
‘’Apa yang terjadi?!’’ pekik Naruto setelah guncangan hebat tadi.
‘’Apakah ada serangan dari luar?’’ tatap Shikamaru.
Apa itu?! Guncangan yang sedikit hebat, kata Kushina.
Itu dari luar! Sepertinya pengguna jutsu ingin mempercepat dinding ini agar menghancurkan kita, kata Minato.
Kalau begitu, itu sangat gawat! Kita harus melakukan sesuatu, jika tidak … Semua orang akan binasa, kata Tsunade.
Kurasa itu tidak benar. Lihatlah ke atas, langit-langit dinding perlahan terbuka, kata Sandaime.
Dinding yang mengurung Desa Konoha perlahan hancur berkeping-keping dan menuju ke bawah.
‘’Kita akan membentur tanah, semuanya pegangan!’’ seru Shikamaru.
Bugh!
Getaran kembali terasa membuat keseimbangan mereka sedikit hilang. Naruto dan yang lainnya berdiri dan menatap ke sekitar.
‘’Apa? Begitu saja? Kita terkurung lalu terbebas, apa yang sebenarnya terjadi?’’ tanya Sakura.
‘’Apa pun, kita semua sudah selamat,’’ kata Ino.
‘’Hee~ sangat aneh. Jangan bilang orang yang mengurung kita tiba-tiba berubah pikiran dan menarik jutsu-nya,’’ kata Rock Lee.
‘’Eh? Aku masih bingung, apa yang sebenarnya terjadi?’’ tanya Tenten.
‘’Situasi beberapa saat yang lalu sangat gawat, dan sekarang?’’ bingung Kiba.
‘’Aum!’’ seru Akamaru menyalak tanda membenarkan.
......................
__ADS_1
Minato berdiri sambil memasang wajah serius yang juga memikirkan hal yang sama.
Deg!
Minato berhasil menghindar sebelum tangan tadi menyentuh kepalanya. Ia melihat sosok lelaki berambut panjang dengan banyak tindikan di wajah.
‘’Seperti yang dirumorkan. Kau benar-benar Si Kilat Kuning.’’
Dia memiliki mata yang sama dengan pengguna Yahiko, dan penampilannya juga sedikit mirip, kata Minato dalam hati.
‘’Siapa kau?’’ tanya Minato.
Di sisi lain Tsunade menatap seorang wanita yang juga memiliki tindikan di wajahnya. Begitu juga dengan Kushina yang berhadapan dengan sosok yang menyerupai robot, serta Sandaime yang menatap pria dengan tubuh besar di depannya.
‘’Kami adalah Pain,’’ jawab mereka bersamaan.
Ayah Shikamaru dan Ino kembali menghubungkan semua orang melalui pikiran mereka. Lebih kagetnya lagi saat Minato dan yang lainnya mengetahui kalau mereka berhadapan dengan masing-masing Pain.
......................
Sakura memicingkan mata hingga membulat besar. ‘’Apa itu!’’
Spontan, mereka semua berbalik ke arah yang ditunjuk Sakura. Mereka terbelalak melihat badak raksasa yang langsung muncul menimbulkan kehancuran.
Minato yang mengetahui situasi langsung menggigit ibu jarinya dan memukul tanah. ‘’Kuchiyose no Jutsu!’’
Push!
‘’Hentikan badak itu sebelum ada korban jiwa!’’ perintah Minato.
‘’Yang benar saja, kau memanggilku saat aku minum sake,’’ kata Gammabunta.
‘’Aku akan menggantinya nanti! Tapi tolong hentikan badak itu sekarang juga,’’ kata Minato.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu, Gammabunta melompat dan menuju ke arah badak tadi.
‘’Kudaranai(Percuma saja),’’ kata Ningendou Pain yang merupakan sosok berambut panjang tadi.
Di sisi lain, Naruto dan yang lainnya terpaku di atap kantor Hokage.
‘’Banteng,’’ kata Shino.
‘’Anjing berkepala banyak,’’ kata Choji.
‘’Crustacean,’’ kata Neji melihat hewan yang menyerupai kalajengking.
‘’Bunglon bersayap,’’ kata Kiba.
‘’Burung,’’ kata Rock Lee melihat burung yang menyerupai Pteosaurus.
‘’Panda,’’ kata Tenten.
‘’Kelabang,’’ kata Hinata.
‘’Mereka bermunculan secara bersamaan dengan ukuran raksasa,’’ kata Sasuke.
Naruto mengepalkan tangan sambil menggertak gigi. ‘’Aku tidak akan membiarkan desa ini hancur!’’
‘’Naruto!’’ seru Shikamaru.
‘’Kalau kalian ingin menyaksikan, lakukan saja! Tapi aku tidak akan diam melihat ini semua dattebayo!’’ seru Naruto.
‘’Naruto-kun, aku ikut!’’ seru Hinata yang menyusul.
‘’Apa? Bahkan Hinata juga?’’ tanya Sakura.
Dengan perasaan kesal, Sasuke dan yang lainnya menyusul dan mengejar Naruto.
__ADS_1