Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Vitamin


__ADS_3

"Rendy sayang ... makasih dong sama Tantenya, bilang, Tante ... makasih ya?" ucap Renita yang ditujukan kepada Rendy.


Rendi mendongak ke arah Yati seraya berkata. "Makasih ya Tante ... atas hadiahnya! semoga Allah menggantikan dengan harta yang lebih buanyak ... dan berkah!" ucap anak itu sembari menggerakkan kedua tangannya.


Yati langsung memeluk Rendy seraya berkata. "Aamiin-aamiin ya Allah ... Rendy doain tante ya biar bayi tante nantinya ganteng, sehar dan pintar juga."


"Iya tante Reni mengangguk lalu membuka hadiah dari Yati. Dengan wajah yang tampak gembira.


Kemudian Renita, Yati dan Riko mengobrol tentang pekerjaan dan Renita pun bercerita kalau dia sudah diterima kerja di sebuah perusahaan yang direkomendasikan oleh lawyernya tersebut.


Tentu Yati pun merasa bahagia. "Alhamdulillah ... serius kau sudah diterima?"


"Iya serius dan besok aku mulai bekerja!" jawabnya Renita dengan wajah yang sumringah dan mata yang berbinar.


"Alhamdulillah ... kalau begitu aku ikut bahagia, sekarang kamu membuka lembaran baru. Membuka kehidupan yang baru bersama Rendy! melupakan suamimu eh mantan suami mu. Buktikan sama dia kalau kamu mampu hidup sendiri dan bisa menghidupi Rendy dan bahagiakan nya!" Sambungnya Yati sembari menyentuh tangan Renita.


"Iya Alhamdulillah ... aku sangat bahagia dan kamu benar! aku harus buktikan kepada semua orang terutama sama Mas Azam kalau aku mampu hidup tanpa dia dan mampu membahagiakan Rendy tanpa dirinya. Terima kasih atas dukungan mu!" Renita merangkul bahunya Yati dengan manik mata yang berkaca-kaca.


"Tentu aku akan selalu mendukung mu. Karena kebahagiaan teman ya kebahagiaan ku juga," ucapnya Yati sembari melirik ke arah suaminya yang sesekali bermain dengan Rendy.


"Kalau saja kamu membutuhkan sesuatu, atau merasa ada suatu kesulitan ya ... ngomong aja sama kita, insya Allah pasti akan membantu ya kan sayang?" kata Riko sambil melirik pada sang istri.


"Tentu dong sayang ... dan kamu dengar itu kalau kita berdua siap membantu apapun kesulitan mu!" tambahnya Yati pada Renita.


Perkataan dari temannya itu menambah Renita mencelos hatinya dan mata semakin berkaca-kaca, dia sungguh merasa terharu sahabatnya yang lama jarang bertemu kini balik dekat dan sangat baik juga perhatian. "Terima kasih Yati, Riko kalian berdua sangat baik. Dan aku nggak akan melupakan kebaikan mu sekecil apapun!"


Kemudian Renita pun masak-masak untuk makan bersama dengan Riko dan Yati.


Sementara Riko bermain dengan Rendy yang tampak gembira sekali kalau ada yang mengajak bermain, berasa bermain sama papanya.


Dan setelah masakan siap di santap, mereka pun sengaja duduk lesehan makan bersama di lantai. Mereka tampak bahagia serta tampak akrab sekali.

__ADS_1


Feni pun ikut makan bersama. Sementara Rendy di suapi oleh sang bunda, anak itu tampak happy dengan mainan baru nya dari Yati.


"Nanti Om belikan lagi ya mainannya, mau? apa lagi ya ... pesawat lagi atau kereta? atau mungkin mobil-mobilan? tawarnya Riko kepada Rendy.


Anak itu menoleh dengan mulut yang penuh kemudian berkata. "Rendy mau robot-robotan yang bagus dan juga Ultraman."


"Nggak boleh nawar Rendy ... kalau dikasih, apa yang dikasih harus diterima dengan ikhlas," protesnya sang Bunda yang tidak ingin putranya menawar suatu atas pemberian orang.


"Tidak apa-apa Reni ... selagi kami mampu insya Allah akan kami belikan doain aja ya dan sabar Oke? lagian bukankah kita harus memberikan sesuatu yang di sukai!" Yati melihat ke arah Renita dan Rendy bergantian.


..._____...


Azam begitu kaget setelah menerima layangan dari kantor agama, kalau dirinya di gugat cerai oleh mantan istrinya dia baru ingat kalau dia lupa kalau sebetulnya dia yang akan menggugat cerai, ini malah kebalikannya.


Karena sibuk menikmati kebahagiaannya dengan Sharon sehingga Azam lupa untuk mengurus perceraian dengan Renita, sehingga Renita lebih dulu menggugat dirinya dalam segi perdata.


"Sial kenapa aku bisa lupa, kenapa aku terlena dengan kebahagiaan dengan Sharon? sehingga aku lupa memasukan data perceraian ku dengan Renita." Azam mengepalkan lengannya dan sedikit memukul-mukul dinding sembari berdiri di dekat jendela besar ruang kerjanya.


Selanjutnya Azam beranjak dari ruangan kerja tersebut, dia pergi untuk menemui seorang lawyer yang akan membelanya dalam sidang perceraian nanti.


"Aku harus bisa menang dalam persidangan itu, bila perlu aku gugat balik!" gumamnya Azam sambil menyetir.


Mobil Azam melaju dengan sangat kencang menuju sebuah kantor lawyer yang dia percaya akan bisa membantunya untuk mengurus perceraian dengan Renita.


Tidak lama di perjalanan! akhirnya Azam tiba di depan kantor lawyer. Dan dia menemui seorang lawyer yang bernama tuan Z, Azam berbincang dengan seorang lawyer pria yang bernama Z dengan obrolan yang tampak sangat serius.


Pada akhirnya obrolan selesai dan tuan Z bersedia mendampingi Azam dalam proses perceraiannya dengan Renita


"Terima kasih atas bersedianya bekerja sama!" Azam berjabat tangan dengan tuan Z seroang pria dengan tubuh bongsor dan perut gendut.


"Sama-sama dan terima kasih juga mau menggunakan saya sebagai lawyer anda. Terima kasih banyak!" Balasnya tuan Z.

__ADS_1


Setelah itu Azam pun kembali ke kantornya. Namun karena waktu sudah tiba untuk pulang! makanya dia tidak lama di kantor dan langsung pulang ke rumah Sharon.


"Hai sayang aku pulang!" ucapnya Azam pada Sharon yang sudah menyambutnya di teras.


"Wah ... baru pulang, lho ... yang aku minta mana? kamu gak membawanya? Sharon menatap tajam ke arah Azam, tadi dia minta sesuatu pada Azam agar membelikannya di jalan, tapi pas datang Azam tidak membawa apapun apa masih di mobil.


Azam menepuk jidatnya. "Aduh, sayang aku lupa banget! sorry ya? nanti saja sore kita jalan membelinya dan tadi aku lupa soalnya sayang," Azam merangkul bahu sang istri lalu mencium pipinya kanan dan kiri sebagai bujukan agar dia tidak merajuk.


Tentunya Sharon cemberut namun tidak lama kemudian dia tersenyum dan tetap merajuk kalau nanti sore harus jalan dan membeli apa yang dia mau.


"Iya ... nanti kita beli, aku cuman lupa doang, kepala aku pusing banget nih!" akunya Azam sembari ngeloyor ke dalam kamar.


Sharon pun mengikutinya dari belakang. "Emang pusing kenapa, kerjaan kantor banyak? atau gimana!" tanya sang istri sembari membukakan jas suaminya tersebut.


"Mantan istriku menggugat cerai dan aku tadi mencari lawyer dulu dan akhirnya dapat, juga bersedia untuk mendampingi ku." Jawabnya Azam sambil menjatuhkan bokongnya di tepi tempat tidur.


"Kenapa nggak kamu gugat balik saja Mas, bila perlu rumah pun kamu ambil lagi daripada kita tinggal di sini bareng sama ibu kan? nggak enak!" kata Sharon mulai mengompori.


Azam menoleh ke arah Sharon dan menatapnya dengan sangat lekat, kepalanya menggeleng.


"Nggak-nggak, itu rumah putra ku dan aku nggak akan mengambilnya dengan alasan apapun, soal rumah ... jangan khawatir! aku sudah ada kok. Rumah tinggal kita tempati saja menunggu waktunya!" jawabnya Azam dengan jelas dan dia tidak pernah ada niat untuk mengambil rumah menjadi atas namanya biarlah itu menjadi milik putranya Rendy.


"Serius kamu sudah beli rumah buat kita tempati Sharon menggoyang-goyang tangan Azam, dia sangat penasaran dan rasanya tidak sabar dan ingin segera pindah.


"Iya sudah. Sudah aku dapatkan rumahnya! tinggal mengurus pembayaran dan nanti kita pindah ke sana! tenang saja ... sekarang berikan aku vitamin dong, biar kepala aku nggak mumet dan tambah semangat," rajuk nya Azam sembari mengedipkan sebelah matanya.


Dengan cepat Sharon menyambut permintaan dari suaminya dan dengan agresif dia memanjakan dan melayani Azam di atas tempat tidur.


Kebetulan Sharon sekarang sudah mempunyai pengasuh jadi lebih banyak santai tidak harus capek-capek mengurus anak dan juga rumah ....


Bergabung.

__ADS_1


__ADS_2