
"Malik mana?" tiba-tiba suara itu terdengar beriringan dengan pintu yang yang di dorong kasar dari luar.
Renita kaget tatkala merasakan kehadiran Yusna di kamar pribadinya. Sehingga ia yang tidak mengenakan kerudung pun gegas meraih kain penutup kepalanya tersebut.
"Mbak Yusna? ada apa Mbak!" tanya Renita dengan nada kaget, menatap ke arah Yusna dengan wajah di tekuk dan masam.
"Si Malik mana?" dengan angkuhnya mondar mandir sembari menyilangkan tangan di dada.
"Em, Abang sedang mandi. Ada apa ya Mbak? silakan duduk," balasnya Renita sambil menyilakan Yusna untuk duduk.
"Apa kau tahu kelakuan hujan suamimu seperti apa," Yusna menatap tajam ke arah Renita yang tampak kebingungan apa yang menjadi maksud Yusna.
"Maksudnya apa, Mbak! aku tidak mengerti deh!" selidiknya Renita yang kini sedang duduk di atas sofa.
"Ada apa ini?" suara Malik yang keluar dari balik pintu kamar mandi yang masih menggunakan handuk dan tangan satunya mengeringkan rambut dengan handuk kecil.
"Nah ... dia orangnya! sungguh aku tidak menyangka kalau kamu itu punya pikiran bejat juga otak ngeres, mesum. Jahat tak punya hati, laki-laki brengsek. Tidak bertanggung jawab!" rentetan kata-kata yang kurang mengenakkan berjatuhan keluar dari mulutnya Yusna.
Renita maupun Malik bengong mendengar kata-kata yang terucap dari Yusna, dan belum juga Malik mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh sang kakak! sudah dibuat lebih tercengang.
Plak!
Yusna menampar pipinya Malik dengan sepenuh tenaga, sehingga wajah Malik bergerak seketika dan tangannya menangkup pipi yang terasa panas membakar dan ... mungkin saja memerah memperlihatkan tanda lima jari miliknya Yusna.
"Apa yang kau sudah lakukan kepada Shopia ha? dia itu sepupu kamu, kenapa kamu tega melakukan hal mesum kepadanya! kalau kamu tertarik sama dia nikahin dia. Buat apa kamu menikahi wanita lain dengan alasan cinta? sementara wanita yang satu atap dengan mu sudah buat kamu malu dengan kelakuan mu itu," teriaknya Yusna.
__ADS_1
"Mbak ini apa-apaan sih? datang-datang tidak ada angin dan hujan tiba-tiba menamparku! apa maksud Mbak, dan apa maunya datang ke kamar orang dengan begitu garangnya." Suara Malik tak kalah tingginya dengan suara sang kakak dia masa kesal marah dan juga tidak mengerti. Ia yang tidak tahu kesalahannya tiba-tiba mendapat tamparan yang begitu keras.
Renita yang tengah duduk di sofa pon melonjak naik dia teke siap ketika suaminya ditambah sang kakak ipar. "Mbak! Abang?" berjalan mendekati suaminya.
"Kamu tidak perlu pura-pura bego Malik, kamu pernah mencoba melakukan mesum kan, sama Shopia?" Yusna kembali berteriak dan suaranya penggemar di ruang kamar yang Malik.
Degh!
Renita merasa kaget. Dan kepalanya bergerak-gerak melihat ke arah Malik dan juga Yusna bergantian, dadanya bagai dihantam suatu benda yang menimbulkan rasa sesak di dadanya tersebut.
"Mbak jangan ngomong macam-macam Mbak tanpa bukti apapun itu jatuhnya fitnah!" jawabnya malik dengan suara keras.
"Apa yang tanpa bukti? gak mungkin Shopia berbohong sama aku, nggak mungkin dia mengarang cerita yang pada kenyataannya dia lama tinggal di sini, setidaknya tahu gimana keseharian kamu di rumah. Kamu itu sok, munafik tidak mau menikah gara-gara mencintai wanita ini! sementara kamu juga tergoda juga sama Shopia--"
Dari setiap kalimat yang Yusna ucapkan, kini Renita dan Malik sama-sama dapat mengambil kesimpulan kalau Yusna sudah diracuni otaknya dengan omongan kosong dari Shopia.
"Ya ampun ... ada apa ini? ribut-ribut, suara kalian itu begitu keras kedengaran ke lantai bawah, apa kalian tidak malu nanti di dengar sama tetangga! dikira ada apa?" tiba-tiba suara itu muncul di kamarnya Malik dan Renita.
"Mah, ini Putra kesayangan mu ternyata sudah berbuat bejat kepada Shopia, dia hampir saja meniduri Shopia Mah. Berbuat mesum dan aku baru tahu hari ini, sebab katanya dia baru punya keberanian untuk bicara sama aku. Kalau saja tahu dari dulu pasti aku larang kamu menikah sama wanita ini, mendingan kamu nikahin Shopia yang sudah di lecehkan!" lagi-lagi Yusna menunjuk-nunjuk kepada Renita.
"Itu tidak benar, Mbak. Dia bohong!" Malik membela diri.
"Maksud kamu gimana Yusna Mama kurang mengerti?" sang Bunda tampak kebingungan dengan perkataan dari putrinya, Yusna.
"Aduh Mama ... masa tidak mengerti sih? dengan maksud aku. Malik itu pernah mau meniduri Sophia Mah. Dia melecehkan Shopia, untungnya Shopia keburu kabur." Jelasnya Yusna yang ditujukan kepada sang Bunda.
__ADS_1
"Apa Malik berbuat tidak senonoh pada Shopia?" sang Bunda merasa kaget dan menatap tajam ke arah Malik, setengah tidak percaya apa iya putranya berani melakukan itu kepada Shopia sebagai sepupunya yang selama ini dia berperan penting untuk Shopia sendiri.
"I-itu ... tidak benar Mah, apa yang dikatakan oleh Mbak Yusna gak bener! aku nggak pernah melakukan yang macam-macam kepada Shopia. Aku masih punya iman dan aku tahu kalau Shopia itu adalah saudaraku! tidak mungkin aku berbuat yang aneh-aneh Mah," Malik terus berusaha membela diri menepis semua tuduhan yang tidak pernah dia lakukan.
Sementara Renita terdiam 1000 basa, dia kembali duduk di sofa mengatupkan bibirnya dengan semua perasaan yang bergejolak di dalam dada. Dan belum ada keberanian untuk mengungkapkannya.
"Rasanya Mama ... tidak percaya kalau Malik berani melakukan itu sama Shopia, biarpun selama ini mereka satu atap. Mereka itu sepupuan!" lirihnya sang ibu nya Malik tubuhnya berasa lemas.
"Aku dengar sendiri dari Shopia, Mah ... dia cerita semuanya sama aku! dan sekarang dia di usir dari rumah ini, sementara dia tidak ... tidak punya orang tua lagi, belum punya tempat tinggal. Nggak ada yang bekerja!" tambahnya Yusna yang merasa kasihan kepada Shopia yang tidak punya sandaran hidup.
Kini Malik sudah berpakaian lengkap dan sudah nampak rapi. Tadinya dia tidak ingin memperlihatkan bukti-bukti kalau Shopia beberapa kali menggodanya. Tadinya dia hanya ingin memperlihatkan kelakuan Sophia kepada Renita saja dan Rendy, tidak akan menyangkut hal-hal sensitif yang berbau privasi.
Namun dengan kejadian ini yang justru dirinya difitnah oleh Shopia yang membalikan fakta, sehingga mau tidak mau Malik harus membuka dan memperlihatkan hal-hal privasi tersebut mana keluarganya.
"Sebelum kalian berasumsi buruk tentang aku, mendingan kalian mencari bukti dulu yang konkret dan jelas! Agar kalian dapat memilih mana yang salah dan mana yang benar dan untuk itu aku akan menunjukkan sesuatu kepada kalian semua." Malik mengedarkan pandangannya kepada ibunda sang kakak dan juga istrinya.
Kemudian Malik mengambil laptopnya dan juga ponsel, dia bawa dan duduk di sofa bersebelahan dengan Renita. Sang istri yang sedari tadi terdiam dan bergeming.
Malik menyambungkan CCTV dengan laptopnya. Kemudian Malik memutar semua rekaman yang diawali dari kejadian yang berada di kamar pribadinya tersebut.
Yusna dan sang Ibu pun menyusul Malik yang kini sudah duduk bersama sang istri, menghadapi laptop yang sudah menyala.
"Tadinya aku tidak ingin membuka itu, karena bagi aku itu terlalu privasi. Pada akhirnya membuka aibku dan dia, tapi jika aku tidak menunjukkan ini ... mungkin kalian akan tetap percaya dengan omongannya Shopia yang hanya akan mencoreng nama baik ku! pandangan buruk pada ku, dan memperburuk keadaan Rumah tangga ku." Jelas kembali Malik.
Kini pasang mata setuju ke layar laptop di mana rekaman CCTV yang berada di kamar Pramana mulai di putar ....
__ADS_1
...🌼---🌼...
Hai ... hai, apa kabar semua reader ku? semoga kabar baik ya ... di hari ini tubuh sehat, kuat mudah rezeki lancar segala urusan. Dan dilindungi oleh yang Maha kuasa.