Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Kejutan


__ADS_3

Hening ....


Renita Renita tidak bicara lagi. Dia menyibukkan diri kembali dengan kerjaan nya.


Sementara hanya memandangi ke arah Renita, sehingga Renita merasa tidak enak hati.


"Kenapa sih, melihat ku seperti itu? apa ada uang salah ya pada diriku?" Renita melihat sekilas ke arah Malik yang terus melihat dirinya sambil mesem.


"Nggak, lagi pengen saja, dari dulu sampai sekarang tak ada yang berubah ya! tetap seperti dulu." Elaknya Malik sambil menyandarkan punggung nya ke bahu kursi.


"Apanya yang tidak berubah? yang jelas-jelas sudah banyak berubah, dah berumur dan punya anak. Aku tuh risih di lihatin kaya gitu." sambungnya Renita kembali sembari menundukkan pandangannya.


"Tidak usah risih ... biasa saja. Aku gak gigit kok, malah mau menyayangi. Hi hi hi ..." Malik malah nyengir menunjukan senyumnya yang manis.


"Ha! apaan?" Renita mengernyitkan keningnya.


"Nggak ach, dah lewat. Oke, aku mau pergi dulu, sampai jumpa nanti aku jemput." Malik beranjak dari duduknya.


Berjalan membawa langkahnya meninggalkan Renita. Sementara Renita kembali meneruskan kerjaannya.


Kemudian. Kerena waktunya jam kerja sudah habis. Renita pun gegas untuk pulang sekalian bersiap-siap.


Selang waktu di perjalanan. Renita pun sampai di rumah yang langsung di sambut oleh sang. buah hati.


"Bunda ... sudah pulang. Bunda-Bunda aku di undang sama teman aku yang rumahnya itu di ujung sana dia mau ulang tahun. aku mau ke sana sama kak Feni ya?" Rendy menatap bunda nya.


"Oya, Rendy mau sama kak Feni ya? boleh ... dan bunda kebetulan ada urusan kerjaan sama Om Malik. Ijinkan ya?" Renita mengusap pucuk kepalanya Rendy.


Anak itu melongo memandangi sang bunda. "Sama papa Malik ya Bun ... tidak dengan yang lain kan?"


"Tidak, tapi sama papa Malik. Ada urusan kerjaan yang tertunda, tapi kalau Rendy mau ikut juga tidak apa!" kata Renita sambil menuntun tangan Rendy.


"Tadak ach, aku mau ke tempat teman saja sama kak Feni. Nggak mau ikut tapi jangan lama-lama ya, harus cepat pulang." Pinta nya Rendy.


"Tentu dong ... Bunda pasti akan cepat pulang, buat apa bunda lama-lama. Pasti akan segera pulang kok." Balasnya Renita kembali.

__ADS_1


Setelah itu Renita menyiapkan kado buat di bawa Rendy ke ultah temannya.


Sekitar habis maghrib. Renita bersiap untuk pergi dan Rendy pun sudah berangkat dengan Feni.


Terdengar suara mobil milik nya Malik dan dia langsung turun mengayunkan kakinya ke teras dan Renita pun langsung membuka pintu dengan penampilan sederhana tapi cantik dan menarik.


"Rendy nyaana? mau ikut gak?" Malik langsung bertanya Rendy.


"Kebetulan dia ke tempat ultah temannya sama Feni, aku dah ajak dia untuk ikut. Tapi dia gak mau dan memilih pergi ke ultah saja, ya udah!" Renita menaikan bahu nya.


"Ooh, aku sih gak ada masalah kalau diasu ikut juga, oke. Kita berangkat sekarang." Malik membuka kan pintu buat Renita.


Renita masuk ke dalam mobil Malik. Dan setelah sebelumnya mengunci pintu terlebih dahulu.


"Kita mau makan di mana emang?" tanya Renita sambilelirik ke arah Malik setelah mobilnyaelaju dengan kecepatan sedang.


"Nanti juga akan tahu kita akan makan di mana!" jawabnya Malik sambil melirik sekilas pada Renita yang sedang menatap dirinya.


Renita melepas pandangan ke lain arah yaitu keluar jendela melihat suasana sekitar yang gelap berhiaskan lampu malam berjejer di sepanjang jalan.


"Di sini ya! apakah ada pertemuan dengan klaen?" gumamnya Renita sambil tetap melihat ke arah restoran tersebut.


"Aku ada kejutan buat kamu dan kamu harus menutup mata dan aku sudah siapkan selendang buat menutup mata kamu." Malik mengeluarkan sebuah selendang hitam.


Renita semakin di buat heran dan penasaran, ada apa sih ... sehingga ada kejutan segala hingga matanya harus di tutup segala. "Apaan sih?"


"Kamu jangan khawatir, aku gak akan berbuat jahat kok. Percayalah!" Malik meyakinkan dan langsung mengikatkan selendang di kepalanya Renita.


Agar menutupi kedua matanya. Renita pun mengikuti permintaan dari Malik. Kemudian Malik turun dan mengitari mobilnya membuka pintu buat Renita dan di tuntunnya.


"Hati-hati turunnya dan juga jalannya jangan terburu-santai aja." Malik memegangi pergelangan tangan Renita untuk berjalan ke sebuah tempat yang sudah di persiapkan sebelumnya.


"Masih jauh ya?" gumamnya Renita sambi terus berjalan mengikuti Malik yang menuntun tangannya.


"Sebentar lagi juga sampai kok," Malik berucap sambil terus berjalan pelan setengah mundur dan menghadap ke arah Renita yang masih tertutupayanya dengan selendang hitam.

__ADS_1


"Iih lama banget. Kalau pulang sudah sampai lagi nih," gerutunya Renita.


"Kamu ini nggak berubah-ubah ya! masih juga suka menggerutu, sabar dikit napa! orang aku nggak berbuat jahat kok," Malik tetap menuntun tangan Renita.


"Iya, tapi kan lama! dari tadi kok nggak sampai-sampai sih!" tambahnya wanita.


"Iya sabar ... ntar lagi juga sampai." Sambung nya Malik.


Malik sudah memasuki sebuah ruangan, di mana yang ada hanya Dua kursi dan meja yang dengan ukuran sedang. Di atasnya ada sebuah kue tart ulang tahun yang berhiaskan dengan bunga mawar merah dan bertuliskan happy birthday.


Beegitupun di sampingnya meja tersebut, berhiaskan balon-balon serta bunga-bunga yang cantik dan juga bertuliskan dengan huruf-huruf besar! happy birthday selamat ulang tahun buat Renita, sahabat sekaligus calon istri.


"Kita sudah tiba, tapi jangan dulu dibuka sebelum aku suruh atau membukanya." Kata Malik sambil melepas genggaman tangannya.


Untuk sementara waktu, Malik berbincang dengan kedua pelayan di sana. Dan Malik meminta diiringi dengan suara musik dari biola yang akan menemani acara makan malamnya bersama Renita.


Namun makan malam belum tersedia di sana, karena yang di dahulukan adalah kue tart ulang tahun buat renita.


"Sudah bisa di buka belum sih?" rumahnya Renita sambil memegangi selendang yang menutupi kedua.


Malik menoleh pada Renita sembari memberi kode kepada kedua pelayan untuk pergi meninggalkan tempat tersebut. Serta mempersiapkan musik yang Malik pinta.


"Sebentar, nanti ku buka! jawabnya Malik sembari menghampiri Renita yang masih berdiri dan memegangi selendang di bagian wajahnya.


Lalu Malik membuka selendangnya. Dan brai ... penglihatan Renita terbuka dan bisa melihat suasana sekitar yang dimana dia berdiri di sebuah ruangan yang berhias dengan dekor ulang tahun.


Selamat ulang tahun Renita, sahabat mu dan juga calon istri ku.


"Apa ini?" Renita merasa heran sekaligus membuat hatinya berbunga-bunga namun sebuah pertanyaan dalam benaknya apa arti semua ini?


"Happy birthday Renita, selamat ulang tahun dan semoga panjang umur sehat selalu mudah rezeki dan diberi kekuatan juga kesabaran dan makin mampu membahagiakan anak-anak menjadi Ibu yang baik tentunya!" Ucap Malik sambil menatap lekat ke arah Renita.


Renita menutup mulutnya yang menganga dengan kedua telapak tangan, dia tidak menduga sama sekali kalau akan mendapatkan kejutan seperti ini dari Malik, tidak pernah terduga sebelumnya ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Terima kasih ya untuk reader ku yang masih setia dan menunggu karya ini selanjutnya.


__ADS_2