
Kushina menatap ketiga anak itu dan memeluk Obito dengan perasaan senang.
‘’Jangan lagi,’’ kata Obito masih dengan wajah bodohnya.
‘’Omedetou Kushina-sama,’’ kata Rin dan Kakashi memberi ucapan selamat.
‘’Arigatou. Kapan ya terakhir kali aku datang seperti ini membawakan kalian makan siang,’’ kata Kushina.
Obito berjalan pergi untuk menghindari wanita itu.
‘’Mereka berlatih dengan baik, apalagi latihan Naruto membuahkan hasil,’’ kata Minato.
Kushina terbelalak karena mendengar nama Naruto. Wajahnya jadi sendu hingga akhirnya tersenyum.
‘’Terutama Kakashi. Bagus karena kau sudah mengenaiku meskipun hanya goresan di baju saja,’’ kata Minato.
Rin menatap Kakashi dengan kagum. ‘’Berhasil mengenai Sensei adalah hal yang mengagumkan, Kakashi!’’
Cuma sekali saja, itu pun karena kerjasama kita bertiga. Tidak pantas dapat pujian, kata Obito dalam hati dengan wajah bodohnya.
Obito menarik nafas sebelum berteriak. ‘’Yosh, aku juga bisa melakukannya tahu!’’
Bugh!
‘’Kau itu juga kuat, hanya perlu berusaha terus dan jangan menyerah. Aku tahu kau pasti bisa melampaui Kakashi,’’ kata Kushina yang meletakkan keranjang makanan di atas kepala Obito.
Obito menatap Kushina dengan wajah bodohnya karena wanita itu merusak momentnya untuk berlagak keren di depan Rin.
__ADS_1
‘’Sudahlah, sekarang waktunya kalian makan. Aku sudah membawa pesanan spesial dari Kushina-sama ini dattebane,’’ kata Kushina.
Rin mengambil keranjang makanan itu dengan bersemangat. ‘’Aku sangat menyukai makanan buatan Anda Kushina-sama! Sudah lama kami tidak mencicipinya, terima kasih!’’
‘’Hm~ kau itu memang sangat manis. Kau tahu? Rin, kau gadis yang baik.’’
Obito berdecih untuk merusak moment itu agar membalas sikap Kushina tadi.
‘’Hoh~ dengar, ya? Setelah dari rumah sakit, aku susah payah menyempatkan untuk membawa makan siang jauh-jauh ke sini untuk kalian dattebane. Dan apa ini rasa terima kasih yang aku dapat darimu? Hmm?’’ tanya Kushina.
‘’Aku juga tidak memintanya kepadamu. Aku bahkan tidak lapar,’’ kata Obito.
Perut Obito langsung berbunyi, membuatnya memasang wajah kaku. Kushina menghela nafas lalu memegang pundak anak itu.
‘’Berusaha kelihatan tegar memang bukanlah hal yang salah. Tapi kau juga perlu makan. Maksudku, kau tidak bisa bertempur dalam kondisi perut kosong dattebane,’’ kata Kushina.
Kushina tersenyum lembut. ‘’Wah, kau cukup jantan. Yang benar saja, apa kau berharap aku akan mengatakan hal itu ke kau?!’’
Bugh!
‘’Sekarang tidak usah berlagak keren. Makanlah! Menjaga kesehatan juga tugas seorang shinobi dattebane. Yang kau lakukan ini malah menunjukkan kau ini masih anak kecil,’’ kata Kushina.
‘’Mengomel lagi,’’ kata Obito.
__ADS_1
Minato dan kedua anak lainnya hanya menatap pertengkaran itu dengan wajah kaku.
‘’Mereka mulai lagi. Kalau begitu kita makan duluan saja,’’ kata Minato.
‘’Dasar wanita kasar dan galak!’’ kata Obito.
‘’Hah?! Siapa yang kau bilang wanita kasar dan galak?!’’ balas Kushina.
......................
Malam pun tiba…
Kushina hanya menghela nafas setelah mengingat kejadian tadi siang.
‘’Kakashi sudah mengalami kemajuan dan tidak trauma lagi dengan kematian ayahnya. Rin juga tumbuh dengan baik. Mereka tumbuh menjadi tim yang semakin baik,’’ kata Kushina.
Minato tersenyum. ‘’Jangan lupakan Obito.’’
‘’Dia hanya anak yang setengah-setengah kemampuannya tapi suka membual. Dia selalu kewalahan. Dia tidak bisa melempar shuriken dan tidak bisa menggunakan jutsu dengan benar,’’ kata Kushina.
‘’Seperti yang kau katakan. Banyak hal yang perlu Obito perbaiki. Tapi, sikapnya yang selalu optimis dan menyenangkan sangatlah penting,’’ kata Minato.
‘’Dengan adanya Obito, tim-mu menjadi lebih hidup. Dan berkat Naruto, dia semakin baik dattebane,’’ kata Kushina.
‘’Karena itulah, di antara mereka, kau paling menyukai Obito, kan?’’ tanya Minato.
Kushina tersenyum. ‘’Ya, siapa yang tahu?’’
‘’Aku berharap putraku akan menjadi periang, jujur, dan tumbuh menjadi seperti Obito dan Naruto. Tidak perlu harus pandai dan bahkan boleh saja sedikit membual. Aku ingin anak kita menghargai persahabatan, memiliki semangat dalam dirinya dan pantang menyerah dattebane,’’ kata Kushina.
__ADS_1
Minato tersenyum. ‘’Kita pasti akan memilikinya.’’