God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 174 Jikuu no Ana(Black Hole)


__ADS_3

Berbeda dengan Naruto #2, ia menerobos serangan itu dan mengarahkan rasengan biru kepadanya. Tidak ingin menyerah, Naruto #2 mengulurkan rasengan merah untuk menambah daya serangnya.


Bugh!


Guru Haido terhempas dan membentur kunci tambang dan membuatnya hancur. Saat itu juga, bangunan mulai runtuh secara perlahan. Naruto #1 membuat kloning untuk membawa Kakashi, Obito, dan guru Haido untuk keluar, sedangkan Naruto #2 dan membawa tuan Kahiko.


‘’Tunggu! Tambang Gelel-nya, sumber energi kehidupan ini!’’ pekik Tuan Kahiko mendongakkan kepala.


‘’Apa yang terjadi?’’ tanya Naruto #2.


‘’Segel itu sudah rusak saat kunci tambangnya dihancurkan,’’ kata Tuan Kahiko.


‘’Bagaimana kita akan menghentikannya?’’ tanya Temujin.


‘’Ini sudah diluar kendali,’’ jawab Tuan Kahiko.


‘’Apa yang terjadi jika semua kekuatan itu keluar?’’ tanya Naruto #2.


‘’Aku begitu tidak yakin. Tapi mengingat apa yang terjadi terhadap kerajaan di masa lalu, tidak mengherankan setengah dari lembah benua ini akan hancur,’’ kata Tuan Kahiko.


Kedua anak itu tersentak. Naruto #2 hendak meminta bantuan dari Naruto #1, karena ia yakin orang itu bisa menghentikannya. Tapi, Naruto #1 sudah bergegas keluar tadi.


‘’Ada cara lain untuk menghancurkan tambangnya. Diagram yang ada di lantai itu, adalah formula khusus Summoning Jutsu. Itu ada kaitannya dengan darah dari anggota keturunan kerajaan. Cukup letakkan tanganmu di pusatnya. Maka Jikuu no Ana akan muncul,’’ kata Tuan Kahiko.

__ADS_1


‘’Jikuu no Ana?’’ bingung kedua anak tadi.



‘’Itu adalah sebuah ruang kosong tanpa batas yang akan menelan segalanya. Ruangnya akan muncul di pusat. Sekali orang mengaktifkan teknik itu, dia tidak akan pernah bisa kembali hidup,’’ jawab Tuan Kahiko.


Temujin mengangguk dan menghampiri Naruto #2, lalu membuatnya tidak tersadar. Tuan Kahiko yang menyadari niat Temujin berusaha mencegah. Namun, Temujin melakukan hal itu untuk menebus dosa yang selama ini ia perbuat.


‘’Selamatkan dia dan jaga semuanya,’’ pinta Temujin dan berbalik berjalan pergi.


......................


Sakura mengecek nadi setiap anak, sambil Sasuke, Shikamaru dan Kankuro meletakkan anak-anak yang mereka bawa keluar.


‘’Mereka masih hidup,’’ kata Sakura.


‘’Masih ada beberapa lagi,’’ jawab Kankuro.


Tidak lama kemudian, Naruto #1 datang sambil kloningnya membawa Kakashi dan Obito.


‘’Apa yang terjadi dengan mereka?’’ tanya Sasuke.


‘’Keduanya menerima serangan telak. Sakura, segera tangani dua orang ini dulu,’’ kata Naruto #1.

__ADS_1


‘’Lalu di mana Naruto yang satunya?’’ tanya Shikamaru.


Naruto #1 menoleh ke belakang kalau anak itu ikut bersamanya. Namun, ia tersentak karena Naruto #2, Temujin dan tuan Kahiko tidak ada.


‘’Aku sudah menyuruh mereka bergegas. Jangan-jangan mereka masih ada di dalam tambang!’’ sadar Naruto #1.


Saat itu juga, tanah bergetar hebat membuat semuanya sedikit hilang keseimbangan.


‘’Apa yang terjadi?!’’


Aku lupa dengan formula segelnya! Kenapa aku begitu ceroboh?! Tapi, seharusnya mereka bisa mengatasi hal itu. Kalian berdua harus selamat, kata Naruto #1 dalam hati.


Melihat raut wajah Naruto #1, membuat Shikamaru berdecih sambil menatap ke bawah.


Sial! Semoga kau baik-baik saja Naruto, ucapnya dalam hati.


......................


Temujin hanya duduk termenung sambil menunggu Jikuu no Ana melahap semuanya, terutama dirinya. Tanah di sekitar mulai terkikis sedikit demi sedikit, sampai akhirnya tidak ada yang tersisa. Temujin hanya pasrah saat tubuhnya akan terjatuh ke bawah.


Namun, seseorang menangkap sebelah tangannya. Ia mendongakkan kepala dan melihat sosok itu adalah Naruto #2.


‘’Bodoh! Pegangan yang erat!’’ teriak Naruto #2.

__ADS_1


‘’Kau yang bodoh! Apa kau ingin mati?! Lepaskan! Kau akan ikut turun ditarik!” kesal Temujin.


‘’Orang itu mengatakan tidak ingin kehilangan banyak teman lagi, jadi … Aku juga tidak ingin kehilangan temanku dattebayo!’’ seru Naruto #2 yang bergelantungan menggunakan ribuan kloningnya.


__ADS_2