
Semua pasang mata melotot dan mengunci mulutnya masing-masing, sembari melihat rekaman CCTV yang ada di layar laptop.
Semua orang terkesiap dan merasa shock dan merasa malu sendiri, melihat rekaman cctv di layar benda persegi empat tersebut.
Yusna dia benar-benar merasa malu sama adiknya, sama ibunya dan juga Renita yang sudah menuduh Malik yang tidak-tidak dan percaya sama Shopia yang mengarang cerita! membuat kebohongan agar keluarganya berpecah belah.
"Tuh kan ... Yusna, adik mu tidak bersalah. Bukan dia yang menggoda Shopia justru Shopia yang menggoda adik mu. Mama jadi malu sendiri ngelihatnya dan tidak pernah mengira sedikit pun kalau--"
"Jangan berkomentar dulu, karena CCTV ini belum selesai aku putar! Itu hanya di bagian kamar saja yang sebenarnya itu terlalu privasi untuk aku buka. Tadinya aku ingin menutupi tapi kenyataan aku yang difitnah! terpaksa aku tunjukkan juga kepada kalian semua. Sayang aku tidak seperti yang mbak Yusna tuduhkan!" Malik mengedarkan pandangannya kepada sang Bunda, Yusna dan juga sang istri.
Renita tersenyum tipis seraya mengangguk. Sebenarnya dia percaya sama suaminya! namun tadi ia sempat merasa ragu dan saat ini dia benar-benar percaya kalau Malik tidak seperti yang tadi ia dengar.
"Kita lanjutkan kembali menonton CCTV ini," sambungnya Malik sambil mengarahkan kembali pandangannya ke layar laptop.
Dan kini memutar di setiap suasana ruangan rumah mewah Mbak istana tersebut, di mana banyak adegan Sophia yang bertingkah aneh dan kurang bersahabat kepada Renita dan juga kepada Rendy. Wanita itu benar-benar menunjukkan sifat aslinya yang tidak suka bahkan mungkin benci sama Renita dan juga putranya.
Bahkan rekaman ketika awal mula Shopia pergi pun ada, terlihat jelas di layar. Mana ada Malik berniat menampar.
Dan cukup membuat spot jantung di saat keberadaan Renita di tengah-tengah tangga, sedang belajar berjalan yang tiba-tiba saja dengan jelas terlihat disenggol oleh sikunya Shopia yang setengah berlari naik ke atas! hampir saja Renita terjatuh dan untungnya dia terlalu kuat memegang pagar tangga. Sehingga dia selamat dan tidak mengalami insiden kembali.
Renita dibuat tercengang melihat Shopia dan Sheila beberapa kali terlihat mengobrol serius, bahkan terdengar saling ejek serta mencibir masing-masing. Tetapi sangat disayangkan kalau obrolannya itu tidak tertangkap jelas.
"Sekarang Mama dan khususnya Mbak Yusna, silakan menilai mana yang benar dan mana yang salah! silahkan menyalahkan aku tapi tidak ada bukti sama sekali. Mau membela Shopia silakan! Mungkin dia wanita yang pantas dilindungi dengan alasan tidak punya siapa-siapa selain kita, punya anak kecil dan sebagainya. Tetapi dalam hati kecil aku tidak sanggup jika harus menampung kembali." Malik mengarahkan pandangan yang khususnya kepada mama dan sang kakak.
Yusna tertunduk malu, dia sangat dibuat malu dengan kata-katanya tadi yang begitu ngotot membela Shopia, menyalahkan adiknya dan juga adik iparnya.
"Mbak minta maaf! Mbak kira Shopia berkata yang sesungguhnya, ternyata ... semua bohong! Mbak malu sama kamu, sama istri kamu yang sudah langsung menyalahkannya juga. Sekali lagi Mbak minta maaf ya!" permintaan maaf Yusna tampak begitu tulus kepada sang adik maupun kepada istrinya.
__ADS_1
"Aku sesungguhnya tidak ada masalah Mbak ... mau ngomong apapun juga tentang aku, tanpa di pinta pun sudah ku maafkan. Suatu saat Mbak juga pasti menyadarinya mana yang benar dan mana yang salah," balasnya Renita sembari memegangi tangan Yusna. Dengan seutas senyuman di bibirnya.
"Makasih ya!" Yusna menerbitkan senyuman.
"Tidak terlintas di benak Mama kalau Shopia seperti itu, Mama tidak pernah menduga ini semua!" Bu Amelia berapa kali terlihat menggelengkan kepalanya pelan. Mengenang sikap Shopia di hadapannya baik-baik saja.
Yang lain hanya terdiam mendengar perkataan dari ibu Amelia.
Kemudian Bu Amelia mengarahkan pandangannya kepada Yusna sembari berucap kata. "Kalau Sophia menginap di rumah mu, kau harus hati-hati! bukan suudzon tapi itu fakta jangan sampai kehadirannya merusak rumah tangga mu, menggoda suami."
Degh.
Yusna tiba-tiba terkesiap! dia baru ingat tentang hal yang barusan diperingatkan oleh sang Ibunda, rasa was-was. Khawatir dan wajahnya menjadi gelisah, gusar mengingat yang di katakan oleh sang ibunda.
Dengan cepat, Yusna beranjak dari duduknya sembari berkata dan meraih tangan sang ibunda. "Mama aku pulang dulu ya? dan kamu Renita, sekali lagi aku minta maaf telah berpikir yang tidak tidak sama kamu!" Yusna melihat ke arah ibunda dan Renita bergantian.
Lalu Yusna berpamitan untuk segera pulang, dia sangat khawatir karena di rumahnya sekarang ada Shopia. Bukannya suudzon tapi memang fakta bagaimana kalau suaminya digoda sama wanita itu.
"Aku ke sini bawa mobil Kok Bu ... Bu aku harus segera pulang! aku khawatir sama yang di rumah, lain kali aku datang lagi, Assalamu'alaikum!" Yusna keluar dari kamarnya Malik dengan langkah yang tergesa-gesa. Bahkan setengah berlari mendatangi mobilnya.
"Mama juga minta maaf kepada kamu dan Mama sempat berpikiran jelek juga! walaupun tidak sepenuhnya, tapi setidaknya Mama pernah pikiran buruk dan termakan omongannya Shopia." Lirihnya Bu Amelia kepada Renita.
Renita menyentuh kedua tangan sang ibu mertua. "Tidak apa-apa Mah ... aku ngerti kok! dan ... tidak perlu pikirkan itu lagi, aku tidak pa-pa."
"Terima kasih, Renita kamu sangat baik sekali dan Mama rasa Malik sangat beruntung mendapatkan cinta sejatinya yaitu kamu," ucap Bu Amelia keduanya saling berpelukan.
Malik yang sudah menutup kembali laptopnya menunjukkan bibirnya yang menyungging, merasa senang karena bagaimanapun semuanya sudah terungkap.
__ADS_1
Tidak akan ada lagi orang yang mencurigai dirinya yang berbuat jahat atau mesum terhadap Shopia. Yang pada kenyataannya adalah Shopia sendiri yang berniat menggoda dirinya. Walaupun dia sebagai sepupu.
Bu Amelia melepaskan rangkulan nya, pada Renita kalau dia hendak keluar dari kamar tersebut. Membiarkan Malik dan Renita berdua saja.
"Hati-hati Mah ..." pintanya Malik pada sang bunda.
Malik mendekati sang istri yang bengong melihat punggungnya Bu Amelia yang berjalan gontai melintasi pintu kamar.
"Sayang, kamu percaya kan? sama aku, kalau aku tidak pernah macam-macam sama Shopia. Dan aku sudah menganggap dia sebagai saudara ku sendiri." Gumamnya Malik sambil berhadapan dengan sang istri.
Senyuman manis yang terbit dari bibir Renita, serta tatapan yang mesra yang melihat sendu kepada suaminya tersebut. "Aku percaya sama kamu, lagian semua orang pasti punya masa lalu begitupun dengan aku! kamu aja bisa menerima masa laluku kekurangan ku, kenapa aku tidak?"
Malik langsung memeluk Renita. "Terima kasih sayang, terima kasih banget. Kamu mau percaya dan lapang dada menerima apapun dan bagaimanapun masa lalu!"
Keduanya saling mengeratkan pelukan. Memberikan kehangatan dan memberi kepercayaan masing-masing, serta ungkapan perasaan kalau mereka benar-benar saling menyayangi juga membutuhkan satu sama lain.
Suasana begitu hening yang terdengar hanya suara detak jantung dan hembusan nafas dari keduanya, ditambah dentingan jarum jam yang mewarnai syahdunya suasana malam ini.
Jari jemarinya Malik membelai lembut dari ujung kepala sampai ujung rambut miliknya Renita.
Sementara telapak tangan Renita mengusap mengusap halus punggung sang suami, menyusupkan wajahnya di leher sebelah kanan pria yang tengah memeluknya itu.
Lama-lama aliran darah pun semakin memanas, detak jantung semakin berdegup kencang. Tatkala bibir mereka bertemu, Malik ******* bibir Renita yang tampak Ranum. Menggoda dan menggemaskan. Berasa ingin menggigit dan menikmati nya.
Di saat-saat sedang menaikkan hasrat keduanya! tiba-tiba terdengar suara Rendy yang beriringan dengan dibukanya pintu, membuat keduanya melonjak naik dan menjauh. Tampak gugup sekali wajah Renita yang menatapi ke arah putranya yang menutup pintu dan masuk mendatangi mereka berdua.
Malik mengalihkan pandangan ke samping dan mengusap bibirnya yang basah. Hatinya sedikit kesal dengan kedatangan putranya itu, namun apa daya karena dia sendiri yang ceroboh. Kenapa tidak mengunci pintu terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Untungnya belum terlalu jauh ....
__ADS_1
...🌼---🌼...
Jangan lupa meninggalkan jejak ya. Makasih.