sakit, dan Sai menjalankan misi. Namun, saya yakin akan sembuh dan kembali ikut menjalankan misi bersama yang lainnya,’’ kata Shin.
__ADS_1
Wajah Danzo langsung kusut bukan main. Ia mengepalkan tangan karena mengira Shin akan meninggalkan Naruto #1.