
‘’Lepaskan aku! Tidak! Jangan kalungnya!’’ teriak Putri Koyuki.
Namun, karena kalah kekuatan membuat Dotou merebut kalung hexagonal kristal. Putri Koyuki hanya pasrah sambil menatap Dotou memasukkan kalung tersebut ke dalam altar berdiri.
Hembusan angin langsung keluar sambil pilar-pilar raksasa yang berdiri melingkar bercahaya. Dotou tidak sabar lagi untuk merebut harta karun yang selama ini disimpan oleh saudaranya.
‘’Di mana harta karunnya?’’ tanya Dotou menatap ke sekeliling.
Putri Koyuki terbelalak karena menyadari sesuatu. ‘’Hangat?’’
Embun es perlahan menyusut dengan munculnya aliran air yang deras. Dotou menggertak gigi melihat hal itu. ‘’Generator? Ini yang kau sebut harta karun Kazahana?!’’
‘’Itu benar dattebayo!’’
‘’Naruto #1?’’ tatap Putri Koyuki.
Naruto #1 tersenyum remeh. ‘’Ini adalah hadiah yang diberikan oleh seorang ayah kepada putrinya. Pria berhati batu sepertimu tidak akan mengerti apa arti dari harta karun yang sebenarnya dattebayo.’’
‘’Kau?!’’ kesal Dotou lalu melakukan segel tangan.
‘’Hyouton : Kokuryuu Boufuusetsu!’’
Serangan chakra hitam dari es membentuk naga langsung menghampiri Naruto #1.
__ADS_1
Push!
‘’Apa?! Dia menangkisnya hanya dengan sekali kibasan tangan?!’’ pekik Dotou.
Dotou menggertak gigi sambil menatap Naruto #1 dibalik asap. Ia melihat chakra kuning menyala menyelimuti seluruh tubuh anak itu disertai beberapa ekor. ‘’Si-Siapa kau?’’
‘’Aku? Humph! Uzumaki Naruto, ninja dattebayo!’’ seru Naruto #1 maju menyerang.
......................
Konoha
‘’Shitsurei shimasu,’’ kata salah satu shinobi.
Minato yang menatap beberapa gulungan, mendongakkan kepala. ‘’Ada apa?’’
‘’Ini, kan? Pesan dari Uchiha Itachi.’’
......................
Push! Bugh! Boom!
‘’Kakashi Sensei! Kita tidak bisa diam saja seperti ini. Obito Nii-chan dan yang lainnya sedang berjuang,’’ kata Naruto #1.
‘’Tapi kita tidak bisa menggunakan jutsu sebelum alat pengendali chakra ini terlepas,’’ kata Sakura.
__ADS_1
Kakashi hanya memikirkan solusi untuk lolos dari situasi tersebut. Namun, sekeras apa pun mereka berusaha, tetap tidak ada yang bisa dilakukan.
‘’Oee usuratonkachi,’’ kata Sasuke.
‘’Temee! Berhenti menyebutku bodoh! Aku ti—‘’
‘’Kami bertiga mungkin tidak bisa, tapi kau berbeda. Kau memiliki chakra yang sangat besar karena rubah di dalam tubuhmu,’’ kata Sasuke.
Naruto #2 yang tadinya kesal, langsung mencerna kalimat Sasuke.
Bugh!
Rouga dan yang lainnya menghindar sejak tadi, semenjak Obito menggunakan jutsu kayunya. Aula yang ditempati mereka pun sampai hancur dan memperlihatkan langit.
‘’Cih! Elemen kayunya selalu saja merepotkan. Bagaimana mungkin, dia bisa menggunakan elemen kayu? Bukankah klan Uchiha hanya menggunakan elemen api?’’ tanya Fubuki.
‘’Jangan lengah! Sedikit saja kayu itu menyentuhmu, maka tamatlah riwayatmu,’’ kata Mizore.
Uchiha Obito. Hanya dia satu-satunya dari klan Uchiha yang bisa menggunakan elemen kayu. Apa yang sudah terjadi padanya? Waktu itu, kami bertiga hampir saja dihabisi jika para bawahan tidak berdiri di depan kami, kata Rouga dalam hati.
Namun, karena menggunakan chakra terlalu berlebihan membuat Obito sedikit lunglai. Rin yang melihatnya hendak menghampiri, tapi ia langsung diserang oleh Fubuki. Sedangkan Hinata #1 yang lengah karena mereka berdua, membuat dirinya terperangkap oleh Mizore.
Obito hendak mengaktifkan mata sharingan, tapi tenaganya sudah terkuras habis. ‘’Kushou!’’
Rouga mengambil kesempatan dan menendang Obito. Ia hendak menghabisi pria itu, akan tetapi niatnya terhenti saat butiran salju turun.
__ADS_1
‘’Turun Salju?’’ bingung Rouga.
Muncul sosok yang berjalan sambil bersiul di tengah-tengah butiran salju turun tadi. Seketika semua menoleh melihat sosok tersebut. Terlihat anak berambut cokelat bermata hijau yang mengenakan penutup kepala.