God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 242 Mata-mata


__ADS_3

Keesokan harinya, Naruto #1 bergegas menuju ke ruang makan untuk memakan raamen. Ia pun menuju ke salah satu meja panjang yang kosong di sana. Meski tidak seenak di Ichiraku Raamen, ia tetap menikmatinya.


‘’Itadakimasu,’’ kata Naruto #1.


Tidak lama kemudian, seorang pria bertubuh kekar menghampirinya. Naruto #1 mendongakkan kepala melihat pria tinggi berkulit gelap dengan rambut cokelat yang dibiarkan pendek di bagian atas, diakhiri dengan kuncir kuda panjang dan bagian belakang kepalanya dicukur. Pria yang mengenakan atasan cokelat berkerah tinggi, dan hiasan kuning di bahu dan lengan.



‘’Are? Maroi Ossan?’’


Maroi langsung terbelalak membuatnya menghela nafas disertai senyuman. ‘’Kau sudah tahu namaku bahkan sebelum aku memperkenalkan diri, ya?’’


Naruto #1 yang memakan raamen hampir tersedak karena ucapan pria tadi. ‘’Ahaha, semua orang membicarakannya, jadi aku hanya menebak-nebak dattebayo.’’


‘’Benarkah? Tapi tidak ada yang mengetahui namaku selain Mui di sini,’’ senyum Maroi dengan sebelah alis terangkat.


Naruto #1 terkekeh dengan wajah kaku, membuat Maroi tertawa juga terkekeh.


‘’Kau orang yang menarik. Bolehkah aku ikut duduk?’’ tanya Maroi.

__ADS_1


‘’Kenapa tidak?’’ tanya Naruto #1 kembali mencicipi raamen-nya.


Melihat tingkah Naruto #1 barusan, membuat Maroi mengingat ucapan Mui kemarin malam mengenai anak itu yang mengetahui banyak hal tentang mereka. Setelah mengalaminya tadi, membuat Maroi mengerti.


‘’Uzumaki Naruto, apa yang dilakukan salah satu anak dari Yondaime Hokage di tempat seperti ini?’’


Naruto #1 yang mendengarnya langsung terhenti memakan rameen-nya. Ia mendongakkan kepala menatap pria itu. ‘’Ossan tahu siapa diriku?’’


‘’Siapa yang tidak tahu tentang salah satu anak pahlawan dari pertempuran di Jembatan Kannabi. Kau seorang diri melawan ratusan shinobi Iwagakure dan menjadi kunci penting keberhasilan Konoha memenangkan perang tersebut. Selain itu, bersama trio Amegakure, kalian berkeliling untuk menciptakan perdamaian,’’ kata Maroi.


‘’Ossan, sebenarnya apa maksudmu mengatakan itu semua?’’ tanya Naruto #1.


‘’Aku hanya heran kenapa pahlawan seperti dirimu malah dikirim ke Istana Houzuki … Kecuali jika kau memiliki maksud tersembunyi. Kalau Mui sampai tahu hal ini, kau mungkin tidak bisa melihat matahari terbit lagi besok,’’ pancing Maroi.


Sebelah alis Maroi terangkat sambil menunggu anak itu menyelesaikan kalimatnya. Naruto #1 memajukan wajahnya dan berbisik.


‘’Justru aku yang ingin bertanya, apa yang dilakukan mata-mata dari Kumogakure di tempat seperti ini dattebayo?’’


Deg!

__ADS_1


Maroi tersentak mendengar ucapan Naruto #1 yang ada benarnya mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain pun.


‘’Mendapatkan bantuan dari paman Mui dan bertindak sebagai ajudannya yang sering kali melaksanakan perintah untuk menculik tahanan. Aku jadi ragu apakah Ossan bisa melihat matahari terbit besok,’’ kata Naruto #1.


‘’Heh? Ahaha! Kau benar-benar seperti rumor yang kudengar,’’ kata Maroi.


Setelah itu, ia dan Naruto #1 menyusuri istana sambil menatap para tahanan yang memiliki kesibukan masing-masing. Tidak lama kemudian, mereka menatap rombongan orang yang mengepung.


‘’Apa kau ingin menyapa teman lamamu?’’ tanya Maroi membuat Naruto #1 bingung.


Ia pun mengajak anak itu menuju ke halaman tadi. Begitu tiba di sana, Naruto #1 sedikit terbelalak. ‘’Ya, mereka adalah 6 kandidat tertinggi yang kau kirim kemari.’’


Lima orang tadi beserta pengikut masing-masing menoleh dan langsung terbelalak melihat keberadaan Naruto #1.


‘’Mereka berada di sel lain yang terpisah dari tahanan biasa,’’ kata Maroi.


Kazahana Dotou di Negeri Salju, dokter Haido di tambang gelel, Ishidate di Negeri Bulan, tuan Yomi di Negeri Iblis, dokter Shinnou pengguna Ekor Nol, bawahan Hiruko di Gunung Shumisen, serta Mukade menteri kerajaan Rouran, semuanya telah dikalahkan. Jika dijumlahkan secara keseluruhan dengan pengikut mereka, semuanya berjumlah 20 orang.


Namun, mereka masih marah dengan Naruto #1 sehingga memilih pergi. Akan tetapi, melihat sosok anak itu menjadi tahanan membuat mereka menertawakannya sebelum pergi.

__ADS_1


‘’Mereka hanya kesal karena tidak bisa menyentuhmu,’’ kekeh Maroi.


‘’Itu karena segel Tenrou akan aktif dan membakar mereka jika menggunakan chakra,’’ kata Naruto #1.


__ADS_2