Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Badut


__ADS_3

Sampai acara doa yang di pimpin oleh pak ustadz selesai dan memotong kue pun selesai, kini semuanya menikmati kue tart serta bingkisan pun sudah mulai dibagi-bagikan. Rendy tampak gembira sekali namun dibalik keceriaan Rendy, dia tetap mencari-cari keberadaan Malik.


"Azam nggak datang juga ya Ren? Ibu sedih kenapa Azam bisa melupakan anaknya ya Allah semoga jangan segera meluluhkan hati Azam!" suara lirih sang ibu mertua.


Renita menoleh pada sang ibu mertua setelah selesai bagi-bagikan bingkisan kepada tamu undangan.


"Kita hanya bisa mendoakan Besan dan hasilnya Allah yang menentukan, mungkin untuk saat ini Azam punya gantinya. Sehingga dia lupa pada putranya sendiri, tapi Allah itu nggak pernah tidur," timpalnya sang Ibu Renita sembari mengusap punggungnya sampaikan.


"Itu benar, kita hanya bisa mendoakan semoga Allah segera meluluhkan hati Azam dan mengingat kembali kepada putranya, yang bagaimanapun butuh kasih sayang dan perhatian dari seorang ayah!" timpalnya Ayah Azam.


"Marah, kecewa pun percuma, tidak akan menyelesaikan masalah. Doa kan saja semoga Renita dilimpahkan rezeki dan mampu membahagiakan Rendy sampai manapun! walau tanpa kehadiran atau perhatian dari sang ayah!" tambahnya ayah dari Renita.


Renita hanya menganggukan kepalanya seraya berkata, Aamiin di dalam hati.


Jefri yang berperan sebagai MC dan juga berada di depan sementara mereka berada di dalam.


Terdengar anak-anak semakin riuh, ramai dan bersorak menyambut kedatangan seorang badut yang bertopeng kan Ultraman.


Dan Rendy pun sangat antusias kedatangan badut tersebut yang membawa balon dan juga sebuah kado. Randy pun langsung membuka kado tersebut.


"Uwawww ... baju Ultraman. Bunda isi kadonya baju Ultraman kata Rendy kepada sang Bunda yang baru saja datang menghampirinya.


"Oh ya ini suka nggak dengan baju Ultraman nya? mau dipakai sekarang?" katanya sama Bunda semuanya berjongkok.


"Mau-mau Bunda, mau dipakai sekarang!" sambut anak itu sembari menganggukan kepalanya dan dia seolah menjawab mau dipakai sekarang juga.


"Em ... boleh! Ayo bawa bajunya ke kamar. Kita ganti dulu ya! teman-teman rendy mau ganti baju dulu ya? tungguin sebentar ya!" kata Renita sembari menuntun Randy dan menjenguk kado yang barusan dibuka.


Si badut yang memakai topeng Ultraman pun menghibur anak-anak, sehingga anak-anak tampak gembira sekali menonton atraksinya.


Tidak lama kemudian, Rendy pun muncul dengan memakai kostum Ultraman, dan dia menghampiri si badut yang tadi. Yang sambut meriah oleh teman-temannya.


"Wah ... ada Ultraman kecil, ada Ultraman kecil. Rendy jadi Ultraman kecil!"

__ADS_1


Teriakan anak-anak yang berada di situ, tidak lupa mereka pun bertepuk tangan dengan meriahnya.


Jefri dan Sheila yang menjadi MC sedikit masa heran lalu mereka berbisik kepada Renita. "Apa Mbak mengundang badut?"


Renita menoleh pada keduanya selain menggeleng lalu berkata. "Tidak, Mbak tidak mengundang badut kok!"


"Lho. Terus kenapa dia datang? kalau memang ada yang ngundang. Tau dari mana dia ke sini yang mengadakan pesta ulang tahun anak-anak?" Sheila menatap heran.


Sementara Jefri mulai kembali dengan gaya banyak bicaranya dan menghampiri ke arah badut tersebut, yang kini sedang bermain dengan Rendy anak itu tampak lebih happy dari sebelumnya.


Membuat Renita merasa lebih bahagia melihat senyuman di wajah anak itu yang selalu mengembang.


Badut itu dan Rendy mendatangi Renita dan si badut menunjukkan kemampuan nya untuk pesulap dan tiba-tiba dia mengeluarkan setengah bunga yang langsung diberikan kepada Renita.


"Wah ... bunga untukku makasih banyak!" Renita langsung mengambilnya dan mencium setangkai bunga tersebut.


Lagi-lagi si badut menunjukkan kemampuannya, ya kembali menyulap setangkai bunga menjadi sebuket bunga besar yang keluar dari perutnya.


"Yey ... bunda dapat bunga lagi yang lebih banyak dan besar, wah ... cantiknya bunga itu!" teriak Rendy kemarin sorak dan tepuk tangan.


"Jangan salah, Mas bunga itu tidak harus mencerminkan kebahagiaan! ada kalanya bunga itu mencerminkan sebuah kebencian dan terlukanya perasaan!" timpalnya Sheila seraya lihat kepada Jefri.


"Tapi yakin di saat ini, semua orang mengambarkan sebuah kebahagiaan. Di mana hari ini hari memperingati lahirnya keponakan ku yang bernama Rendy. Si ganteng, si tampan dan si gemes!" tambahnya Jefri.


Sementara Renita terus tersenyum ikut bahagia melihat katanya bahagia.


Waktu semakin siang dan undangan pun sudah mulai berangsur, pulang dan di sana hanya segala orang saja termasuk keluarga dan si badut masih betah menemani Rendy bermain.


Si badut menjatuhkan dirinya di atas lantai dan berbaring di sana, tampak kecapean. Mungkin datang nggak belum di kasih minum juga tidak belum di suguhi makan! mungkin dia kelaparan dan kehausan.


"Lihat Mbak, dia pingsan. Mungkin haus dan lapar kasih makan deh dan kasih minum obat!" Jefri langsung


Yang lain pun ikut panik dengan kondisi si badut, begitupun dengan Renita wajahnya tampak cemas dan dia menghampiri dengan membawa segelas air minum juga makanan.

__ADS_1


Jefri mengangkat kepalanya si badut agar duduk. Dan Renita hendak memberikan minum pada badut tersebut.


"Kalian khawatir ya?" suara itu mengagetkan semua yang ada di sana.


"Kok aku berasa kenal dengan suaranya!" kata Jefri.


Sheila pun mengangguk mengiyakan perkataan dari Jefri yang merasa kenal dengan suara badut itu.


Begitupun dengan Renita dan putranya yang merasa kenal dengan suara itu.


"Papa Malik? ini Papa Malik kan?" Rendy menatap badut yang ada di hadapannya tersebut.


Si badut pun membuka topeng dari wajahnya yang menunjukan wajah aslinya yang tampan. Yang tiada lain dan tiada bukan adalah Malik yang menyamar menjadi badut, bikin semua setengah tidak percaya.


Kalau Malik rela menyamar menjadi badut untuk menghibur Rendy yang menunggunya sedari tadi.


"Kamu!" Renita kaget.


"Papa Malik, ye ... Papa Malik!" Rendy langsung memeluk Malik dengan sangat erat, anak itu sangat bahagia sekali ternyata Malik datang juga dan menepati janjinya kepada Rendy.


Semua melihat kebahagiaan Rendy yang bertemu dengan Malik, yang menyedihkan yaitu ... seharusnya itu Azam yang datang menemui putranya! tapi ini bukan Azam melainkan Malik yang nyatanya bukan siapa-siapa.


Kemudian Malik pun menanggalkan semua pakaian badutnya, dan kini menampakan seorang pria yang lebih berwibawa! berpakaian rapi dan menunjukan wajah nya yang sangat tampan.


Malik memeluk Rendy dengan erat dan anak itu sangat tampak gembira sekali dengan kedatangan Malik yang sangat dia tunggu.


"Sudah ku duga, dan ku curiga dari tadi kau memberikan bunga pada mbak Renita. Ternyata och ternyata dirimu." Jefri tersenyum pada Malik.


"Aku kira gak jadi datang." Gumamnya Renita sembari mengusap pucuk kepala nya Rendy yang berada dalam pelukan Malik.


"Datang dong ... aku pasti datang! kan sudah janji." Malik membawa Rendy ke ruang tengah lalu berkumpul dengan keluarga Renita yang lainnya.


Pandangan Sheila tertuju pada Malik yang tampan dan bersahaja. tidak bikin bosan yang memandang ....

__ADS_1


...🌼---🌼...


Jangan lupa like dan komen ya, ataupun dukungan lainnya terima kasih banyak.


__ADS_2