
Mobil Anto berhenti di suatu tempat dan dia pun turun untuk membukakan pintu! namun belum terlihat oleh Yusna untuk siapa Anto membukakan pintu itu, sebab mobilnya terhalang oleh mobil lain yang lebih tinggi.
Pas terlihat Anto sudah masuk lagi ke dalam mobil dan kembali melaju dengan kecepatan sedang.
"Sial, tidak kelihatan siapa yang barusan masuk ke dalam mobil Mas Anto." Gumamnya Yusna sembari kembali memutar kemudinya dan terus menyusul mobil tersebut dari kejauhan.
Sorot mata Yusna tidak pernah beralih sedikitpun dari ekor mobil sang suami yang terus melaju dan lama-lama semakin cepat. Membuat Yusna harus berusaha lagi agar tidak kehilangan jejak.
Namun tiba-tiba ada mobil yang menyelip nya tidak mungkin Yusna menyelip balik. Sehingga pada akhirnya Yusna kehilangan jejak ekor mobil suaminya yang kini tidak lagi terlihat.
Yusna menepuk gagang setir sembari menggerutu. "Sial-sial, sial ... kenapa sih harus ada mobil yang menyelip segala, sekarang aku kehilangan jejak deh. Dasar mobil be-go. Bodoh tuh supirnya, masih mending nggak kecelakaan juga!" Yusna sangat gemas.
wanita itu kesalnya bukan main yang sudah kehilangan jejak suaminya, ditelepon pun tidak mungkin karena dia sudah bilang ada acara penting. Dan dia sendiri tidak bisa menggunakan pencarian GPS.
"Kemana orang itu pergi nya? huuh ..." Yusna beberapa kali memukul kemudi hingga akhirnya dia putar balik dengan wajah yang tampak kebingungan.
Yusna pulang dengan hasil yang nihil. Dan tidak mendapatkan apa-apa, selain rasa penasaran yang berlabuh di kalbu.
"Aku akan pura-pura tidak tahu saja dan semua nampak biasa. Aku harus bisa menyelidiki dengan diam-diam kebenaran nya! seperti apa." Yusna setelah berada di rumah.
Dia akan sepandai mungkin untuk berpura-pura tidak tahu! jika memang suaminya ada main di belakang.
Yusna menunggu kepulangan suaminya dari sore sampai malam dan jam 11.00 malam suaminya barulah pulang.
Terdengar suara mobilnya masuk ke garasi dan Yusna langsung menyambutnya ramah seperti biasa. "Baru pulang mas?"
"Iya nih ... capek banget habis meeting, badanku rasanya pegal-pegal," ucapnya Anto sambil berjalan dan menantikan langkahnya. Sesaat menggeliat menunjukkan kalau tubuhnya merasa pegal-pegal.
"Nanti deh aku pijitin. Emangnya meeting di mana kok jam segini baru pulang?" Yusna menatap curiga.
Sejenak Anto menatap ke arah sang istri. "Jangan sampai istri aku curiga!" batinnya Anto lalu memberikan tasnya kepada sang istri.
__ADS_1
"Kan sudah dibilang ... aku habis meeting terus ada jamuan makan malam, lanjut ngobrol-ngobrol ... biasa hingga tidak terasa, pulanglah jam segini." Jawabnya Anto meyakinkan.
"Oh gitu! ya sudah ayo masuk?" Yusna menggandeng tangan suaminya masuk ke dalam rumah, lanjut ke kamar pribadi Mereka yang berada di lantai atas.
Dan kini mereka sudah berada di dalam kamar! Anto sendiri bersiap untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum istirahat.
Setelah sekitar 15 menit kemudian. Anto keluar dari kamar mandi dan mendapati istrinya sudah menyiapkan pakaian untuknya malam ini.
Yusna sendiri sedang berpose di atas tempat tidur dengan menggoda. menatap ke arah dirinya. "Kenapa belum tidur? 'kan sudah malam?"
"Aku menunggu kamu, Mas." jawabnya Yusna dengan mimik wajah yang biasa saja.
Sebenarnya dalam hati Yusna sudah dipenuhi rasa yang bergejolak sedari tadi, selama Anto di kamar mandi. Dia ngecek ponsel suaminya tersebut dan ponselnya itu dikunci sehingga tidak bisa membukanya, tapi satu yang buat dia semakin penasaran, yaitu ada kontak yang memanggil dan nama kontaknya S love.
Dan itu membuat Yusna berspekulasi kalau kontak ini yang berhubungan dengan bau parfum di pakaiannya Anto termasuk dengan lipstik yang kemarin dia temukan, dan pakaian yang barusan pun ... sudah dicek dan baunya sama dengan yang kemarin campur aduk.
Anto mendekati sang istri dan merangkak naik ke atas tempat tidur, berbaring di sampingnya sementara. Yusna menatap datar pada suaminya yang langsung tiduran tanpa ngapa-ngapain dia.
Setelah beberapa saat Anto melirik pada Yusna yang tampak bengong menatap dirinya. "Kenapa, tidur. Sudah malam tidur. Aku juga ngantuk! capek."
"Ya sudahlah, kalau begitu!" Yusna mengangguk lalu bangun dan pergi ke kamar mandi.
Setibanya di kamar mandi, kepala Yusna menjadi celingukan mencari sesuatu yang tiada lain pakaian dalamnya Anto, dia masih penasaran siapa tahu dia bisa mendapatkan sesuatu dari sana.
Yusna mengambil benda itu dari tong tempat pakaian kotor. Dia perhatikan depan belakang! dalam dan luar. Dan berapa kali dia cium baunya yang aneh, terasa bau Anyir dan noda putih pun ada di sana. Len-dir yang sudah mengering.
Degh.
Hati Yusna terasa sesak, yang dia lihat kali ini membuat bertambahnya kecurigaan dia kalau suaminya benar-benar ada sesuatu di belakang dirinya itu.
Tubuh Yusna mematung, tangannya menjatuhkan benda segintiga itu ke tempatnya semula! kecurigaan menghantui jiwanya dan bayang-bayangan wanita lain pun berjubel di pikirannya.
__ADS_1
Rasa penasarannya semakin bertambah, ingin tahu siapa sih wanita itu yang sudah membuat suaminya berpaling dari dia. sehingga suaminya tega mengkhianati cinta dan kepercayaannya selama ini, menjadi ingat pada ucapannya sendiri yang suka julidin Renita.
"Rasanya aku tidak percaya, jika Mas Anto menghianatiku dan berselingkuh dari ku. Apa yang sudah aku dapatkan ini semakin meyakinkan ku kalau kamu pasti ada main di belakang ku. Tapi siapa wanita itu yang sudah merebut hatimu dariku?" Yusna menguasap wajahnya kasar.
Hatinya mencelos. Kenapa apa yang sering dia tuduhkan pada Renita harus menimpa dirinya? namun bukan Yusna kalau harus mengeluh pada keluarganya. Atau bercerita tentang ini yang belum ketauan benarnya.
Setelah beberapa saat Yusna berada dan terdiam di kamar dalam mandi, pada akhirnya dia keluar dan perlahan menutup pintu kamar tersebut! berjalan mendekati tempat tidur yang ada suaminya, yang tampak sudah terlelap dan tampak nyenyak.
Ditatapnya wajah itu dengan rasa marah, kesal benci bercampur menjadi satu! yang pada akhirnya dadanya terasa sesak bagai tak ada ruang untuk bernafas. Yusna menghela nafas dalam-dalam lalu ia hembuskan dengan perlahan sembari mendongak melihat langit-langit! matanya pun berlinang air mata sebagai luapan perasaan nya saat ini.
"Aku tidak menyangka kalau kamu tega, Mas. Kamu tega mengkhianati ku, kamu tega menduakan ku. Padahal rumah tangga kita selama ini baik-baik saja dan aku berusaha menjadi istri yang baik untuk mu Mas!" gumamnya dalam hati.
Yusna mendudukan dirinya di tepi tempat tidur, mencondongkan tubuhnya ke depan serta menumpukan kedua siku di pahanya. Dan telapak tangan menutup wajah yang rasanya ingin menangis.
Lalu Yusna menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak boleh menangis! aku tidak boleh rapuh sekalipun itu benar! sekalipun mas Anto mengkhianati ku, dan ada main dengan wanita lain. Aku tidak boleh rapuh. Aku tidak boleh seperti wanita lain yang bisanya menangis!"
Iini Yusna sudah berbaring di atas tempat tidur dan memunggungi suaminya. Berusaha memejamkan kedua matanya yang sulit untuk terpejam.
Setelah sekian lama berusaha ... akhirnya bisa juga memejamkan kedua matanya! tertidur melupakan semua masalah yang sedang terjadi menimpa dirinya.
Larutnya malam yang semakin mencekam. Waktu kian merayap menjelang pagi.
Sang Surya mulai bersinar di ufuk timur meskipun masih malu-malu untuk menampakkan diri. Akan tetapi cahayanya sudah mulai terasa menghangatkan jiwa-jiwa yang mulai terbangun dan harus berperang dengan rasa dingin juga menimbulkan rasa malas untuk memulai aktivitas.
"Kenapa tidak sarapan dulu, Mas? biasa nya juga sarapan dulu!" tanya Yusna pada suaminya yang tampak terburu-buru ingin pergi ke kantor.
Anto termenung sejenak dan menatap istrinya yang berdiri di dekat meja sedang menuangkan nasi goreng ke dalam piring dan kedua buah hatinya yang sedang sarapan.
"Kenapa nggak sarapan, Mas nanti kamu sakit dan sejak kapan kamu pergi kerja tidak sarapan dulu?" Yusna mengulang perkataanya sambil menatap tajam pada sang suami.
Kerena Anto merasa takut dicurigai, sehingga pada akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk segera pergi, kemudian dia duduk untuk sarapan bersama dan memakan apa yang sudah disiapkan istrinya ....
__ADS_1
.
Bersambung.