Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Menyenggol


__ADS_3

Malik menggendong Rendy yang tertidur di dalam mobil di sepanjang perjalanan pulang, di bawanya ke dalam rumahnya Renita dan mengikuti langkah wanita cantik dan berbalut kerudung itu. Membukakan pintu kamarnya Rendy.


"Met bobo pangeran kecil ku, sekarang sudah berada di rumah! tidur yang nyenyak sampai besok menjelang pagi!" ucapnya Malik sembari menidurkan anak itu di tempatnya.


Renita memasangkan selimut di tubuhnya Rendy lalu menoleh ke arah Malik. "Makasih ya, makasih banyak?"


"Sama-sama, tapi ngomong-ngomong ... Makasih buat apa?" Malik malah bertanya sambil berjalan keluar dari kamarnya Rendy.


"Em ... Makasih untuk semuanya, semua-mua-muanya." Renita tersenyum dan melirik ke arah Malik, pria tampan itu wajahnya tampak berseri-seri.


"Oh ... Justru aku yang terima kasih karena kamu sudah menerima aku, menerima lamaran ku. Tapi kamu ... ngomong-ngomong ikhlas nggak sih menerimanya? jangan-jangan terpaksa lagi?" Malik sejenak berdiri dan menghadap ke arah Renita di tatapnya dengan sangat lekat.


"Kalau menurut kamu ... aku ikhlas atau terpaksa?" Renita malah balik bertanya.


"Ya ... kalau menurut aku sih, kamu ikhlas saja, karena sebenarnya kamu juga sayang kan sama aku?" Ucap Malik sok tahu dengan ekspresi wajah yang sangat serius.


"Idih ... sok tau banget, udah pulang sana? udah malam, besok juga kita akan ketemu lagi bukan? Sampai jumpa besok!" Renita mendorong punggungnya Malik agar keluar dari rumah tersebut.


"Kalau aku nggak mau pulang gimana?" Malik bergurau sembari menunjukkan barisan gigi putihnya yang bersih bak ibarat iklan pasta gigi.


"Terserah, yang penting kamu tidak berada di rumah ini, sana? ke luar!" Renita menyembunyikan senyumannya sambil terus mendorong punggungnya Malik sampai berhenti di teras dan Renita langsung menutup pintu dan menguncinya.


Malik berdiri di teras sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya, kemudian dia merogoh sakunya untuk mengambil handphone.


Ting ....


Suara handphone Renita berbunyi karena masuk notifikasi pesan. Renita segera mengambilnya dan membuka pesan tersebut yang tiada lain adalah pesan dari Malik.


"Tega banget membiarkan ku di sini, disuruh masuk napa? tawarin kopi atau susu, malah dibiarkan di keluar sendiri. Tega banget deh punya calon istri, tidak kasihan apa? Calon suaminya kedinginan." Pesan dari Malik.


Membuat Renita senyum-senyum sendiri sambil menatap layar handphone nya lalu menoleh ke arah jendela untuk mengintip Malik yang masih juga berdiri di teras, lalu kemudian Malik pun berjalan dan memasuki mobilnya, tidak lama kemudian Malik membawa mobilnya pulang. Yang sebelumnya menatap ke arah pintu rumahnya Renita.

__ADS_1


Renita yang senyum-senyum sendiri akhirnya merapikan gorden jendelanya, lalu dia berjalan dengan gontai memasuki kamarnya. Menyimpan tas kecilnya di atas nakas, lalu dia mengambil piyama di bawahnya ke kamar mandi.


Setelah beberapa saat, Renita kembali dari kamar mandi dengan penampilan yang sudah mengganti kostum, hanya memakai piyama saja dan dia menjalankan aktivitasnya sejenak.


Sekitar 10 menit kemudian, Renita membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Seraya menatap langit-langit dan pikirannya pun melayang entah ke mana? terus mengulas senyuman seiring dengan perasaan yang begitu berbunga-bunga. Mungkinkah Dia sedang jatuh cinta? yang kesekian kalinya.


Lama-lama manik mata Renita pun terkejam dan mulai memasuki alam mimpinya yang indah, yang tidak pernah temukan sebelumnya.


Malam semakin larut. Waktu pun terus berputar menyingkirkan malam menggantinya dengan sebuah pagi yang terasa begitu sejuk menusuk ke dalam tulang, dan matahari pun tanpa malu-malu menunjukkan sinarnya yang menghangatkan suhu tubuh yang mulainya terasa dingin.


Sinar sang matahari menyelinap ke celah-celah jendela yang belum sempat wanita buka, dan air embun pun menggenang di dedaunan yang terkena sinar matahari. Sehingga bercahaya indah bersinar bak permata.


Pagi-pagi, Renita menelpon keluarganya yaitu Sheila. Agar menyampaikan kepada kedua orang tua untuk datang hari ini juga, karena keluarga Malik akan datang nanti sore.


"Apa Kak? Keluarganya Malik akan datang, buat apa?" Sheila tampak terkejut dengan berita yang Renita sampaikan.


Renita tidak banyak bicara lagi, pokonya Renita meminta agar keluarganya datang hari ini juga, lalu Renita menutup sambungan teleponnya.


Kemudian seperti biasa jadi takut beberes ruangan yang belum Feni bersihkan. Mencuci menggelap-gelap jendela sampai kinclong. Lalu dia membuat sarapan dan kebetulan Rendy sudah merajuk ingin makan.


"Sudah sarapan, Bunda mau ke pasar dulu ya? Rendy tunggu aja sama Kak Feni," ucapnya Renita sembari menatap keadaan ini yang sedang sarapan.


"Iya Bunda ..." Kemudian anak itu mengangguk sambil menikmati makannya.


"Feni, titip Rendy ya. Saya mau ke pasar dulu, nanti sore akan kedatangan tamu. Oh iya nanti Ibu sama Sheila juga akan datang!" Renita pun mengalihkan pandangannya kepada Feni yang juga sedang sarapan dan gadis itu merespon dengan anggukan.


"Baiklah, saya mau mandi dulu. Rendy main di rumah ya ... jangan jauh-jauh ya mainnya Bunda khawatir!" Pesan Renita kepada putranya Rendy.


"Oke Bunda ... aku akan main di rumah saja, nggak akan kemana-mana!" Anak itu mencium pipi Renita lalu pergi entah ke ruangan mana. Membawa mainannya.


Lalu Renita gegas masuk ke dalam kamarnya untuk melaksanakan ritual mandi terlebih dahulu, setelah itu barulah dia akan pergi ke pasar untuk berbelanja keperluan dapur dan Renita berniat memasak sendiri. Buat hidangan nanti sore.

__ADS_1


Kini Renita sudah berada di atas motor kesayangannya tersebut. Mengenakan helm sembari memanaskan si roda dua.


Beberapa saat kemudian, Renita langsung melarikan motornya itu menuju sebuah pasar! dimana dia harus belanja semua keperluan dapur.


Setelah berbelanja dan mendapatkan semua yang dia perlukan, Renita langsung kembali menuju pulang. Namun di perjalanan pulang itu, motornya bersenggolan dengan sebuah motor beat berwarna merah hitam.


Renita tidak bermasalah membawa motornya baik-baik dan lurus-lurus aja. Namun entah kenapa atau mungkin yang bawa motor itu agak oleng atau gimana, sehingga kaca spionnya ke sapu sedikit oleh stang motor Renita.


"Maaf, nggak sengaja!" Renita kepada wanita pengendara motor Beat tersebut.


"Enak aja lu minta maaf, ganti! kaca spion gue rusak. Woi ... tanggung jawab dong ... jangan lari begitu saja!" suara Wanita itu sambil berteriak.


Membuat Renita menghentikan motornya berapa meter dari tempat kejadian. Begitupun dengan motor Beat tersebut yang sudah terlihat kalau pemiliknya itu marah-marah.


Wanita pengendara motor Beat tersebut membawa sebuah tas mahal, terlihat kalau orang itu bukan orang biasa sebab terlihat dari tasnya aja branded.


"Sekali lagi saya minta maaf, Mbak. Saya tidak sengaja! sepertinya ... Mbak sendiri deh yang oleng, sehingga motornya miring dan menjadikan stang motor saya menabrak kaca spionnya!" Lagi-lagi Renita meminta maaf kepada orang tersebut.


"Jadi Lo pikir ... gue nggak bisa bawa motor gitu? enak aja minta maaf! tuh lihat, kaca spion gue rusak." Kata wanita itu sembari menunjuk-nunjuk ke arah kaca spionnya yang cuman lecet dikit.


Lalu Renita mengamati kaca spionnya yang tadi kesenggol oleh stang motornya, itu cuman lecet doang dikit pula. Bukannya rusak. "Ini cuman lecet sedikit Mbak, bukannya rusak dan bila harus mengganti ... emang berapa Mbak? saya ganti kok!"


"Idih ... sombong amat, ini bukan masalah uangnya tapi masalah barunya. Motor ini baru saya beli, kes lho ... Mbak, bukan kredit. Dan saya sudah mahir membawa motor. Bukan baru bawa, sehingga anda bilang saya oleng membawa motornya. Sembarangan saja kalau ngomong."


Renita menggeleng dia malas untuk melayani wanita macam ini. "Terus maunya Mbak gimana? kalau Mbak minta ganti ... tentu saya ganti kok. Tidak usah bertele-tele, dan saya tidak mau tahu ya ... motor Mbak ini beli kes ataupun kredit."


Lalu Renita berniat untuk naik kembali ke atas motornya, namun ....


...🌼---🌼...


Mohon tinggalkan jejak ya ... setelah membaca, jangan lupa memberi dukungan agar author tambah semangat dalam berkarya. Makasih

__ADS_1


__ADS_2