
Di dalam sebuah mall yang terletak di kota tersebut. Sharon dan prianya sedang berada di outlet ponsel, memilih ponsel iPhone yang lumayan berharga.
Si pria merogoh sakunya, namun pada akhirnya celingukan dan tampak kebingungan karena dompetnya tidak ada.
"Aduh baby aku lupa bawa dompet nih, gimana dong ..." si pria sangat kebingungan.
"lho, kok bisa lupa sih ... gimana dong?" Sharon malah balik bertanya pada prianya.
"Aku juga bingung baby ... pinjem dulu lah, nanti ku bayar." Rajuk di pria pada sharon, sementara barangnya dia suka dan sudah sepakat. Tinggal bayar.
Sejenak Sharon terdiam lalu dia mengambil dompetnya. mengeluarkan kartu kredit miliknya Azam. "Bisa pakai kartu kredit kan?" tanya Sharon kepada penjaga outlet tersebut.
"Tentu bisa ..." penjaga outlet mengangguk lalu kemudian mengambil kartu kredit yang berada di tangan Sharon.
Sharon pun membayar ponsel prianya, sebesar 18 juta dengan menggunakan kartu kredit miliknya Azam.
"Makasih ya baby ... kau baik sekali, aku tambah cinta deh sama kamu baby!" kata pria nya Sharon.
"Aku juga cinta sama kamu baby ... cinta banget." Sharon memeluk pria nya tanpa malu di hadapan penjaga outlet.
"Nanti aku ganti ya, sebab ku ada kok yang ku di dompet." Kata si pria menatap lekat pada Sharon.
"Nggak pa-pa ... baby, kapan-kapan saja kembalikan nya pada ku," Sharon dengan gampangnya bicara demikian.
"Waduh, jangan cari-cari kesenangan ku saja. Aku bahagia kalau kamu memberikan keringanan padaku, tapi ada kok uang di rumah." Tambah si pria muda itu.
Kemudian mereka berlalu dengan membawa ponsel seharga xx itu. Si pria tersenyum penuh kemenangan dengan mendapatkan apa yang dia inginkan.
Lantas mereka pun masuk ke outlet Gucci, mau membeli topi dan di sana ada Renita. Membuat Sharon hampir mundur kembali.
"Aish ... kenapa dia ada di sini sih?" rumahnya Sharon, namun ketika mau mundur Renita sudah melihat dirinya. mundur kena kena maju pun kena, akhirnya memutuskan untuk maju terus.
Renita yang mengantar Malik yang ingin membeli topi Gucci merasa kaget pas melihat ke arah pintu masuk, di mana manik matanya menemukan pemandangan yang kurang menyenangkan. Dia melihat Sharon masuk dengan menggandeng tangan pria muda yang jelas-jelas bukan suaminya.
"Dia?" gumamnya Renita sambil melihat ke arah Sharon yang hampir mundur di saat melihat dirinya dan dengan refleks melepas pegangannya pada tangan pria yang bersamanya itu.
"Siapa?" tanya Malik sambil menoleh pada dekat pintu dimana Sharon berjalan mendekati barang-barang Gucci.
__ADS_1
Malik melihat Sharon yang di dekati pria muda dan merangkul pinggangnya. Kening Malik sedikit mengerut, dia merasa heran. Bukannya wanita itu istrinya Azam! mantan suaminya Renita. kenapa dengan pria muda itu?
Kebetulan apa yang mau dibeli oleh Malik, yaitu topi dia dan juga Rendy sudah selesai dan mereka pun keluar dari tempat tersebut.
"Ayo sayang kita pergi, topinya udah dapat kan. Terima kasih dulu dong sama papa Malik!" ucapnya Renita sambil menuntun Sang putra.
"Papa. Terima kasih ya topinya?" ucapnya Rendy kepada Malik.
"Sama-sama sayang, semoga bermanfaat ya!" balasnya Malik sambil mengirim keduanya keluar dari hotel tersebut.
"Sayang, bukan yang tadi itu istrinya Azam?" kata Malik yang sedang berjalan di sampingnya Renita, sementara Rendi berjalan sendiri di depan.
"Hooh, kenapa emang?" Renita balik bertanya.
"Tapi kok, dia jalan sama pria itu? masih muda tuh. Rasanya nggak mungkin kalau itu saudaranya! apalagi temennya, dari gerak-gerik gini aja aneh!" tambahnya Malik.
"Entahlah, aku juga nggak tahu. Anaknya kali, tapi nggak mungkin juga sih he he he ..." Renita menaikkan kedua bahunya.
Kemudian mereka berjalan menuju, Timezone untuk mengajak Rendy bermain-main di sana, biar anak itu merasa senang biarpun tanpa Bapak biologisnya.
"Hah, Papa capek dan lapar! pengen makan. Gimana kalau kita makan dulu yok!" ajak Malik kepada Rendy yang dituntunnya menghampiri sang Bunda.
"Hooh, Rendy juga laper pengen makan apa ya? pengen makan es krim, haus!" balasnya anak itu terlihat berpikir.
"Kalau lapar itu makan, kalau haus. Baru minum kok makan es krim, nggak akan kenyang dong ... kalau makan eskrim, mendingan kita makan aja yok? makan nasi sama apa ya ... mau sama ayam, sama ikan atau daging!" kata Malik seraya melirik ke arah Renita yang sedang mengulas senyuman.
"Sudah puas mainnya, Nak?" sapa Renita kepada Rendy.
"Bukan puas Bunda ... tapi lapar! pengen makan dulu!" anak itu sambil mengusap perutnya yang terdengar kruk kru kruk,
"Oh lapar ya, baiklah kalau begitu kita cari makan dulu ya ..." dan Renita melirik ke arah Malik yang langsung mengangguk, kemudian mereka bertiga berjalan mencari restoran yang berada di gedung Mall tersebut.
Di saat berjalan ke tempat tujuan, Renita merasa tercengang! lagi-lagi dia dibuat terkaget-kaget karena menik matanya lagi-lagi melihat Sharon bersama pria yang tadi saling merangkul pinggang dan berjalan memasuki sebuah tempat dimana Di situ ada tempat penginapan.
"Ha ... nggak salah, ya ampun ... Apa maksudnya ini? jangan bilang kalau itu kekasihnya!" gumam nya Ranita sembari melepas pandangan ke arah tempat tersebut.
Malik menoleh ke arah Renita yang sedang melihat ke suatu tempat dan Malik pun berusaha mencari apa yang jadi penglihatan Renita, di mana dia melihat wanita yang tadi saling merangkul pinggang satu sama lain dan berdiri di dekat pintu hotel.
__ADS_1
Lalu Malik kembali mengalihkan penglihatan ke arah Renita seraya berkata. "Sayang, sudahlah jangan ikut campur! biarkan saja. Itu bukan urusan kita."
Renita menoleh lalu mengangguk pelan. "Iya ... siapa juga yang mau ikut campur! aku cuman masalahnya heran aja, shock. Kaget bercampur jadi satu! bukan ingin ikut campur karena itu di luar ranah ku."
"Oke kita pergi dari sini!" tangan Malik menyentuh punggungnya Renita, seolah menyuruh untuk pergi meninggalkan tempat tersebut. Apalagi Rendy sudah berada jauh dari mereka berdua.
Mereka berjalan di antara orang-orang yang sedang ... sekedar shoping. Shoping dan nongkrong, mencuci mata bersama keluarga.
Kini Renita, Malik dan Rendy sudah berada di sebuah restoran dan mereka pun langsung memesan makanan untuk makan malam.
Renita memesan stik daging, kentang sama sayuran. Begitu kan dengan Malik, sementara Rendi dia lebih memilih makan sushi. bersama es krimnya.
Renita tampak melamun, dia tidak habis pikir apa sih yang dilakukan Sharon di mall tersebut, ngamar segala lagi. Sama pria muda! terus suaminya ke mana, intinya dalam otak Renita adalah ... Sharon itu seorang Istri. Istri dari mantan suaminya, Azam.
"Nah-nah, nah ... melamun, jangan melamun. Jangan banyak pikiran, biarkan saja toh bukan urusan kita!" suara Malik dengan lirih ketika melihat Renita melamun.
"Aku tidak melamun kok, ini juga sedang makan!" kata Renita sembari mesem, menyembunyikan yang sebenarnya kalau dia memang melamun.
"Tidak melamun, tapi anteng begitu ya? sudahlah kita makan aja!" Malik meneruskan makannya. Memasukkan garpu yang ada dagingnya ke mulut.
Sembari mengunyah, Renita mengedarkan pandangannya pada Rendy yang sedang asyik makan sushi, sesekali makan es krim.
"Rendy suka ya?" ucap Renita pada Rendy sembari tersenyum dan mengusap pipi nya.
"Rendy suka, Bunda ... boleh nggak kalau bawa ke rumah?" kata anak itu sembari mengunyah dengan mulut yang penuh.
Renita dan Malik saling bertukar pandangan, dengan bibir keduanya yang menyungging ke samping.
"Kalau Rendy suka ... nanti Papa pesankan dan dikirim ke rumah langsung, oke?" Malik dengan meyakinkan.
"Hore ... terima kasih Papa terima kasih banyak," anak itu tampak girang dengan kata-kata dari Malik yang akan memesankan sushi dan mengirimnya ke rumah.
Mereka pun melanjutkan menikmati makannya dengan lahap ....
...🌼---🌼...
Terima kasih buat reader ku.
__ADS_1